Jakarta, TopBusiness – RSU Haji Medan kembali terpilih menjadi nominator penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2026. UPTD Khusus milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan status BLUD ini, memiliki visi ‘Kolaborasi SUMUT Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan.’ Dan untuk itu, RSU Haji Medan pun baru saja mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, Jumat (13/2/2026).
Hadir dalam penjurian, diantaranya adalah Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution, M.Kes; Wakil Direktur Umum & Pengembangan SDM, Ridesman, SKM, SH, M.Kes, MH; dan Wakil Direktur Perencanaan & Keuangan, Fakhrial Mirwan Hasibuan, SKM, MKM, M.Med.Sc.
Dalam penjurian, Yulinda menyatakan jika RSU Haji Medan memiliki aktifitas usaha menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan meliputi: pelayanan medik, keperawatan, kefarmasian, penunjang, pengobatan, pemulihan, rehabilitasi, pencegahan, promosi kesehatan, dan pelayanan kesehatan lainnya dalam rangka peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat secara umum dan melaksanakan pelayanan kesehatan haji secara khusus.
Dan dalam melaksanakan aktifitas usahanya tersebut, RSU Haji Medan dicatat melaksanakan 3 strategi bisnis.
Ketiga strategi bisnis tersebut adalah: Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga medis, tenaga kesehatan, serta tenaga pendukung atau penunjang kesehatan; Memenuhi sarana, prasarana dan alat kesehatan sesuai standar layanan kompetensi rumah sakit Strata Utama; dan Meningkatkan tata kelola rumah sakit dan kualitas pelayanan publik.
Pertumbuhan Signifikan
Dalam melaksanakan aktifitas usaha dengan strategi bisnis yang ada, RSU Haji Medan dicatat berhasil meraih prestasi dalam bidang kinerja keuangan. Hal ini terbukti dengan adanya kinerja keuangan RSU Haji Medan yang menunjukkan tren peningkatan secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.
Realisasi Pendapatan misalnya. Tahun 2023 dicatat sebesar Rp93.558.950.473. Tahun 2024 meningkat menjadi Rp132.911.562.422. Dan tahun 2025 kembali meningkat menjadi Rp176.752.743.927.
“Adanya peningkatan sebesar Rp43.841.181.505 atau 32,98% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, berasal dari kenaikan jasa pelayanan kesehatan seiring meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap,” kata Yulinda.
Sementara itu realisasi belanja tahun 2023 dicatat sebesar Rp234.221.796.773. Pada tahun 2024 dicatat sebesar Rp211.378.346.101, dan tahun 2025 dicatat sebesar Rp228.682.402.807. Jika dibandingkan antara tahun 2025 dan 2024, persentase realisasi belanja tahun 2025 mencapai 102,30%, meningkat dibanding 100,79% pada 2024. Capaian di atas 100% terjadi karena penggunaan ambang batas untuk memenuhi kebutuhan operasional, meskipun tidak tersedia alokasi Dana Transfer dari Pemerintah Pusat.
RSU Haji Medan juga mencatatkan meraih tingkat kemandirian naik secara yoy. Tahun 2023, tingkat kemandirian dicatat sebesar 39,94%. Tahun 2024 dicatat sebesar 62,88%. Dan tahun 2025 menjadi 77,29%. Dengan adanya tingkat kemandirian 77,29% pada 2025 menunjukkan pendapatan jasa (non-APBD) semakin mendekati kemampuan menutup biaya operasional, dengan tren peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Kinerja Layanan
Selain berhasil meraih prestasi dalam bidang kinerja keuangan, RSU Haji Medan juga dicatat berhasil meningkatkan kinerja layanan dan kepercayaan publik. Peningkatan kinerja layanan bahkan dicatat melampaui target.
Seperti, Bed Occupancy Rate (BOR) tahun 2025 meningkat menjadi 78,49% dan melampaui target. Tahun 2024, BOR RSU Haji Medan sebesar 77,08%. Tempat tidur juga dicatat meningkat. Tahun 2024 dicatat sebesar 308 TT. Tahun 2025 menjadi 328 TT. Length of Stay (LOS) juga mencapai target yaitu sebesar 4 dan capaian LOS di tahun 2025 berhasil mempertahankan capaian yang sama di tahun sebelumnya
Untuk kinerja layanan pula, RSU Haji Medan meraih Akreditasi Paripurna dari KARS. Akreditasi ini meningkat dari sebelumnya yaitu UTAMA. RSU Haji Medan bahkan meraih predikat BLUD berkinerja BAIK dari BPKP, serta meraih status Badan Publik INFORMATIF dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara.
Peningkatan kepercayaan publik ditandai dengan meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat. Tahun 2024, Indeks Kepuasan Masyarakat dicatat sebesar 87,60%. Tahun 2025 meningkat menjadi 89,31%. Kepercayaan publik juga ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien. Tahun 2025, jumlah kunjungan pasien mencapai 221.129.
Perkuat Tata Kelola
Menurut Yulinda kembali, semua capaian terkait kinerja keuangan, kinerja layanan, dan kepercayaan publik RSU Haji Medan tidak datang dengan sendirinya. Namun melalui penguatan tata kelola yang akuntabel secara sustainable.
Beberapa penguatan tata kelola yang telah dilaksanakan diantaranya adalah dengan menyelaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis. Penyelarasan tersebut, dicantumkan dalam Renstra Tahun 2025-2029. Seperti misalnya, meningkatkan jumlah dan mutu tenaga medis, tenaga Kesehatan, serta tenaga pendukung atau penunjang Kesehatan RS. Peningkatan ini dilakukan secara bertahap melakukan rekruitmen SDM yang disesuaikan dengan analisa kebutuhan dan jabatan, serta memperhatikan ketercukupan anggaran BLUD.
RSU Haji Medan juga melakukan secara terus menerus meningkatkan kompetensi SDM, Direksi, Komisaris/Pengawas. Baik melalui Diklat teknis dan fungsional, mengirimkan dokter untuk pendidikan lanjutan, dan melaksanakan magang ke RS lain.
“Dari total 1.154 orang pegawai RSU Haji Medan, tercatat 912 orang di antaranya (79,03%) telah mengikuti peningkatan kapasitas SDM sepanjang Tahun 2025, dengan jumlah total jam pelajaran sebanyak 46.116 jam. Jumlah pegawai yang telah memenuhi 20 JPL pelatihan setahun ada sebanyak 780 orang (67,59% dari total pegawai),” kata Yulinda.
Selain itu, RSU Haji Medan juga menerapkan prinsip Good Governance melalui sistem pengendalian internal, manajemen risiko, audit SPI, dan evaluasi berkala. Di samping itu pula, juga menerapkan Sistem Manajemen Kinerja, KPI, Reward & Punishment.
Inovasi dan Terobosan
Kembali dia menegaskan, di samping melalui penguatan tata kelola, semua capaian terkait kinerja keuangan, kinerja layanan, dan kepercayaan publik RSU Haji Medan tidak lepas dari dihadirkannya inovasi dan terobosan.
Adapun beberapa inovasi dan terobosan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut. Pertama, menghadirkan digitalisasi melalui aplikasi AVIAT (SIMRS) sejak 2020, dengan menghadirkan fitur patient management, billing, EMR, bridging sistem, hingga human resource. Kedua, penambahan 1 poliklinik (41 menjadi 42 layanan). Ketiga, penambahan 20 TT rawat inap.
Keempat, membangun Paviliun Madinah (Tower A) sebagai Gedung Rawat Inap. Kelima, membangun Gedung SPECT sebagai gedung layanan kedokteran nuklir untuk pelayanan kanker.
Keenam, pada tahun 2025, UPTD Khusus RSU Haji Medan menjalani akreditasi sebagai Lembaga Pelatihan Bidang Kesehatan, dan memperoleh status akreditasi DASAR. Terobosan human capital tersebut, tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga berpotensi menekan belanja diklat dan menambah pendapatan BLUD.
Kontribusi ke Pemda
Dengan banyaknya keberhasilan meningkatkan kinerja yang ada, maka RSU Haji Medan kemudian dicatat mampu memberi banyak kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Beberapa kontribusi tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, menjadi RS rujukan Kelas B dan jejaring layanan unggulan KJSU-KIA Strata Utama. Kedua, mencegah masyarakat berobat ke luar negeri. Ketiga, menjadi RS Pendidikan untuk Co-Ass, PIDI, PPDS, dan magang. Keempat, menambah aset pemerintah daerah. Kelima, membuka lapangan kerja bagi 1.154 SDM kesehatan dan non-kesehatan.
RSU Haji Medan juga berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok lokal dan investasi berwawasan lingkungan. Terlebih, RSU Haji Medan juga menerapkan program green hospital, pengelolaan limbah medis berizin, revitalisasi IPAL, serta desain hemat energi.
“Dengan adanya kinerja keuangan yang tumbuh signifikan, peningkatan kemandirian fiskal, tata kelola yang akuntabel, inovasi layanan berbasis digital, serta kontribusi nyata terhadap PAD dan perekonomian daerah, maka RSU Haji Medan kini semakin menguat sebagai BLUD yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pelayanan publik,” pungkas Yulinda.
