TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Genjot Transformasi Digital, Kinerja Bank Wonogiri Melesat di 2025

Abi Abdul Jabbar Sidik
28 January 2026 | 17:08
rubrik: BUMD, Event
Genjot Transformasi Digital, Kinerja Bank Wonogiri Melesat di 2025

Jakarta, TopBusiness – Pertumbuhan industri keuangan daerah semakin kompetitif seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital yang cepat, mudah, dan inklusif. Di tengah tantangan itu, PT BPR Bank Wonogiri (Perseroda) berhasil mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, serta peningkatan laba yang tetap terjaga.

Dalam presentasinya pada kegiatan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah Top Business secara daring pada Senin (26/01/2026), Direktur Utama Bank Wonogiri Suparmo menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari strategi inovasi berkelanjutan, transformasi digital, serta pembenahan tata kelola perusahaan.

“Kami melakukan akselerasi digitalisasi pelayanan BPR sebagai respon terhadap kondisi dan tantangan industri lembaga keuangan untuk mempermudah akses keuangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Suparmo dalam pemaparannya.

Kinerja Keuangan yang Terus Bertumbuh

Secara keuangan, Bank Wonogiri menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Total aset Bank pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp153,57 miliar, meningkat dibandingkan Desember 2024 sebesar Rp145,97 miliar atau tumbuh sekitar 5%.

Pertumbuhan juga terlihat pada penghimpunan dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) naik menjadi Rp113,52 miliar, tumbuh sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan tabungan dan deposito berjangka.

Tabungan secara keseluruhan meningkat dari Rp62,81 miliar menjadi Rp68,59 miliar atau tumbuh 9%. Sementara produk deposito berjangka juga naik 11% menjadi Rp44,93 miliar.

Suparmo menyampaikan bahwa Bank Wonogiri berfokus pada sektor produktif lokal, terutama UMKM dan masyarakat yang belum banyak terlayani bank umum.

“Strategi kami fokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah serta masyarakat yang belum banyak terlayani oleh bank umum. Kami memberikan layanan keuangan yang lebih sederhana, cepat, dan mudah dipahami oleh masyarakat khususnya pedesaan atau semi perkotaan,” jelasnya.

Di tengah dinamika industri, Bank Wonogiri berhasil menjaga profitabilitas. Laba setelah pajak pada 2025 meningkat sekitar 7% menjadi Rp2,99 miliar, dengan pendapatan naik menjadi Rp18,81 miliar.

BACA JUGA:   Bank BPD Bali Tancap Gas Menuju KBMI II, Perkuat Fondasi Digital, UMKM, dan Keuangan Berkelanjutan

Kinerja ini juga menunjukkan efisiensi yang semakin baik. Rasio BOPO turun dari 82,00% menjadi 80,01%, menandakan operasional Bank lebih efisien dibanding tahun sebelumnya. Return on Assets (ROA) pun meningkat dari 2,19% menjadi 2,58%.

“Laba setelah pajak mengalami peningkatan sekitar 7% dari tahun 2024 dengan total laba 2,989 miliar,” ungkap Suparmo.

Permodalan Tetap Kuat di Atas Ketentuan Minimum

Dari sisi permodalan, kondisi Bank Wonogiri tetap sangat sehat. Rasio kecukupan modal (KPMM/CAR) berada di level 26,13%, jauh di atas batas minimum regulator sebesar 12%.

“Sedikit rasio keuangan yang utama adalah dari sisi permodalan. KPM kami sekitar 26,13, artinya masih dalam taraf sehat dari batas minimal 12%,” tegas Suparmo.

Permodalan yang kuat ini menjadi fondasi penting bagi Bank untuk tetap ekspansif sekaligus menjaga stabilitas di tengah tantangan ekonomi.

Meski mencatat pertumbuhan positif, Bank Wonogiri juga menghadapi tantangan utama pada kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL) mengalami kenaikan pada 2025.

NPL Gross naik dari 11,44% menjadi 13,82%, sementara NPL Net meningkat dari 9,26% menjadi 10,83%. Kondisi ini menjadi perhatian karena mencerminkan adanya tekanan pada portofolio pembiayaan, terutama di segmen produktif.

Namun demikian, Bank telah menyiapkan pencadangan kredit bermasalah secara penuh. Rasio PPAP terhadap PPAPWD tetap di angka 100%, menandakan mitigasi risiko kredit telah dipenuhi sesuai ketentuan.

Selain itu, Bank juga menerapkan strategi kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Total kredit yang disalurkan pada Desember 2025 tercatat Rp117,68 miliar, turun 7% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini dinilai sebagai langkah prudent untuk menjaga kualitas aset.

Suparmo menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko menjadi bagian dari agenda transformasi Bank. “Kami mematuhi ketentuan BUJK, meningkatkan kualitas manajemen risiko, dan digitalisasi layanan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Berdayakan Masyarakat Desa, Program TJSL PTPN XIV Dukung Bisnis Perusahaan yang Berkelanjutan

Selain risiko kredit, tantangan lain yang dihadapi Bank adalah penurunan margin bunga bersih. Net Interest Margin (NIM) turun dari 7,53% menjadi 6,74%, mengindikasikan adanya tekanan pada pendapatan bunga.

Di sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) turun dari 118,28% menjadi 115,20%, namun masih berada pada level tinggi sehingga memerlukan pengelolaan likuiditas yang lebih hati-hati.

Cash Ratio juga turun dari 22,06% menjadi 19,43%, menunjukkan penurunan cadangan kas. Meski demikian, Bank tetap memiliki struktur pendanaan yang kuat dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang stabil.

Inovasi Digital Jadi Motor Penguatan Layanan

Salah satu sorotan utama dalam presentasi Bank Wonogiri pada ajang TOP BUMD Awards 2026 adalah percepatan transformasi digital yang dikembangkan secara mandiri oleh tim internal perusahaan. Digitalisasi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah, tetapi juga memperkuat efisiensi operasional bank dalam menghadapi tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif.

Suparmo menegaskan bahwa akselerasi digital menjadi langkah strategis Bank Wonogiri dalam memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat pedesaan dan pelaku UMKM yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau bank umum.

“Kami melakukan akselerasi digitalisasi pelayanan BPR sebagai respon terhadap kondisi dan tantangan industri lembaga keuangan untuk mempermudah akses keuangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Suparmo.

Dalam mendukung penguatan sistem internal, Bank Wonogiri mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang seluruhnya dibangun oleh tim IT internal tanpa vendor eksternal. Salah satu inovasi yang telah berjalan sejak 2023 adalah aplikasi notifikasi transaksi melalui WhatsApp yang dikenal sebagai  JOSS WA.

Aplikasi ini memungkinkan nasabah mendapatkan notifikasi otomatis setiap kali melakukan setoran, penarikan, hingga pengecekan saldo secara mandiri. Bahkan, nasabah dapat melihat mutasi rekening terakhir tanpa harus datang ke kantor bank maupun menggunakan pulsa pribadi.

“Inovasi yang telah kami luncurkan adalah JVA, aplikasi notifikasi transaksi melalui WhatsApp. Nasabah dapat melihat transaksi setoran, penarikan, dan cek saldo. Aplikasi ini dikembangkan oleh IT internal Bank Wonogiri dan sudah direplikasi oleh BPR lain,” kata Suparmo.

BACA JUGA:   Strategi PUD Aneka Usaha Karanganyar Perkuat Kinerja Bisnis dan Kontribusi PAD Daerah

Selain mendukung layanan nasabah, inovasi digital juga diterapkan untuk meningkatkan sistem pengawasan internal, seperti absensi berbasis Android real time yang sudah terintegrasi dengan penilaian KPI karyawan. Dengan sistem ini, target kerja pegawai dapat dipantau langsung setiap hari sebagai bagian dari budaya kerja berbasis kinerja.

Tidak hanya pada sisi internal, Bank Wonogiri juga meluncurkan inovasi yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha produktif. Salah satunya adalah aplikasi pengajuan kredit online bernama Credigo yang digunakan sejak 2023.

Melalui platform ini, debitur dapat mengajukan pinjaman secara digital menggunakan gadget, kapan pun dan di mana pun. Sistem ini dirancang sederhana agar mudah digunakan masyarakat desa maupun pelaku UMKM, sekaligus mempercepat proses pembiayaan produktif.

Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Bank Wonogiri dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat perannya sebagai lembaga intermediasi pembangunan ekonomi lokal.

Inovasi Terbaru 2026: SnapBank Berbasis Chip e-KTP

Bank Wonogiri juga memperkenalkan inovasi terbaru yang akan diluncurkan pada 2026, yakni SnapBank atau Snapank. Sistem ini terintegrasi langsung dengan core banking dan memungkinkan nasabah melakukan setoran, penarikan, hingga pengecekan saldo secara mandiri melalui perangkat khusus dengan dukungan chip e-KTP.

Teknologi ini meningkatkan kecepatan dan akurasi transaksi karena nominal diinput langsung oleh nasabah. Namun, verifikasi teller tetap dilakukan untuk memitigasi risiko operasional dan menjaga keamanan transaksi.

“Inovasi terbaru tahun 2026 adalah Snapank, terintegrasi dengan core banking, khusus untuk pencetakan slip setoran maupun penarikan dengan chip e-KTP. Nasabah dapat melakukan setoran, penarikan, dan cek saldo, namun tetap diverifikasi teller untuk mengantisipasi risiko,” lanjut Suparmo.

Tags: Bank WonogiriPT BPR Bank WonogiriTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Targetkan Aset Rp 1 Triliun, Bank Kerta Tangerang Mantap Melaju Jadi BPR Terbaik Nasional

Next Post

Perkuat Tata Kelola dan Inovasi, Jamkrida Bali Mandara Sukses Bawa Ekonomi Bali Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR