Jakarta, TopBusiness – PT Dua Kelinci, perusahaan makanan dan minuman nasional yang dikenal melalui produk kacang dan snack-nya, menorehkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Melalui strategi pengembangan Human Capital (HC) yang terintegrasi dan berbasis digital, perusahaan berhasil meningkatkan produktivitas, efisiensi proses, serta menyiapkan talenta internal untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Transformasi ini merupakan bagian dari winning strategy perusahaan yang menempatkan “people” sebagai salah satu dari lima pilar utama bersama quality, brand, alignment, dan operational excellence.
“Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh manusianya. Karena itu, penguatan Human Capital menjadi prioritas utama dalam strategi korporasi,” ujar Head of ODTM Senior Manager PT Dua Kelinci Trisno, Trisno Simamora dalam presentasi di depan dewan juri TOP HC Awards 2025 yang digelar daring, Rabu (15/10/2025).
Trsino sendiri didampingi Yuni Astuti selaku Culture Manager yang silih berganti menjawab cecaran pertanyaan dewan juri di acara penjurian tersebut.
Trisno menambahkan, kelima pilar ini menjadi dasar penguatan daya saing perusahaan di pasar domestik maupun internasional.
“Pilar People menjadi salah satu penggerak utama keberhasilan strategi lainnya. Keberhasilan setiap pilar strategi sangat bergantung pada HC. Kebijakan HC yang selaras memastikan strategi bisnis dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan. HC harus mampu berperan sebagai Strategic Business Partner,” ujar Trisno.
Strategi pengembangan HC Dua Kelinci sendiri memang selaras dengan visi-misi Perusahaan yakni, dengan visi: ‘Menjadi produsen makanan yang terpercaya di pasar lokal dan global, unggul dalam kualitas produk dan layanan melalui inovasi yang berkelanjutan.’ Dan misi: ‘Bertumbuh bersama untuk membangun masyarakat bahagia.’
Perbaikan Produktivitas dan Budaya Kerja
Melalui serangkaian root cause analysis dan diskusi lintas direktorat, tim HC menemukan tantangan besar pada produktivitas dan konsistensi kinerja karyawan. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya peningkatan disiplin proses dan kemampuan analitis di seluruh lini.
Sebagai respons, perusahaan meluncurkan program continuous improvement dengan fokus pada coaching, mentoring, dan pembangunan budaya kerja kolaboratif. Hasilnya, produktivitas karyawan menunjukkan tren positif dan berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional serta pencapaian target bisnis.
Apalagi memang, Dua Kelinci sendiri menempatkan produktivitas sebagai prioritas utama. Prinsip continuous improvement itu diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian yang melekat dalam budaya organisasi untuk mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
“Karena jika produktivitas menurun, Impact to Business-nya adalah, kehilangan daya saing, ketidakpuasan pelanggan, pemborosan sumber daya, penurunan profitabilitas, produksi terlambat, dan kenaikan biaya operasional,” katanya.
Sehingga, dengan continuous improvement itu, kata Trisno, “Bertujuan untuk mendorong kreativitas, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi biaya operasional dengan membangun budaya perbaikan berkelanjutan yang kuat di seluruh organisasi.”
Dalam hal menggenjot produktivitas ini, Dua Kelinci kerap menggelar annual review dan sesi Brainstorming (All Directorate), beberapa poin penting muncul dari potensi-potensi yang ada dalam rangka menggenjot performa.
Di acara ini, dilakukan penyelarasan peran, tanggung jawab, dan disiplin proses masih perlu diperjelas untuk memastikan konsistensi kinerja. Juga ada penguatan kemampuan perencanaan strategis, keterampilan analitis, dan sistem bisnis menjadi fokus penting guna menunjang daya saing perusahaan.
Selanjutkan peningkatan kompetensi HC serta efektivitas sistem rekrutmen dibutuhkan agar mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data. Serta masalah tantangan turnover dan penguatan employee engagement perlu terus menjadi perhatian untuk menjaga stabilitas serta loyalitas tenaga kerja.
“Dengan evaluasi menyeluruh serta pertimbangan strategis, PT Dua Kelinci menetapkan Strategic Actions 2025 untuk memperkuat Human Capital sekaligus membangun keunggulan organisasi,” kata Trisno.
Adapun langkahnya adalah, pertama, Enhance Culture & Engagement. Meningkatkan implementasi budaya kerja sebagai strategi utama untuk mendorong engagement, produktivitas, dan menarik talenta terbaik (menuju Great Place to Work).
Kedua, Strengthen Talent & People Development. Mengembangkan program terintegrasi seperti Sekolah DK, coaching, mentoring, dan succession planning hingga level BOD -2. Ketiga, Talent & Employee Retention. Melakukan evaluasi engagement, penyeimbangan program benefit dengan benchmark industri, serta review produktivitas secara berkala.
Keempat, Adopt Technology & Strengthen HC Operations. Mengadopsi teknologi baru untuk memperkuat efisiensi operasional Human Capital dan sistem pengelolaan pengetahuan (knowledge management). Dan kelima, Build Strategic Networking & Competencies. Memperkuat kompetensi utama karyawan dengan pendekatan holistik serta memperluas benchmarking dan kolaborasi strategis antar fungsi.
“Strategic Actions ini menjadi fondasi KPI Human Capital serta menuntun arah kerja pada Key Initiatives, agar fungsi HC tidak hanya sekadar supporting role, tetapi benar-benar berperan sebagai Enabler & Business Partner bagi pertumbuhan berkelanjutan Perusahaan,” terangnya.
Digitalisasi HR: Lompatan Besar Menuju Efisiensi
Salah satu terobosan paling mencolok adalah implementasi transformasi digital dalam sistem Human Capital.
Sebelumnya, berbagai proses SDM seperti rekrutmen, penilaian kinerja, mutasi karyawan, hingga pengajuan cuti masih dilakukan secara manual dan berbasis dokumen fisik. Kini, seluruhnya telah terdigitalisasi melalui platform internal bernama DK Portal.
Langkah ini membuat proses kerja lebih cepat, akurat, dan transparan. Koordinasi antarbagian pun meningkat berkat data yang bisa diakses secara real time.
“Dengan sistem yang terintegrasi, HR kini tak lagi sibuk dengan urusan administratif. Kami bisa lebih fokus pada peran strategis: mengembangkan talenta dan memperkuat budaya perusahaan,” imbuh Yuni.
Menyiapkan Suksesor dari Dalam
Selain digitalisasi, PT Dua Kelinci juga menaruh perhatian besar pada talent management dan succession planning. Dari total 155 posisi kunci, kini 66% sudah memiliki suksesor internal — angka yang terus meningkat sejak 2023. Program ini meliputi pelatihan kepemimpinan, coaching, hingga pengembangan kompetensi melalui Individual Development Plan (IDP).
Hingga akhir 2024, 31 posisi strategis telah diisi melalui promosi internal, membuktikan efektivitas sistem pengembangan talenta yang dirancang perusahaan.
“Kami ingin memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan mulus. Dengan talenta internal yang siap pakai, adaptasi lebih cepat dan biaya rekrutmen eksternal dapat ditekan,” tambahnya.
Selain itu, transformasi Human Capital PT Dua Kelinci tidak hanya berdampak pada efisiensi internal, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di industri fast moving consumer goods (FMCG).
Karyawan kini lebih terlibat, produktivitas meningkat, dan keputusan berbasis data dapat diambil lebih cepat. Makanya, Perusahaan ini menciptakan SDM yang adaptif dan kompetitif.
Dengan kombinasi antara budaya kerja yang kuat dan pemanfaatan teknologi digital, PT Dua Kelinci membuktikan bahwa investasi pada manusia adalah fondasi utama untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
