Jakarta, TopBusiness – PT Bank Sinarmas Tbk terus memperkuat implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan strategi bisnis dan prinsip keberlanjutan. Melalui berbagai program di bidang pendidikan, literasi keuangan, dan lingkungan, perseroan berupaya menciptakan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan oleh Retno Tri Wulandari, Corporate Secretary Bank Sinarmas, dalam sesi presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026. Ia menjelaskan bahwa program CSR Bank Sinarmas dirancang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta tetap terkait erat dengan bisnis inti perusahaan sebagai lembaga perbankan.
“Bank Sinarmas melaksanakan berbagai program CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini kami jalankan dengan mengacu pada prinsip keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun tata kelola,” ujar Retno dalam pemaparannya.
Menurut Retno, fokus utama program CSR Bank Sinarmas berada pada pengembangan masyarakat, khususnya melalui pendidikan, literasi keuangan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.
Integrasi CSR dengan Tata Kelola Perusahaan
Dalam aspek tata kelola, Bank Sinarmas menempatkan implementasi CSR dan ESG di bawah pengawasan langsung Direksi dan Dewan Komisaris. Bahkan, perusahaan membentuk komite khusus yang melibatkan Direktur Utama, unit kepatuhan, corporate secretary, human capital, finance, hingga agent banking.
Menurut Retno, pengawasan aktif dari manajemen puncak penting untuk memastikan bahwa kebijakan keberlanjutan berjalan efektif dan selaras dengan strategi bisnis.
“Dewan Komisaris secara aktif mendorong direksi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi CSR dan ESG sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Bank Sinarmas juga menerapkan prinsip kehati-hatian melalui berbagai kebijakan seperti program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (PPSPM). Program tersebut dijalankan menggunakan pendekatan berbasis risiko dan merujuk pada berbagai regulasi nasional.
Selain itu, dalam penyaluran pembiayaan perusahaan juga melakukan evaluasi aspek lingkungan melalui dokumen seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDA) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup – Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) guna memastikan aktivitas debitur tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan.
Dorong Literasi Pendidikan dan Keuangan
Salah satu program CSR unggulan Bank Sinarmas adalah “Peduli Pendidikan Anak dan Gerakan Literasi” melalui pengembangan taman bacaan masyarakat di Desa Sukaluyu, Bogor, Jawa Barat.
Program ini bertujuan meningkatkan budaya membaca serta memberikan edukasi literasi keuangan sejak dini kepada anak-anak dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang dilakukan antara lain pembangunan kebiasaan membaca, serta pengajaran membaca-menulis-berhitung (calistung) bagi anak prasekolah.
Program ini tidak hanya menyasar anak-anak usia sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar, termasuk kaum ibu yang masih mengalami keterbatasan literasi dasar. “Kami menemukan bahwa di beberapa wilayah masih ada ibu-ibu yang belum bisa membaca. Karena itu kami juga memberikan pembelajaran membaca bagi orang tua. Kami percaya membangun generasi yang baik harus dimulai dari keluarga,” kata Retno.
Untuk memperluas akses literasi, Bank Sinarmas juga menyediakan fasilitas motor baca keliling yang membawa buku-buku bacaan ke berbagai sudut desa. Program ini memungkinkan anak-anak membaca di berbagai lokasi, bahkan di ruang terbuka atau tempat bermain.
“Kami menyediakan akses membaca hingga ke pelosok desa. Dengan motor baca keliling, anak-anak dapat membaca di mana saja. Kami juga membuat kegiatan belajar yang menyenangkan seperti permainan edukatif agar mereka semakin tertarik untuk belajar,” ujarnya.
Retno mengungkapkan bahwa program tersebut telah berkembang pesat sejak pertama kali berjalan pada 2017. “Awalnya hanya terdapat 14 anak yang bergabung dengan koleksi sekitar 600 buku dan satu program literasi. Namun pada 2025 telah berkembang menjadi 15 program literasi yang melibatkan ratusan masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, program literasi tersebut telah menjangkau sekitar 223 anak usia sekolah sebagai pembaca aktif serta melibatkan 360 masyarakat dari empat desa di Kecamatan Tamansari, Bogor. Program ini juga berperan menekan angka putus sekolah serta meningkatkan kesadaran literasi keuangan masyarakat.
Dalam program taman bacaan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep pengelolaan keuangan sederhana melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SIMPEL). Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung gerakan literasi keuangan nasional.
“Kami mengajarkan literasi keuangan sejak dini, termasuk membuka rekening Simpanan Pelajar bagi anak-anak. Harapannya mereka bisa belajar menabung dan memahami pengelolaan keuangan sejak kecil,” jelas Retno.
Selain bagi anak-anak, Bank Sinarmas juga memberikan edukasi keuangan bagi masyarakat dewasa, khususnya para pelaku usaha mikro di desa. “Kami juga menyalurkan kredit UMKM bagi ibu-ibu dan pelaku usaha kecil di daerah tersebut, sekaligus memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya.
Program literasi keuangan ini juga dilakukan di beberapa wilayah lain seperti Yogyakarta, dengan sasaran petani, peternak, serta pelaku UMKM di pedesaan.
Pemberdayaan Petani melalui Teknologi MOL
Selain program pendidikan, Bank Sinarmas juga menjalankan program CSR di bidang lingkungan dan ketahanan pangan. Salah satunya adalah program optimalisasi aplikasi pangan sehat berbasis teknologi Konsorsium Mikroorganisme Lokal (MOL) yang dilaksanakan di Bali dan Yogyakarta.
Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan dan sampah organik menjadi media tanam serta produk pertanian yang bernilai ekonomi.
“Kami bekerja sama dengan yayasan lingkungan hidup untuk mengedukasi petani dan peternak agar dapat mengolah limbah ternak, khususnya kotoran sapi, menjadi media tanam dan berbagai produk yang bermanfaat,” jelas Retno.
Melalui teknologi MOL, limbah peternakan tidak lagi menjadi sumber pencemaran, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami, media tanam, hingga bahan pakan ternak.
Program ini juga bertujuan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi biaya produksi serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
“Dengan teknologi ini, petani dapat memanfaatkan limbah ternak untuk kebutuhan pertanian mereka sendiri. Ini membuat biaya produksi lebih efisien dan sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan,” kata Retno.
Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular di tingkat desa. Dari hasil pengolahan limbah tersebut, masyarakat dapat menghasilkan berbagai produk turunan seperti pupuk organik, media tanam, hingga produk ramah lingkungan seperti sabun lerak alami.
“Produk turunan ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.
Dorong Ekosistem Keuangan Berkelanjutan
Retno menegaskan bahwa ke depan Bank Sinarmas akan terus memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitas bisnis, termasuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
“Target jangka panjang kami adalah meningkatkan investasi pada instrumen keuangan berkelanjutan serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission melalui kebijakan pembiayaan yang lebih hijau,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Bank Sinarmas berharap program CSR tidak hanya memberikan dampak sosial, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi menuju sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Sepanjang 2025 sendiri, Bank Sinarmas telah menyalurkan dana sekitar Rp 1,88 miliar untuk kegiatan TJSL serta Rp 500,7 juta untuk program filantropi, yang mencakup kegiatan literasi keuangan, pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dukungan Pembiayaan Berkelanjutan
Sebagai lembaga keuangan, kata Retno, kontribusi keberlanjutan Bank Sinarmas juga tercermin dari portofolio pembiayaan berwawasan lingkungan. Sepanjang 2025, realisasi penyaluran kredit untuk kegiatan usaha berkelanjutan mencapai sekitar Rp 2,1 triliun.
Pembiayaan tersebut antara lain dialokasikan untuk pengelolaan sumber daya hayati berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, serta pembiayaan UMKM yang mencapai sekitar Rp1,67 triliun.
Selain kredit, Bank Sinarmas juga melakukan investasi pada berbagai instrumen keuangan berkelanjutan seperti green sukuk, obligasi SDGs, serta obligasi berwawasan lingkungan dengan total nilai lebih dari Rp 109,5 miliar.
Di sisi penghimpunan dana, perusahaan juga meluncurkan produk Tabungan Simas SHARE, yakni tabungan yang memungkinkan nasabah menabung sekaligus berdonasi karena 50% bunga bersih tabungan secara otomatis disalurkan untuk kegiatan sosial.
Perkuat Dampak Sosial dan Nilai Perusahaan
Retno menegaskan bahwa program TJSL atau CSR Bank Sinarmas tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan nilai perusahaan.
Menurutnya, melalui program pemberdayaan masyarakat dan literasi keuangan, Bank Sinarmas dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Program CSR ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus bagi perusahaan, karena dapat meningkatkan brand image serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan,” kata Retno.
Selain itu, berbagai program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) melalui produk-produk perbankan seperti tabungan pelajar dan layanan digital.
Ke depan, Bank Sinarmas berkomitmen untuk terus mengembangkan program CSR yang berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
