TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BSS Optimalkan Pengelolaan CSR, Fokus pada Dampak Nyata bagi Masyarakat

Agus Haryanto
11 March 2026 | 18:46
rubrik: Event
BSS Optimalkan Pengelolaan CSR, Fokus pada Dampak Nyata bagi Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – PT Bina Sarana Sukses atau BSS terus memperkuat implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Berbagai program sosial yang telah dijalankan di lapangan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan dan publikasi kegiatan CSR perusahaan.

Direktur Umum BSS, Teguh Susanto, mengatakan bahwa kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan CSR menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperluas wawasan sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang selama ini telah dijalankan.

“Ini merupakan kesempatan pertama bagi kami untuk berbagi pengalaman. Tujuan kami adalah menambah wawasan dari luar terkait aktivitas-aktivitas yang selama ini telah kami lakukan,” ujar Teguh saat memberikan pemaparan materi presentasi bertajuk “Pioneering Green Technology, Empowering Local Talents – BSS Road to Sustainable Mining Excellence.”

Dalam paparannya di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Teguh menjelaskan bahwa berbagai kegiatan CSR sebenarnya telah dilaksanakan secara nyata di lapangan. Namun demikian, perusahaan menyadari bahwa aspek dokumentasi dan publikasi kegiatan CSR kepada pihak eksternal masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, sejumlah kegiatan sosial perusahaan memang telah dipublikasikan kepada masyarakat luas, tetapi jumlahnya masih terbatas sehingga belum sepenuhnya menggambarkan berbagai aktivitas CSR yang telah dijalankan perusahaan.

“Kami menyadari dokumentasi yang kami miliki belum tersusun dengan baik. Publikasi ke pihak eksternal juga masih sangat terbatas. Oleh karena itu kesempatan ini menjadi penting bagi kami untuk belajar dan memperbaiki diri,” kata Teguh melalui aplikasi rapat Zoom di Jakarta, Rabu (11/03/2026).

Pada kesempatan tersebut, perusahaan juga memaparkan gambaran singkat mengenai berbagai program CSR yang selama ini telah dijalankan. Selain itu, BSS juga membuka diri untuk menerima berbagai masukan dan arahan dari para pemangku kepentingan agar program yang dilaksanakan ke depan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan arahan dari Bapak dan Ibu sekalian agar ke depan pelaksanaan CSR kami dapat menjadi lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan bahwa jika dilihat dari sisi usia perusahaan, BSS masih tergolong relatif muda di industri pertambangan. Tahun ini perusahaan tersebut baru memasuki usia 21 tahun sejak pertama kali berdiri.

BACA JUGA:   PTPL Bangun Budaya GRC untuk Go Global

Perjalanan perusahaan, kata dia, tidak selalu berjalan mulus. BSS berawal dari usaha berskala kecil yang berfokus pada kegiatan pengangkutan batu bara atau hauling.

Seiring perkembangan waktu, perusahaan menghadapi berbagai dinamika industri batu bara yang kerap mengalami pasang surut. Kondisi tersebut memberikan banyak pelajaran penting bagi manajemen dalam mengelola bisnis secara lebih profesional.

“Perusahaan ini berawal dari usaha yang sangat kecil. Pada awal berdirinya kami bergerak di bidang pengangkutan batu bara atau hauling. Dalam perjalanan waktu kami merasakan dinamika industri yang cukup besar,” jelas Teguh.

Pengalaman menghadapi berbagai tantangan tersebut mendorong perusahaan untuk terus melakukan pembenahan, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Bagi BSS, kegiatan CSR tidak sekadar menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ke depan, perusahaan berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan program CSR mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga dokumentasi dan publikasi. Dengan demikian, berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan dapat diketahui secara lebih luas serta memberikan inspirasi bagi pihak lain.

Melalui langkah tersebut, BSS berharap dapat memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial sekaligus meningkatkan hubungan harmonis dengan masyarakat.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri, perusahaan optimistis bahwa berbagai pembenahan yang dilakukan akan membuat pelaksanaan CSR menjadi semakin terarah, terukur, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.


Tata Kelola

Selain menjalankan berbagai program sosial, BSS juga terus memperkuat implementasi CSR melalui tata kelola yang terintegrasi di seluruh lini organisasi. Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai departemen strategis di perusahaan agar program sosial yang dijalankan dapat memberikan dampak optimal bagi masyarakat maupun perusahaan.

CSR Head Office PT BSS, Amrefri, menjelaskan bahwa pelaksanaan CSR di perusahaan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, tetapi merupakan hasil kolaborasi lintas departemen.

“Dalam pelaksanaan CSR di PT BSS, kami menerapkan kolaborasi yang melibatkan berbagai departemen. Tujuannya agar program sosial yang direncanakan dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan operasional perusahaan,” ujar Amrefri.

BACA JUGA:   Bank Kalsel Berupaya Penuhi Modal Minimum

Beberapa departemen yang terlibat secara aktif dalam implementasi CSR antara lain Finance, Human Capital and General Services (HCGS), Safety, Production, Planning, serta Business Development. Masing-masing unit memiliki peran berbeda sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya.

Departemen Finance berperan dalam memastikan perencanaan dan pengelolaan anggaran program CSR berjalan secara transparan dan akuntabel. Sementara itu, Human Capital and General Services (HCGS) mendukung pengembangan sumber daya manusia serta mendorong keterlibatan karyawan dalam berbagai kegiatan sosial perusahaan.

Departemen Safety memastikan setiap kegiatan CSR tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Adapun departemen Production dan Planning membantu mengintegrasikan program sosial dengan aktivitas operasional perusahaan di lapangan.

Selain itu, Business Development juga berperan dalam mengidentifikasi peluang kerja sama dan kemitraan yang dapat mendukung keberlanjutan program CSR perusahaan.

Menurut Amrefri, kolaborasi lintas departemen tersebut menjadi kunci penting dalam menciptakan program CSR yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Dengan keterlibatan berbagai departemen, kami dapat memastikan bahwa setiap program CSR dirancang secara matang, dilaksanakan secara terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, BSS berharap implementasi CSR dapat terus berkembang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Penerapan tata kelola CSR dan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi bagi BSS menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung keberlanjutan industri pertambangan. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek produksi dan keuntungan bisnis, tetapi juga memperhatikan dampak sosial, lingkungan, serta tata kelola perusahaan yang baik.

Implementasi CSR dan ESG dimulai dari komitmen kuat pimpinan perusahaan atau yang dikenal dengan konsep tone from the top. Dalam pendekatan ini, jajaran manajemen puncak seperti Board of Directors (BOD) dan Board of Commissioners (BOC) memiliki peran penting dalam memimpin agenda keberlanjutan perusahaan.

BACA JUGA:   Berkat Inovasi dan Tata Kelola, Kinerja BPR Padang Pariaman Makin Tumbuh dan Berkembang

Berbagai program dan kebijakan CSR secara rutin dibahas dalam forum manajemen seperti mid-year review, annual meeting, serta monthly management review. Melalui forum tersebut, perusahaan juga menetapkan indikator kinerja keberlanjutan atau Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi target bagi seluruh unit kerja.

Selain komitmen pimpinan, tata kelola CSR dan ESG juga didukung oleh struktur organisasi yang jelas. Struktur ini memastikan setiap program sosial dan lingkungan dapat direncanakan, dilaksanakan, serta dievaluasi secara sistematis.

Dalam praktiknya, struktur tata kelola tersebut melibatkan pimpinan perusahaan sebagai pengarah kebijakan strategis, komite CSR dan ESG sebagai pengawas program, serta departemen CSR bersama tim operasional yang bertugas melaksanakan berbagai kegiatan di lapangan.

Di sisi lain, kebijakan dan etika bisnis menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan CSR dan ESG. Perusahaan menerapkan berbagai kebijakan yang menekankan integritas dalam operasional bisnis, termasuk kebijakan anti-korupsi dan anti-gratifikasi dengan prinsip zero tolerance. Selain itu, perusahaan juga menerapkan Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana pelaporan pelanggaran secara aman serta mendorong transparansi dalam setiap aktivitas bisnis.

Penerapan kebijakan tersebut mengacu pada pedoman tanggung jawab sosial yang diatur dalam standar internasional ISO 26000 yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization.

Selain mengacu pada standar internasional, implementasi CSR dan ESG juga berlandaskan berbagai regulasi nasional yang mengatur praktik pertambangan yang bertanggung jawab, salah satunya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1824 Tahun 2018 tentang kaidah teknik pertambangan yang baik.

Di tingkat global, berbagai program keberlanjutan perusahaan juga diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui integrasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Dengan tata kelola CSR dan ESG yang terintegrasi, perusahaan pertambangan dapat menjalankan operasional yang lebih bertanggung jawab serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan ini juga menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya industri pertambangan yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Previous Post

Hutama Karya dan Gubernur Sumsel Cek Kesiapan Tol Palembang – Betung

Next Post

Dukung Transparansi Informasi, Bursa Kripto CFX Hadirkan Laporan Industri Aset Kripto

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR