TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proklim Pertamina Patra Niaga FT Madiun Dukung Pengelolaan Sampah dan Kembangkan Ekonomi Produktif

Fauzi
26 March 2026 | 16:31
rubrik: CSR, Event
Proklim Pertamina Patra Niaga FT Madiun Dukung Pengelolaan Sampah dan Kembangkan Ekonomi Produktif

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Madiun mengungkap program CSR unggulan perusahaan saat wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, Kamis (26/3/2026).

Adalah Program Kampung Iklim (Proklim) yang berlokasi di Jalan Pesanggrahan, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur. Program ini menjadi inisiatif unggulan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus mitigasi perubahan iklim di wilayah perkotaan.

Community Development Officer FT Madiun, Lintang Akbar, menjelaskan bahwa pelaksanaan CSR perusahaan berlandaskan regulasi nasional, salah satunya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

“Latar belakangnya adanya Program Kampung Iklim sebagai CSR di Fuel Terminal Madiun itu yang mendasari adalah karena adanya Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007,” ujar Lintang di hadapan dewan juri antara lain Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Prof. Setya Arinanto (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia), dan Nurdizal M. Rachman (Corebest Indonesia).

Program Proklim dijalankan sejalan dengan visi CSR perusahaan, yakni “Menuju kehidupan masyarakat yang berdaya dan mandiri untuk mendukung kegiatan FT Madiun menjadi terminal BBM berwawasan lingkungan.”

Tantangan lingkungan di Kota Madiun menjadi salah satu pemicu utama. Timbunan sampah yang mencapai 120–130 ton per hari dinilai berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

“Hal ini akan menyebabkan adanya perubahan iklim yaitu emisi gas rumah kaca. Dan adanya persoalan itu maka kami berinisiatif untuk melakukan mitigasi perubahan iklim dengan melakukan kegiatan program Kampung Iklim,” kata Lintang.

Selain itu, aktivitas distribusi BBM yang menjadi bisnis utama perusahaan juga memiliki potensi dampak lingkungan. Limbah non-B3 berupa segel pengiriman BBM menjadi salah satu fokus pengelolaan melalui Proklim.

BACA JUGA:   Kinerja Melambung Kala Bank CIMB Niaga Syariah Hadirkan GRC

“Segel itu adalah limbah non-B3 sehingga segel yang digunakan untuk mensegel bottom loader mobil tangki itu dapat digunakan kembali dan diolah kembali oleh kelompok Proklim itu sendiri,” jelasnya.

Strategi dan Implementasi Program

Program Proklim FT Madiun dirancang berbasis partisipasi masyarakat. Perencanaan dilakukan melalui forum diskusi kelompok (FGD) yang melibatkan RT, RW, serta kelompok Bank Sampah dan Proklim.

“Dalam perencanaan juga kita melakukan FGD dengan menghadirkan RT, RW, dan anggota kelompok,” ujar Lintang.

Seiring pengembangannya, program tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga diperluas ke sektor ekonomi produktif. Salah satunya melalui budidaya ikan berbasis biofloc serta pengolahan plastik menjadi produk kerajinan.

“Program Proklim juga telah mampu memberikan peningkatan pendapatan sekitar 10% dari sebelumnya,” ungkapnya.

Inovasi digital turut diperkenalkan melalui aplikasi bank sampah “SOKROSOK”, yang memudahkan masyarakat dalam menyetorkan sampah tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Aplikasi ini digunakan untuk memudahkan pengambilan sampah kepada masyarakat untuk diberikan kepada Bank Sampah Pesanggrahan tanpa nasabah harus datang ke bank sampah,” jelas Lintang.

Selain itu, penerapan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) juga digunakan untuk mendukung pertanian hidroponik.

“Di mana penggunaan air dengan alat siram siram sistem otomatis (IoT) di Greenhouse untuk penanaman melon itu mampu menghemat sekitar 7,33 meter kubik per harinya. (Selain itu) lahan yang tidak produktif dapat digunakan sebagai lahan tanaman pangan,” ungkap Lintang.

Kolaborasi dan Penguatan Kapasitas

Dalam pelaksanaannya, FT Madiun menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, hingga akademisi dan sekolah.

“Kita juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan, dan juga sivitas akademika seperti Universitas PGRI Madiun,” kata Lintang.

BACA JUGA:   GNI Palm Plantation Tekankan CSR Berbasis ESG untuk Tekan Dampak Lingkungan dan Perkuat Ekonomi Lokal

Penguatan kapasitas dilakukan melalui berbagai pelatihan, baik bagi karyawan maupun masyarakat. Karyawan mendapatkan sertifikasi pengendalian pencemaran, sementara masyarakat dibekali pelatihan digitalisasi bank sampah dan budidaya ikan.

Monitoring dilakukan secara rutin setiap bulan, dengan evaluasi berkala setiap enam bulan atau akhir tahun. Untuk mengukur dampak sosial, perusahaan juga menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI).

“Hasil dari di tahun 2025 nilai SROI kita adalah sebesar 1,48,” ujarnya.

Exit Strategy Menuju Kemandirian

FT Madiun telah menyiapkan strategi keberlanjutan program melalui pendekatan exit strategy bertahap. Pada 2026, perusahaan menerapkan phasing down, yakni pengurangan intervensi agar masyarakat mulai mandiri. “Kita pelan-pelan melepas Proklim agar bisa mandiri,” jelas Lintang.

Selanjutnya pada 2027, pendekatan phasing over akan dilakukan dengan mendorong replikasi program ke kelompok baru.

“Kelompok-kelompok ini mampu membina kelompok yang baru dengan memberikan pelatihan-pelatihan,” tambahnya.

Berdampak Nyata

Program Proklim menunjukkan dampak signifikan. Dari sisi lingkungan, tercatat pengurangan sampah organik hingga 16.000 kg dan sampah anorganik 1.380 kg.

Selain itu, program ini mampu menekan emisi metana sekitar 2.013 kg per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kg per tahun.

Di sektor ekonomi, kelompok masyarakat mencatat peningkatan pendapatan hingga Rp14,6 juta secara akumulatif, serta penghematan biaya listrik sekitar Rp700.000 per bulan melalui pemanfaatan panel surya.

Program ini juga melibatkan sekitar 40 anggota aktif, dengan penerima manfaat tidak langsung mencapai 3.000 orang.

“Dengan adanya Proklim ini mampu memberikan semangat masyarakat untuk ikut mengolah sampah,” kata Lintang.

Bagi perusahaan, program CSR ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat reputasi dan stabilitas operasional.

“Mampu meningkatkan reputasi dari perusahaan dan menjaga stabilitas operasional perusahaan dengan terjadinya kerjasama dengan multistakeholder,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pertamina Patra Niaga Terapkan Agile Management System Untuk Pengembangan SDM

Sementara bagi masyarakat, program ini meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan lingkungan, serta bagi pemerintah membantu menekan timbulan sampah dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Secara keseluruhan, Proklim menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan yang mengedepankan prinsip People, Planet, Profit. “Kegiatan distribusi BBM perusahaan itu tidak hanya bertujuan untuk profit oriented saja tapi juga kita berkewajiban untuk membantu pengelolaan dalam lingkungan di sekitar perusahaan,” tutup Lintang.

Tags: PT Pertamina Patra Niaga FT MadiunTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Sebanyak 2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Dirut JSMR: Diskon Tarif Tol 30% Kembali Berlaku Hari Ini

Next Post

Kinerja Kuartal IV Melesat, AMMN Catatkan Laba Bersih Sebesar US$ 258 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR