Jakarta, TopBusiness – PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk atau Graha Trans tengah melakukan transformasi besar dalam bidang human capital (HC) untuk memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.
Perusahaan transportasi dan logistik ini tengah serius membangun sistem pengelolaan SDM yang modern, berbasis data, dan terintegrasi dengan strategi pertumbuhan perusahaan.
“Kami sedang melakukan transformasi di human capital. Banyak hal yang kami siapkan melalui roadmap ke depan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas organisasi,” ujar M. Rifki Abdul Aziz, Direktur Human Capital Graha Trans dalam presentasi penjurianTOP Human Capital Award 2025 yang dilakukan secara daring, Jumat (17/10/2025).
Hadir pula dalam penjurian ini, Ramdoni Triyana (HC Manager), Feri Firmansyah (Assistant GA Manager), Raymond (HCBP Manager), dan Ana Firmansyah (IR & ER Manager).
Sebab itu, tim Graha Trans dalam presentasi penjurian TOP HC Awards 2025 ini mengangkat tema Accelerating Business Through People, Human Capital Transformation at Graha Trans. Melalui strategi ini, Graha Trans menargetkan peningkatan efektivitas operasional, penguatan ekosistem talenta, serta pembentukan budaya kerja yang adaptif terhadap tantangan bisnis logistik nasional.
Graha Trans merupakan bagian dari Graha Corporation yang membawahi enam perusahaan di bidang transportasi dan manufaktur. Selain Graha Trans, grup ini menaungi Gama Trans, Sagara, dan beberapa unit bisnis pendukung seperti manufaktur karoseri, pabrik ban vulkanisir dengan PT Falcon, serta PT Navaraya yang bergerak di body repair.
“Kami membangun ekosistem transportasi yang terintegrasi. Sebelumnya, banyak pekerjaan dilakukan pihak ketiga. Sekarang, kami kembangkan sendiri agar lebih efisien, hemat biaya, dan efektif,” jelas Rifki.
Dari sisi operasional, Graha Trans telah berkembang pesat sejak awal berdiri pada 2005. Dulu hanya memiliki puluhan truk, kini armadanya mencapai 1.800 unit dengan jaringan layanan di Bekasi, Tangerang, Bandung, Cianjur, Bogor, dan Pasuruan. Peningkatan kapasitas ini juga didorong oleh penguatan SDM di berbagai lini.
“Jadi kita membuka lokasi-lokasi tersebut untuk memberikan layanan prima terhadap customer kita, karena kebanyakan pool itu dibuat mendekati lokasi customer,” ujar Rifki.
Membangun Talenta dari Dalam
Transformasi human capital Graha Trans menekankan talent mobility dan pengembangan karier internal. Perusahaan membuka peluang besar bagi karyawan untuk naik jabatan melalui internal promotion.
“Kami punya kebijakan memprioritaskan promosi dari internal. Banyak karyawan yang berkembang dari level staf hingga posisi direktur,” ungkap Rifki. Salah satu contoh sukses adalah direktur keuangan perusahaan yang memulai kariernya dari posisi staf.
Graha Trans juga menerapkan sistem nine box talent mapping, yang memetakan karyawan berdasarkan kinerja dan potensi, mulai dari kategori medioker hingga talent star. Hasil pemetaan digunakan untuk menyusun individual development plan (IDP) yang disesuaikan dengan aspirasi pribadi dan kebutuhan perusahaan.
“Kami tidak membatasi pengembangan karier secara vertikal saja. Banyak karyawan yang melakukan rotasi lintas departemen, bahkan lintas fungsi. Ini memperkaya kompetensi mereka,” kata Rifki.
Dengan kebijakan tersebut, 39% posisi manajerial kini diisi melalui promosi internal. Dampaknya signifikan yakni tingkat turnover berkurang 20%, dan talent yang ready ini kurang lebih ada 94%.
Program Member Get Member
Dalam presentasinya, Rifki juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar Graha Trans adalah rekrutmen sopir atau driver. “Tidak semua orang bercita-cita menjadi driver, terutama generasi muda. Karena itu, kami perlu pendekatan baru,” ujar Rifki.
Dari tantangan itu lahirlah program inovatif Member Get Member (MGM) atau inisiatif di mana driver lama merekomendasikan rekan mereka untuk bergabung di Graha Trans. Program ini terbukti efektif mampu menekan angka kecelakaan dan turnover karena adanya “body system” di mana driver lama membantu adaptasi driver baru.
Sebagai apresiasi, perusahaan memberikan insentif finansial dan nonfinansial bagi driver yang berhasil merekrut rekan baru. Hasilnya, cost per hire bisa ditekan hingga 40%, mempercepat time-to-fill dari 21 hari menjadi 10 hari, serta menurunkan turnover driver menjadi hanya 1%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri transportasi yang berada di kisaran 4–5%.
Pelatihan dan Efisiensi Operasional
Dalam proses rekrutmen, kata Rifki, semua driver wajib mengikuti test drive dan defensive driving training untuk memastikan kelayakan dan keselamatan. Mereka juga dilatih efisiensi bahan bakar, komunikasi dengan pelanggan, serta pengecekan kondisi kendaraan sebelum beroperasi.
Program pelatihan ini berkontribusi nyata terhadap perusahaan. Itu terlihat dari data bahwa 95% driver telah berpartisipasi, insiden turun 30%, efisiensi bahan bakar meningkat 5%, dan perbaikan rute mencapai 80%.
Selain itu, kata Rifki, pihaknya juga meningkatkan employer branding melalui kampanye internal dan eksternal seperti kegiatan olahraga, kerohanian, dan publikasi di LinkedIn. Dengan kegiatan ini, engagement meningkat signifikan dilihat dari followers media sosial meningkat 300% dan Employee Satisfacton Indeks naik dari 78% menjadi 91%.
“Kami juga baru meluncurkan Employee Opinion Survey pada September lalu, untuk memetakan tingkat keterlibatan karyawan dan merumuskan action plan tiap departemen. Kami percaya, karyawan yang engage akan mendorong pelanggan yang puas, pelanggan yang puas akan meningkatkan bisnis dan kinerja keuangan perusahaan,” tutur dia.
Transformasi human capital Graha Trans bukan hanya tentang memperkuat SDM, tapi juga membangun budaya kolaboratif. Rifki menegaskan, perusahaan ingin semua insan Graha Trans berperan sebagai penggerak perubahan.
“Kami tidak hanya mendorong driver untuk moving trucks, tapi juga seluruh insan perusahaan untuk moving company. Bersama-sama kita wujudkan semangat driving excellence, together we move,” ujar Rifki mengakhiri sesi presentasinya.
Keberhasilan Graha Trans dalam melakukan transformasi human capital inilah yang membuat perusahaan terpilih menjadi salah satu kandidat peraih TOP Human Capital Awards 2025.
