Jakarta, TopBusiness — PT Bank Perekonomian Rakyat Muara Enim (Perseroda) atau BPR Muara Enim memaparkan kinerja dan strategi bisnisnya di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, dengan menekankan peran bank daerah tersebut sebagai pendorong pembiayaan UMKM sekaligus kontributor pendapatan asli daerah (PAD).
Direktur Utama BPR Muara Enim, Zaman Hury, menyampaikan bahwa visi perseroan tetap diarahkan pada pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus utama pada layanan keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Adapun visi BPR Muara Enim adalah, “Menjadi BPR yang sehat terus tumbuh seiring kepercayaan masyarakat dalam layanan keuangan”. Dengan misi, “Menjadi BPR sebagai pilar utama pemenuhan kebutuhan layanan keuangan bagi pelaku UMKM serta masyarakat umum khususnya di pedesaan. Serta sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).”
“Visi dan misi BPR Muara Enim adalah menjadikan bank perekonomian rakyat yang terus maju dan tumbuh. Alhamdulillah, sampai saat ini kami tetap bertumbuh,” ujar Zaman Hury dalam paparan penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, secara online, Senin (12/1/2026).
Menurut Zaman, sejak perubahan nama dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat ata dari BPR sebelumnya, orientasi bisnis perusahaan tidak bergeser, yakni menjadikan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan. Strategi tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
“Kami tetap fokus sebagai pilar pertumbuhan layanan keuangan bagi UMKM. Ke depan, kami menunggu regulasi agar BPR Muara Enim dapat berperan lebih optimal sebagai sumber pendapatan asli daerah,” tegas dia.
Kiprah apiknya terhadap sektor UMKM tak lepas dari positifnya kinerja keuangan BPR Muara Enim. Disebutkan Zaman, kondisi bank masih berada dalam kategori sehat. Rasio kecukupan modal (CAR) per akhir 2025 lalu tercatat sebesar 29,59 persen dan cash ratio di posisi 15,66 persen. Meski begitu memang, rasio kredit bermasalah (NPL) masih berada di level 5,46 persen.
“NPL memang sedikit naik, tetapi masih dalam kondisi sehat. Dengan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) kami sudah kami bentuk sebesar 100 persen,” Zaman menegaskan.
Focus terhadap juga terlihat dari peran intermediasinya yang optimal. Tercatat, hingga 2025, penyaluran kredit BPR Muara Enim tercatat tumbuh signifikan. Dari target di Rencana Bisnis Bank (RBB) Rp104,06 miliar, realisasi kredit mencapai sekitar Rp121,77 miliar. Atau dengan pencapaian 117,02 persen.
Adapun untuk dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan, dengan tabungan tumbuh sekitar 29 persen menjadi Rp13,20 miliar dan deposito mencapai Rp33,12 miliar.
“Dari target tabungan di RBB Rp10,19 miliar. Jadi tercapai di atas target. Kredit juga tumbuh tinggi dibandingkan rencana bisnis bank,” kata Zaman.
Dari sisi profitabilitas, laba perseroan pada 2025 tercatat Rp4,4 miliar atau sekitar 91,73 persen dari target RBB. Zaman menjelaskan, penurunan tipis laba dibandingkan target lantaran dipengaruhi pembukaan kantor cabang baru yang belum mencapai titik impas.
“Secara konsolidasi laba kami Rp4,4 miliar karena kantor cabang baru masih minus. Namun pencapaian untuk aset, tabungan, dan kredit tetap meningkat,” ujarnya.
Serta pencapain positif lainnya adalah setoran PAD. Terlihat, kontribusi terhadap daerah juga sangat menjadi sorotan. Dari laba yang dihasilkan, sekitar 50 persennya atau Rp2,4 miliar disetorkan sebagai PAD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, kami sudah memberikan PAD sekitar Rp2,4 miliar. Dari tahun ke tahun kontribusi ini terus kami jaga,” kata Zaman.
Selain aspek keuangan, BPR Muara Enim juga menekankan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola. Perseroan menerapkan sistem rekrutmen terbuka, pelatihan berkelanjutan, serta skema insentif berbasis kinerja.
“Kami memberikan insentif kepada seluruh karyawan jika target tercapai. Penilaian kinerja kami lakukan secara terukur, termasuk untuk pengurus,” ujarnya.
Pacu Inovasi dan Digitalisasi
Untuk bisa terus mengakar di hati nasabahnya, BPR Muara Enim konsisten menegdepankan inovasi dan memperkuat digitalisasi. Salah satu iniovasinya Adalah adanya produk Tabungan Arisan Masyarakat Muara Enim (TAMASYA) yaitu produk tabungan bersama yang bertujuan untuk menghimpun dana masyarakat yang dikemas dalam bentuk arisan dengan nominal dan hadiah yang telah ditentukan.
Juga ada program tabungan “suka-suka berhadiah”, dengan nominal dan hadiah berdasarkan lamanya dana itu mengendap di tabungan.
Selain itu dalam hal digitalisasi, Zaman juga menyebut perseroan telah mengimplementasikan sejumlah aplikasi pendukung operasional dan layanan nasabah, termasuk sistem administrasi SDM, penyimpanan data, serta layanan transaksi digital bagi nasabah.
“Digitalisasi kami arahkan untuk efisiensi manajemen dan kemudahan layanan kepada nasabah,” jelasnya.
Salah satu Solusi bisnisnya adalah Flou Storage (OSS) yang diimplementasikan tahun 2024. Ini menjadi solusi untuk melindungi data dengan enkripsi tinggi dan menyimpan data dalam jumlah besar tanpa batasan fisik dan terhindar dari kerusakan fisik.
Juga ada aplikasi pembayaran yakni MMBC Payment yang sudah dikembangkan lama sejak 2019 lalu. Ini adalah platform pembayaran yang menyediakan berbagai layanan transaksi digital secara praktis dan efisien. Dengan fitur unggulannya seperti reservasi tiket, yakni tiket pesawat, kereta api, dan hotel. Juga top up pulsa, seperti isi ulang pulsa untuk berbagai operator. Lalu pembayaran digital, seperti top up PLN, GoPay, dan berbagai layanan digital lainnya. Pembayaran tagihan, untuk bayar tagihan listrik, PDAM, Telkom, dan lainnya. Serta kemudahan transaksi di semua layanan dapat dilakukan dalam satu platform.
Sementara untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, BPR Muara Enim juga menegaskan perannya dalam pembangunan sosial daerah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ini termasuk dukungan terhadap pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, serta perlindungan pekerja informal.
“Kami ikut membantu pemerintah daerah melalui program sosial, termasuk asuransi bagi pekerja informal seperti tukang becak dan ojek,” kata Zaman. Dengan kinerja tersebut, manajemen berharap BPR Muara Enim dapat meningkatkan pencapaiannya dalam ajang TOP BUMD Awards tahun ini. “Tahun lalu kami meraih Bintang 4. Mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat menjadi Bintang 5,” tutup Zaman.
