TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Optimalisasi CSR untuk ESG, SSMS Menuju World Class Sustainability

Fauzi
16 April 2026 | 06:25
rubrik: CSR, Event
Optimalisasi CSR untuk ESG, SSMS Menuju World Class Sustainability

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (IDX: SSMS) menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan program CSR perusahaan dengan strategi ESG (Environmental, Social, and Governance) sebagai bagian dari arah bisnis berkelanjutan.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Manager CSR SSMS, Abdur Rahman, menjelaskan bahwa perusahaan mengusung tema “Optimalisasi Peran CSR dalam Mendukung Strategi ESG Perusahaan” sebagai landasan dalam memperkuat kontribusi sosial sekaligus meningkatkan daya saing bisnis.

“Kami mengambil tema optimalisasi peran CSR dalam mendukung strategi ESG perusahaan, sebagai upaya memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi inti, bukan sekadar pelengkap operasional,” ujarnya dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Majalah TopBusiness, Selasa (14/4/2026).

SSMS mengusung visi menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit kelas dunia. Adapun misinya antara lain:

  1. Untuk mewujudkan potensi kelapa sawit secara maksimal
  2. Membangun usaha perkebunan yang professional
  3. Untuk Menambah nilai bagi seluruh pemangku kepentingan
  4. Untuk menerapkan praktik terbaik tata kelola Perusahaan
  5. Menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan canggih
  6. Mengembangkan sumber daya manusia dan potensi lokal dalam semangat kemitraan

Sebagai perusahaan kelapa sawit yang mengelola 23 perkebunan, 8 pabrik kelapa sawit, serta satu fasilitas pendukung di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, SSMS terus mendorong produktivitas melalui inovasi dan efisiensi.

Strategi tersebut dilakukan dengan penggunaan bibit unggul, pemanfaatan riset dan pengembangan, serta optimalisasi lahan tanpa ekspansi besar-besaran.

Dari sisi kinerja, perusahaan menargetkan produktivitas 23,5 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun dan 6,7 ton crude palm oil (CPO) per hektare, dengan kualitas minyak yang memenuhi standar industri.

BACA JUGA:   Lewat Program CSR Bumiloka, Merdeka Tsingshan Indonesia Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Adopsi Triple Bottom Line dan Enam Pilar CSR

Dalam menjalankan CSR, SSMS mengadopsi konsep triple bottom line yang mencakup profit, planet, dan people. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi dalam merancang kebijakan dan program keberlanjutan.

“Dalam peduli terhadap perusahaan, kami meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan praktik manajemen terbaik. Untuk lingkungan, kami fokus pada pengurangan emisi dan pengelolaan limbah. Sedangkan untuk masyarakat, kami memberdayakan komunitas melalui berbagai program CSR,” kata Abdur Rahman.

Pendekatan ini juga diperkuat dengan keterlibatan langsung manajemen puncak. Direksi, lanjutnya, memiliki tanggung jawab dalam pengawasan implementasi ESG dan memastikan transparansi pelaporan melalui annual report dan sustainability report.

“Target seperti sertifikasi RSPO, ISPO, hingga net zero emission kami tempatkan sebagai agenda strategis di level manajemen puncak, bukan hanya operasional,” tegasnya.

Implementasi CSR SSMS dijalankan melalui enam pilar utama, yaitu sosial budaya, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan community development.

Pada pilar sosial budaya, perusahaan secara rutin menyalurkan bantuan sosial, termasuk sembako hingga ratusan ton setiap tahun serta dukungan kegiatan keagamaan.

Di bidang pendidikan, SSMS mengelola 22 sekolah dari tingkat TK hingga SMK yang dapat diakses secara gratis, dilengkapi dengan program beasiswa, magang, hingga laboratorium pendidikan.

Sementara pada sektor kesehatan, perusahaan menjalankan berbagai program seperti layanan kesehatan gratis, sunatan massal, dan penanggulangan stunting.

“Kami juga memiliki program pemberdayaan masyarakat, termasuk pendampingan UMKM dan kelompok wanita tani, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di sektor lingkungan, perusahaan berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengelolaan sampah, serta menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi. Sementara pada pilar infrastruktur, pembangunan jalan, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan menjadi fokus utama.

BACA JUGA:   Resmi, BSM Umat Bertransformasi Menjadi BSI Maslahat

Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Sosial

Selain program CSR, SSMS juga menaruh perhatian pada pengelolaan dampak sosial yang muncul di sekitar wilayah operasional.

Perusahaan mengedepankan komunikasi intensif dengan masyarakat untuk meminimalkan potensi konflik, termasuk terkait akses ekonomi dan perekrutan tenaga kerja.

“Kami melakukan sosialisasi dan komunikasi secara intensif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tujuan perusahaan serta manfaat yang diperoleh,” jelas Abdur Rahman.

Perusahaan juga memprioritaskan tenaga kerja lokal serta menerapkan sistem pengupahan yang sesuai regulasi guna mengurangi potensi kecemburuan sosial.

Dalam hubungan industrial, SSMS mendorong pembentukan serikat pekerja dan forum komunikasi bipartit sebagai wadah dialog antara karyawan dan manajemen.

Menuju World Class Sustainability

Sebagai bagian dari komitmen lingkungan, SSMS menargetkan penurunan emisi sebesar 20 persen hingga tahun 2042 melalui roadmap net zero emission. Upaya ini dilakukan melalui efisiensi energi, monitoring emisi karbon, serta penerapan teknologi ramah lingkungan.

“Kami memiliki komitmen dan roadmap yang jelas menuju net zero emission, dengan target penurunan emisi sebesar 20 persen dibanding baseline,” ungkapnya.

Dalam perjalanan keberlanjutan, SSMS telah bertransformasi dari fase kepatuhan menuju integrasi keberlanjutan sebagai budaya perusahaan. Targetnya, pada 2028 perusahaan dapat mencapai posisi sebagai world class sustainability company.

Kinerja keberlanjutan perusahaan juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, penjualan meningkat 42,89 persen secara tahunan, produksi naik 36,1 persen, serta jumlah mitra binaan meningkat 66,9 persen. Di sisi lingkungan, emisi berhasil ditekan 11 persen dan penggunaan energi turun 17,7 persen.

Program CSR

SSMS menempatkan prinsip prinsip CSR/ESG, Diversity, Equity & Inclusion (DEI), serta Green Jobssebagai bagian dari DNA perusahaan yang terinternalisasi dalam budaya kerja, perilaku karyawan, dan sistem operasional.

BACA JUGA:   Presiden: Gunakan Produk Dalam Negeri untuk Kemajuan Bangsa

“Pendekatan ini memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi cara berpikir, bersikap, dan bertindak seluruh insan perusahaan,” jelas Abdur Rahman.

Bicara soal program CSR sebagai adaptasi dari ISO 26000. Ada beberapa program CSR yang dijalankan terkait dengan tata kelola organisasi, hak asasi manusia, praktik ketenangankerjaan, lingkungan, operation, customer dan keterlibatan community development.

“Beberapa kebijakan yang ada termasuk juga FPIC kemudian net zero emission di tahun 2042 kaitan dengan lingkungan dan beberapa program CSR kaitan dengan community development,” lanjutnya.

Adapun program CSR yang dijalankan berkaitan dengan pilar yang diusung antara lain penyediaan bantuan pangan, hewan urban, pendidikan gratis 14 tahun dari mulai TK sampai dengan SMK, termasuk beasiswa mahasiswa, guru bantu desa.

Demikian pula dengan pilar kesehatan dan pemberdayaan di mana ada beberapa kelompok yang sedang didampingi dan selalu dibina oleh perusahaan.

Untuk program CSR unggulan, SSMS telah menjalankan sejumlam program, antara lain Kemitraan Petani Berkelanjutan, Perhutanan Sosial & Kemitraan Lingkungan, Perhutanan Sosial & Kemitraan Lingkungan, Desa Peduli Api (MPA), Energi Terbarukan dan Pengelolaan Limbah, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (UMKM & Pertanian), Pendidikan dan Pengembangan SDM Lokal, serta Koservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati.

Dengan strategi terintegrasi antara CSR dan ESG, SSMS tidak hanya memperkuat kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Tags: PT Sawit Sumbermas Sarana TbkTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Penggantian Jembatan Manyar Lama di Gresik Ditargetkan Rampung Agustus 2026

Next Post

Inovasi CSR PLTA Saguling: Ubah Sampah Jadi Berkah, Ubah Krisis Lingkungan Jadi Kekuatan Ekonomi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR