TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Melesat, RSUD TBSI Kubu Raya Perkuat Peran sebagai Penggerak Pembangunan Kesehatan Daerah

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 February 2026 | 17:21
rubrik: BUMD, Business Info, Event
Kinerja Melesat, RSUD TBSI Kubu Raya Perkuat Peran sebagai Penggerak Pembangunan Kesehatan Daerah

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah, RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mencatatkan tren kinerja yang konsisten meningkat. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini tidak hanya membukukan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan, tetapi juga memperkuat tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mempercepat transformasi layanan berbasis inovasi, serta memperluas kontribusinya dalam pembangunan kesehatan daerah.

Dalam pemaparan pada wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah Top Business secara daring, Direktur RSUD TBSI, Asep Ahmad Saefullah, menegaskan bahwa penguatan kinerja rumah sakit daerah tidak dapat dilepaskan dari komitmen mutu, inovasi, dan integritas.

“Tentunya dengan niat dan motivasi yang sangat kuat bahwa kalau merantau itu harus juga bermanfaat di tempat kita berada. Itu juga yang menjadikan bahwa apa yang saya lakukan, apa yang rumah sakit lakukan, harus selalu mengutamakan mutu, berinovasi, dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar dr. Asep.

Pendapatan Tumbuh Konsisten, Kinerja BLUD Tembus 99 Persen

Sejak mulai beroperasi pada Januari 2020, RSUD TBSI menjalani fase awal yang penuh tantangan. Namun, keputusan strategis untuk menerapkan pola pengelolaan BLUD menjadi titik balik penting dalam akselerasi kinerja rumah sakit. Penetapan status BLUD pada Januari 2021 membuka ruang fleksibilitas keuangan dan manajerial yang mendorong peningkatan layanan sekaligus kinerja bisnis.

Pendapatan rumah sakit menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Pada 2021, pendapatan tercatat sekitar Rp900 juta. Angka ini melonjak hampir tiga kali lipat menjadi sekitar Rp4,9 miliar pada 2022, kemudian meningkat menjadi Rp6 miliar pada 2023, Rp7 miliar pada 2024, dan mendekati Rp8 miliar pada 2025. Sejalan dengan itu, capaian kinerja BLUD pada 2025 mencapai 99,16 persen.

BACA JUGA:   Indonesia Siap Lelang 60 Lapangan Migas, 25 Raksasa Tertarik Masuk

“Sejak awal kami meyakini bahwa pintu utama agar rumah sakit ini bisa berkembang adalah dengan menjadi BLUD. Dengan pola pengelolaan ini, rumah sakit memiliki ruang untuk bergerak lebih cepat, lebih adaptif, namun tetap akuntabel,” jelas dr. Asep.

Kinerja keuangan tersebut turut diperkuat oleh peningkatan kepercayaan masyarakat, tercermin dari nilai Survei Kepuasan Masyarakat yang mencapai 91,2 persen, Standar Pelayanan Minimal sebesar 85,5 persen, serta Indeks Pelayanan Publik dengan skor 4,34 dalam kategori sangat baik.

Transformasi Layanan dan Inovasi Digital Jadi Penopang Utama

Pertumbuhan kinerja RSUD TBSI tidak hanya bertumpu pada aspek keuangan, tetapi juga pada transformasi layanan berbasis inovasi dan digitalisasi. Salah satu terobosan utama adalah penerapan SIKEMAS, sistem survei kepuasan masyarakat berbasis daring dan real time yang memungkinkan evaluasi pelayanan dilakukan secara cepat dan transparan.

Selain itu, rumah sakit mengembangkan berbagai inovasi layanan yang berdampak langsung pada kualitas pengalaman pasien. Mulai dari Terapi Musik Syafe, yang memanfaatkan musik petik tradisional untuk meningkatkan kenyamanan psikologis pasien, hingga layanan Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) pada persalinan yang mempercepat proses pemulihan pasien pascaoperasi.

Inovasi lainnya adalah TEKURAS, teknologi pengolahan air bersih dari air gambut yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional. Teknologi ini tidak hanya menjawab keterbatasan infrastruktur air bersih di sekitar rumah sakit, tetapi juga menghasilkan air layak minum yang dimanfaatkan oleh pasien dan tenaga kesehatan.

“Inovasi-inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan tidak menjadi hambatan, tetapi justru pemicu untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ungkap dr. Asep.

Perluasan Layanan dan Penguatan SDM Menuju Rumah Sakit Tipe C

Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD TBSI secara bertahap memperluas layanan kesehatan strategis. Pembukaan layanan ICU, PICU, NICU, serta Unit Transfusi Darah Rumah Sakit menjadi tonggak penting dalam memperkuat fungsi rumah sakit sebagai rujukan daerah. Upaya ini ditopang oleh keberhasilan meraih Akreditasi Paripurna serta capaian zona integritas dan pengusulan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

BACA JUGA:   Power Commerce Asia Gelar Studi Independen e-Commerce

Tahun 2026 menjadi momentum penting dengan hadirnya gedung baru dan dimulainya proses peningkatan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya turut mendukung langkah ini melalui penyempurnaan sarana prasarana serta pemberian insentif bagi tenaga medis, termasuk dokter spesialis dan dokter umum.

“Peningkatan tipe rumah sakit harus dibarengi perbaikan menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia. SDM adalah kunci utama dalam menjaga mutu layanan kesehatan,” kata dr. Asep.

Lebih dari sekadar institusi layanan kesehatan, RSUD TBSI diposisikan sebagai penggerak pembangunan kesehatan daerah. Keberadaan rumah sakit ini berperan dalam meningkatkan akses layanan, mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Kubu Raya dan sekitarnya.

Pengembangan infrastruktur, penguatan layanan rujukan, serta inovasi berbasis kebutuhan lokal menjadi bagian dari kontribusi RSUD TBSI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sektor kesehatan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pusat juga terus diperkuat untuk memastikan transformasi rumah sakit berjalan konsisten dan berdampak luas.

“Kami berkomitmen menjaga mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat dengan mengedepankan kualitas serta keterbukaan terhadap penilaian eksternal. Ini bagian dari upaya kami menghadirkan layanan kesehatan daerah yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas dr. Asep.

Tags: RSUD Tuan Besar Syarif IdrusTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Jadi Local Champion, Bank Wonosobo Pacu Transformasi Digital dan Kinerja Bisnis

Next Post

PAM Kota Padang Pulihkan 99% Layanan Air Bersih Pascabanjir, Perkuat Sistem Mitigasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR