Jakarta, TopBusiness – Dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan, tata kelola perusahaan yang sehat, serta transformasi menjadi perusahaan berkelas global.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Teknik dan Produksi sekaligus Chief of Sustainability Officer WIKA Beton Verly Widiantoro, yang berlangsung online di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Mengawali pemaparannya, Verly menyampaikan apresiasi kepada Tim Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, atas kesempatan yang kembali diberikan kepada WIKA Beton untuk mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang kembali diberikan kepada WIKA Beton untuk mengikuti penjurian TOP CSR Awards 2026. Tahun ini kami kembali memaparkan berbagai pencapaian, program keberlanjutan, serta komitmen perusahaan yang telah dijalankan sepanjang 2025 dan rencana penguatan program ke depan pada 2026,” ujar Verly saat mempresentasikan materi berjudul ‘Beyond Compliance: Creating Shared Value for Sustainable Impact’.
Tampak hadir Sekretaris Perusahaan Ignatius Harry Sumartono, Manajer Divisi Transformation Engineering and Quality Festy Ratna Aditama, Manajer Bidang GCG, GA, TJSL Darmawan Wicaksono, serta Tim TJSL, seperti Nirmala Fauzia dan Yoslivia Demarshandi.
Dalam pemaparannya, Verly menjelaskan bahwa WIKA Beton telah melakukan pembaruan visi perusahaan sejak tiga tahun lalu sebagai bagian dari transformasi bisnis dan penguatan arah strategis perusahaan.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama dalam visi baru WIKA Beton. Pertama, menjadi perusahaan global yang mampu bersaing dalam kualitas maupun operasional di tingkat internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan keterlibatan WIKA Beton dalam berbagai proyek luar negeri, termasuk proyek MRT Manila di Filipina.
“Kami ingin menjadi perusahaan global, baik dari sisi kualitas maupun operasional. Saat ini WIKA Beton telah mendukung sejumlah proyek internasional, salah satunya proyek MRT Manila. Bahkan, salah satu tenaga ahli utama di proyek tersebut berasal dari WIKA Beton,” jelasnya.
Fokus kedua adalah keberlanjutan. Verly menegaskan bahwa aspek sustainability kini menjadi bagian penting dalam arah bisnis perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan fungsi khusus Chief Sustainability Officer (CSO) di tingkat manajemen perusahaan.
“Keberlanjutan menjadi bagian utama dalam visi perusahaan. Karena itu, manajemen memberikan perhatian serius terhadap sustainability, termasuk dengan adanya fungsi Chief Sustainability Officer yang diamanahkan kepada saya,” katanya.
Sementara fokus ketiga adalah menjadikan perusahaan sebagai pemberi solusi secara menyeluruh kepada pelanggan. Menurut Verly, WIKA Beton tidak hanya berperan sebagai penyedia produk, tetapi juga menghadirkan solusi end-to-end yang mendukung keberlanjutan pelanggan.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai provider produk, tetapi juga sebagai pemberi solusi secara menyeluruh dari awal hingga akhir. Harapannya, pelanggan kami juga dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Selain visi perusahaan, Verly juga memaparkan misi perusahaan yang salah satunya menitikberatkan pada pengelolaan bisnis yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. WIKA Beton juga berkomitmen memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, kesejahteraan pegawai, serta memastikan kinerja perusahaan tetap tumbuh secara berkelanjutan.
Di sisi tata kelola perusahaan, WIKA Beton terus memperkuat penerapan good corporate governance melalui pengelolaan keuangan yang sehat dan akuntabel. Menurut Verly, keberlanjutan juga menjadi salah satu paradigma utama perusahaan dalam menjalankan bisnis.
Identitas baru perusahaan turut merepresentasikan semangat transformasi tersebut. Logo terbaru WIKA Beton, lanjut Verly, memiliki makna filosofis sebagai simbol solusi bagi pelanggan sekaligus komitmen perusahaan terhadap ekspansi global dan keberlanjutan lingkungan.
“Logo kami menggambarkan bentuk seperti kunci, yang melambangkan solusi bagi pelanggan. Sementara lingkaran merah mencerminkan semangat menembus batas menuju perusahaan global, dan lingkaran hijau menunjukkan komitmen kami terhadap perlindungan lingkungan serta kehidupan sosial yang berkelanjutan,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Verly juga menyampaikan rekam jejak WIKA Beton dalam ajang TOP CSR Awards. Perusahaan telah mengikuti penghargaan tersebut sejak 2022, sempat tidak mengikuti pada 2023, kemudian kembali berpartisipasi pada 2024 dan 2025.
“Atas berbagai upaya yang telah dilakukan, Alhamdulillah WIKA Beton sebelumnya berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards Bintang Lima. Kami berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan di masa mendatang,” tutup Verly.
Implementasi ISO 26000 melalui Program TJSL Berbasis SDGs
WIKA Beton terus memperkuat implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan melalui berbagai program TJSL yang selaras dengan standar ISO 26000 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Komitmen tersebut disampaikan oleh Yoslivia Demarshandi atau yang akrab disapa Livi dalam pemaparan perusahaan terkait implementasi keberlanjutan dan pencapaian TJSL WIKA Beton.
Menurut Livi, perusahaan telah memetakan proses bisnis keberlanjutan melalui laporan keberlanjutan yang disebut Kompas SDGs. Dalam laporan tersebut, seluruh program perusahaan dikorelasikan dengan prinsip-prinsip ISO 26000 serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan.
“Pada dasarnya proses bisnis kami sudah dipetakan dalam laporan keberlanjutan Kompas SDGs dan dikorelasikan dengan ISO 26000. Hal ini menjadi bagian dari implementasi program TJSL yang merupakan salah satu unggulan perusahaan,” ujar Livi.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program unggulan yang menjadi perhatian utama perusahaan, di antaranya program Beton Poros dan green product, program kesehatan mental, program membangun masa depan, pengembangan budaya dan UMKM, hingga konservasi ekosistem pesisir. Selain itu, perusahaan juga memiliki program mudik melalui Pelabuhan WIKA Beton yang dinilai memiliki keunikan tersendiri dibandingkan program serupa di perusahaan lain.
Salah satu program yang paling menonjol adalah Beton Poros. Program tersebut merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam memberikan bantuan produk beton untuk mendukung pembangunan fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah di berbagai wilayah.
“Program Beton Poros sudah kami jalankan secara kontinu sejak 2022 hingga 2026. Selain menjadi kontribusi sosial perusahaan, program ini juga menjadi bagian dari soft selling produk WIKA Beton,” jelasnya.
Livi menambahkan, pelaksanaan program tersebut memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi perusahaan. Berbagai penghargaan berhasil diraih WIKA Beton berkat konsistensi implementasi TJSL tersebut. Selain itu, perusahaan juga beberapa kali dipercaya menjadi pembicara dalam berbagai forum dan kegiatan terkait keberlanjutan.
Menurutnya, program tersebut telah mencerminkan konsep creating shared value karena mampu memberikan manfaat sosial sekaligus nilai tambah bagi perusahaan.
“Dari hasil pelaksanaan kegiatan TJSL, ada stakeholder yang kemudian menghubungi perusahaan untuk menanyakan produk-produk WIKA Beton. Jadi kami melihat ada dampak positif yang nyata terhadap relasi bisnis perusahaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Livi juga memaparkan capaian penghargaan perusahaan sepanjang tahun 2025. WIKA Beton tercatat berhasil meraih total 21 penghargaan, terdiri atas lima penghargaan di bidang CSR dan 16 penghargaan dari aspek kinerja bisnis perusahaan.
Meski demikian, ia turut menyampaikan disclaimer terkait cakupan data keberlanjutan yang dipaparkan perusahaan. Untuk data keuangan, laporan yang ditampilkan telah mencakup entitas induk dan anak perusahaan. Namun untuk aspek sosial dan lingkungan, saat ini pelaporannya masih berfokus pada entitas WIKA Beton dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan anak perusahaan.
“Insya Allah pada tahun 2026 kami mulai mengintegrasikan data lingkungan dan sosial hingga ke anak perusahaan,” tutur Livi.
Melalui penguatan implementasi ISO 26000 dan berbagai program TJSL yang berkelanjutan, WIKA Beton berharap dapat terus menciptakan nilai bersama bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah tuntutan bisnis yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
