TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini CSR Unggulan PLN UIW NTT, Olah Limbah Menjadi Material

Achmad Adhito
29 April 2025 | 13:15
rubrik: CSR
Ini CSR Unggulan PLN UIW NTT, Olah Limbah Menjadi Material

Foto: Tangkapan Layar Zoom

Jakarta, TopBusiness—PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) punya beberapa program CSR atau pun TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) unggulan. Satu di antara itu adalah pemanfaatan FABA (fly ash and bottom ash/limbah sisa pembakaran batu bara) dari limbah PLTU (pembangkit listrik tenaga uap).

“Kami memanfaatkan limbah FABA itu untuk ekonomi masyarakat,” kata Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UIW NTT, Margaretha Yupukono, hari ini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2025.

Margaretha lalu menjelaskan bahwa, program tersebut, memfasilitasi masyarakat untuk mengolah FABA menjadi bahan bangunan, material jalan, pupuk, dan lain-lain.

“Dengan program tersebut, PLN UIW NTT sekaligus mengurangi dampak lingkungan dan mengendalikan biaya operasional,” dia menjelaskan.

PLN UIW NTT, dalam program tersebut, memberikan alat-alat pengolahan FABA menjadi batako. Masyarakat pun bisa mendapatkan limbah FABA secara cuma-cuma. “Kemudian, kami pun memberikan pelatihan pengolahan limbah FABA.”

Kini, hasil pengolahan limbah FABA tersebut sudah digunakan untuk materi jalan desa, bahan bangunan di gereja, dan lain-lain. Pun, ada sebuah desa wisata yang dibangun berbasis material dari limbah FABA itu.

Kemudian, Margaretha merinci kuantitas dampak positif program pengolahan limbah FABA tersebut. Pertama, dari program itu, usaha mikro masyarakat mendapatkan omset di Rp730 juta per tahun.

Kedua, sebanyak 750 ton limbah FABA telah diolah oleh masyarakat. Ketiga, sebanyak 414 tenaga kerja telah diserap oleh program tersebut.

“Kemudian, program pengolahan FABA tersebut melibatkan sebanyak 70-an usaha kecil,” Margaretha menjelaskan lagi.

PLN UIW NTT telah menggunakan pihak independen untuk menilai program CSR yang mereka jalankan. Hasilnya, dalam penilaian terakhir, nilai IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) untuk ‘kinerja’ ada di 94.64. Selanjutnya, nilai IKM untuk ‘kepentingan’ ada di 95,64.

BACA JUGA:   PLN Nusantara Power UP Cirata Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Program CSR "Si Makmur"

Adapun rasio SRI (social return on investment) program tersebut di 1,27.

Tags: csr pln uiw nttpengolahan limbah fabaskor sroiTOP CSR Awards 2025
Previous Post

Selaras Asta Cita, Inovasi CSR Chandra Asri Unggulkan Ekonomi Sirkular Sampah Plastik

Next Post

Inisiatif Program CSR Bidang UMKM, Poso Energy Harap Menjadi Stimulus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR