TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OT Group Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Human Energy Management

Nurdian Akhmad
23 September 2025 | 13:25
rubrik: Business Info, Event, HC
OT Group Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Human Energy Management

Jakarta, TopBusiness – Orang Tua (OT) Group memperkenalkan pendekatan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia bertajuk Human Energy Management (HEM).

Human Energy Management lahir dari kesadaran bahwa karyawan bukan hanya sumber daya (human resources) atau modal (human capitallHC), tetapi sumber energi yang kesejahteraan dan vitalitasnya harus dipelihara dan ditingkatkan.

“Kita tahu bahwa dari dulu human resources itu selalu beradaptasi melakukan satu pembaruan, modernisasi dengan istilah-istilah, ada human resources, ada human capital dan kita yang memperkenalkan human energy management. Sepertinya kita yang pertama di dunia,” ujar Yosua Jap, Director & Chief Human Energy Officer OT Group dalam presentasi penjurian TOP Human Capital Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Senin (22/9/2025).

Hadir pula dalam sesi presentasi penjurian TOP HC Awards 2025 ini antara lain Ferry Foe (Deputy Chief of Human Energy), ⁠Francine Nathalia (Head of Talent Acquisition & Employer Branding), Fenny Irawan (Head of Organization Development), Laurensia Natalia (Head of People Service & HRIS), Deby Susanti (Head of People Management), Eko Widayanto (Head of Industrial Relations), serta Ezra Jawentinus (Talent Acquisiton Manager).

Yosua menjelaskan, OT Group memiliki visi Go Beyond dengan target masuk lima besar atau Top Five perusahaan di industri barang konsumsi cepat saji (FMCG) di Indonesia pada 2030. “Untuk mencapainya, kami membangun bukan hanya produk, tetapi juga energi manusia di baliknya,” ujar Yosua.

Berdiri sejak 1948, OT Group terkenal melalui produksi minuman kesehatan tradisional legendaris “Anggur Merah Orang Tua”. Sejak 1984, perusahaan memasuki industri FMCG dengan produk pasta gigi dan sikat gigi Formula, lalu memperluas portofolio ke makanan ringan, minuman kesehatan, household, hingga dairy farm.

BACA JUGA:   Kementerian PU Paparkan Program 2026 dalam RDP Bersama Komisi V DPR RI

Saat ini OT Group mengoperasikan 44 pabrik, 260 kantor cabang distribusi di Indonesia, dan kantor distribusi di Vietnam serta China, dengan sekitar 20.000 karyawan.

“Perusahaan kami bukan hanya holding investment, tetapi holding operational yang terlibat langsung di bisnis unit. Itu sebabnya kami butuh sistem pengelolaan sumber daya manusia yang holistik,” jelas Yosua.

Sebagai istilah yang baru, konsep Human Energy Management menyasar empat aspek utama dalam sumber daya manusia, yaitu fisik, mental, emosional, dan spiritual. Keempat aspek inilah yang menjadi fokus pengembangan karyawan OT Group sehingga bisa menghasilkan energi yang tinggi dari setiap individu.

Pengembangan keempat aspek itu diharapkan menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, inovatif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan, keterlibatan, dan kinerja tinggi karyawan.

Empat Pilar Human Energy Management

Yosua juga menjelaskan, OT Group membangun Human Energy Management melalui empat pilar strategis, yatu:

Facilitating Cycle – HEM menjadi fasilitator perputaran bisnis dan pendorong organisasi.

People Cycle – Mengelola perjalanan karyawan dari rekrutmen hingga pensiun, termasuk program mutasi lintas unit, lintas bisnis, dan sebagainya.

Planning & Retaining Right People – Penyusunan matrix career plan, individual development program, kamus kompetensi, serta pusat pembelajaran dengan lebih dari 350 modul pelatihan.

Administering Personnel – Pendataan dan pemanfaatan teknologi, termasuk rencana penggunaan AI untuk proses rekrutmen pada tahun depan.

“Yang menjadi salah satu kekuatan kita, kita menganut dua alam, kita bekerja secara otoritas struktural tapi juga ada bekerja secara project base. Sehingga saya sebagai seorang human energy management, saya bisa terlibat di dalam project farm misalnya dalam bagaimana kita mendirikan farm itu sampai dia bisa berjalan, beroperasional, bahkan sampai menjual. Jadi kita banyak terlibat di berbagai project termasuk juga teman-teman yang lain sehingga semuanya bisa ikut memahami bidang masing-masing,” kata Yosua.

BACA JUGA:   Dari Bar ke Big Data: Hollywings Kembangkan HCMS In-House untuk Kelola Ribuan Karyawan

Fasilitas Engagement Karyawan

Untuk memperkuat budaya perusahaan, OT Group mengadakan berbagai program seperti high impact motivation training, sertifikasi kepemimpinan Maxwell selama 21 bulan, hingga pelatihan “Menanak Nasi” bagi karyawan baru sebagai simbol pentingnya memahami proses kerja.

Perusahaan juga membangun employer branding lewat kerja sama dengan kampus atau universitas, visit ke pabrik, guest lecture atau kuliah tamu, serta memfasilitasi berbagai proyek kampus.

OT Group juga memiliki berbagai fasilitas dan kegiatan untuk meningkatkan engagement karyawan, antara lain tempat gym di kantor, Zumba Day, pijat gratis, Sport Community (futsal, bulutangkis), Liga OT, Medical Check up untuk karyawan, perpustakaan, hingga rencana pendirian Innovation Room dan Blue Room (ruang cerita).

“Kita juga memberikan apresiasi melalui OT Award untuk program Kaizen. Selain itu, kita juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan CSR,” kata Yosua.

Khusus untuk karyawan yang menjelang pensiun, OT Group juga memiliki training pra pensiun. Tapi untuk karyawan yang masih punya performa yang bagus, pihaknya tetap mempekerjakan karyawan tersebut.

Hasilnya, pada September 2024 OT Group meraih dua penghargaan Stellar Workplace Recognition untuk komitmen dan kepuasan karyawan. Meski indeks keterlibatan karyawan baru mencapai 85 persen, manajemen optimistis angka ini akan meningkat melalui program-program baru tersebut.

“Kami percaya, dengan konsep empat pilar Human Energy Management, OT Group akan memiliki energi besar untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis ke depan,” ujar Yosua.

Di akhir acara penjurian, Yosua dalam sesi closing statement mengucapkan terima kasih atas kesempatannya memperkenalkan konsep Human Energy Management dalam penjurian TOP Human Capital Awards 2025 ini.

Ia juga berterima kasih atas masukan-masukan yang diberikan dewan juri dalam penjurian ini. “Ada beberapa yang memang kita dalam keterbatasan, karena kita melakukan three years rolling plan. Minggu depan kita akan presentasi kepada board, mungkin ide-ide yang baru ini akan kita tambahkan,” pungkas Yosua.

BACA JUGA:   BI telah Raih Sejumlah Sertifikasi Internasional

Tags: OT GroupTOP Human Capital Awards 2024TOP Human Capital Awards 2025
Previous Post

Dirut PDAM Tirta Aji Banggakan BUMD se-Karesidenan Kedu Kompak, Berharap Manfaat Kehadiran Dewan Juri

Next Post

Realisasi Pembiayaan APBN hingga Agustus 2025 Capai Rp425,7 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR