TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CSR Berbasis Circular Economy, Lontar Papyrus Ubah Excess Nitrogen Jadi Penggerak Ekonomi Peternak Sapi di Jambi

Busthomi
18 May 2026 | 16:58
rubrik: CSR, Event
CSR Berbasis Circular Economy, Lontar Papyrus Ubah Excess Nitrogen Jadi Penggerak Ekonomi Peternak Sapi di Jambi

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, memperkuat implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis circular economy melalui pemanfaatan excess nitrogen (N2) untuk mendukung inseminasi buatan (IB) ternak sapi masyarakat.

Program bertajuk “Excess Nitrogen untuk Peningkatan Ekonomi Peternak Sapi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat” tersebut menjadi salah satu unggulan perseroan dalam ajang TOP CSR Awards 2026.

Melalui program ini, perusahaan memanfaatkan nitrogen berlebih dari proses produksi pulp untuk mendukung keberhasilan inseminasi buatan ternak sapi sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Vice Manager Public Affair & CSR PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, Putra Hadi, mengatakan program tersebut lahir dari upaya perusahaan untuk mengoptimalkan produk samping industri agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Program ini bukan hanya memanfaatkan excess nitrogen dari proses produksi pabrik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program pemerintah dalam pengembangan populasi sapi dan peningkatan ekonomi peternak,” ujar Putra Hadi dalam presentasinya pada ajang TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Senin (18/5/2026).

Hadir menemani Putra dalam penjurian kali ini adalah Rheza Agustinus selaku Specialist Social Compliance Lontar Papyrus dan Wulan Dari sebagai CSR & Environmental Officer.

PT Lontar Papyrus sendiri merupakan perusahaan pulp dan tissue yang mulai beroperasi secara komersial sejak 5 Juni 1994 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Perseroan memiliki kapasitas produksi mencapai 3.500 AD ton pulp per hari dengan kebutuhan bahan baku sekitar 14.000 ton kayu hutan tanaman industri (HTI) per hari.

BACA JUGA:   Jalankan CSR, PT Century Batteries Indonesia Usung Lima Pilar ‘Incoe Beraksi’

Dalam proses produksinya, perusahaan menggunakan fasilitas oxygen plant dan nitrogen plant. Oksigen digunakan dalam proses pemasakan dan pemutihan pulp, sementara nitrogen dipakai untuk pendinginan dan menjaga kualitas produk.

Namun, sebagian nitrogen yang diproduksi tidak seluruhnya digunakan dalam operasional pabrik.

“Kami melihat ada potensi pemanfaatan nitrogen yang sebelumnya hanya menjadi excess product. Dari situ muncul gagasan agar nitrogen ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung inseminasi buatan ternak sapi masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, nitrogen cair memiliki fungsi penting dalam penyimpanan semen beku atau straw untuk inseminasi buatan sapi. Tanpa penyimpanan suhu rendah menggunakan nitrogen cair, kualitas semen ternak tidak dapat bertahan lama.

Program CSR Unggulan

Menurut Putra, program tersebut mulai dirintis sejak 2015 setelah perusahaan melihat tingginya kebutuhan pengembangan populasi sapi di wilayah Tanjung Jabung Barat. Di sisi lain, konsumsi daging sapi masyarakat terus meningkat, sementara populasi ternak masih terbatas.

“Permintaan konsumsi daging cukup tinggi, sementara tingkat keberhasilan pengembangbiakan sapi sebelumnya masih rendah. Karena itu kami berkolaborasi dengan pemerintah dan petugas inseminasi buatan untuk meningkatkan keberhasilan kelahiran sapi,” ujarnya.

Perusahaan kemudian menggandeng dinas peternakan, petugas penyuluh lapangan (PPL), inseminator, pemerintah desa, hingga kelompok peternak untuk membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan.

Program tersebut diawali dengan pendekatan partisipatif melalui konsultasi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan guna memastikan kebutuhan lapangan sesuai dengan solusi yang diberikan perusahaan.

“Yang kami bangun bukan hanya distribusi nitrogen, tetapi juga semangat dan kapasitas masyarakat untuk berkembang. Karena itu kami lengkapi dengan pelatihan, pendampingan, dan penguatan komunikasi antarpemangku kepentingan,” kata Putra.

Saat ini program telah berkembang di sembilan kecamatan dengan melibatkan sekitar 300 peternak dari berbagai desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Perusahaan juga membina kader inseminator dari masyarakat untuk memperkuat keberlanjutan program di tingkat lokal.

BACA JUGA:   FOTO - Harga Kedelai Impor Pengaruhi Industri Tahu

Dalam program ini, PT Lontar Papyrus menyediakan fasilitas kandang sapi di pusat pelatihan milik perusahaan sebagai sarana edukasi dan praktik peternakan. Selain itu, perusahaan juga membuka akses komunikasi langsung antara peternak dengan inseminator dan perusahaan untuk mempercepat distribusi nitrogen.

“Kalau dulu masyarakat harus melalui prosedur yang cukup panjang, sekarang peternak bisa langsung berkoordinasi dengan petugas inseminasi maupun perusahaan saat membutuhkan nitrogen,” ujar Putra.

Dampak Nyata

Dari sisi dampak, program tersebut menunjukkan peningkatan signifikan terhadap keberhasilan inseminasi buatan. Pada periode 2009–2013, tingkat keberhasilan kelahiran sapi di Tanjung Jabung Barat masih berada pada kisaran 20–30 persen.

Setelah program berjalan intensif, tingkat keberhasilan meningkat menjadi 31,3 persen pada 2014–2019 dan melonjak menjadi 64 persen pada periode 2020–2025.

Tren pelaksanaan inseminasi buatan juga terus meningkat dari tahun ke tahun, meski sempat melambat pada masa pandemi Covid-19.

“Keberhasilan inseminasi sangat ditentukan kemampuan peternak mendeteksi masa birahi sapi. Karena itu edukasi menjadi faktor penting dalam program ini,” katanya.

Tak hanya berdampak terhadap populasi ternak, program juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini terlihat dari angka Social Return on Investment (SROI)yang tinggi.

Berdasarkan pengukuran SROI tersebut, program pemanfaatan nitrogen untuk inseminasi buatan menghasilkan nilai SROI sebesar 9,51. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan perusahaan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp9,51.

“Jadi, setiap Rp 1 program yang diimplementasikan ke masyarakat menghasilkan nilai sosial (social return on investment) sebesar Rp 9,51,” kata dia, menegaskan.

Program tersebut juga dinilai memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah. Dalam evaluasi perusahaan, indeks kepuasan masyarakat terhadap program mencapai 3,8 poin dari skala 4 poin.

BACA JUGA:   GRC Bikin Performa PT Hanwha Life Insurance Indonesia Tetap Perkasa Kala Pandemi

Selain mendukung pengembangan peternakan, program juga memberikan manfaat lingkungan karena mampu mengoptimalkan pemanfaatan produk samping industri yang sebelumnya berpotensi terbuang ke atmosfer.

“Ini merupakan implementasi nyata prinsip creating shared value, di mana operasional bisnis perusahaan bisa memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan,” ujar Putra.

Ke depan, perusahaan memastikan program akan terus diperluas melalui penguatan jaringan komunikasi antara peternak, dinas peternakan, inseminator, dan perusahaan. Kerja sama juga dipermanenkan melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) tanpa batas waktu.

Selain di Tanjung Jabung Barat, program juga mulai direplikasi melalui kerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jambi untuk menjangkau peternak di Kabupaten Bungo.

Di luar program nitrogen, PT Lontar Papyrus juga memiliki sejumlah program CSR unggulan lain seperti pemberdayaan petani semangka, pengolahan kompos dari limbah kulit kayu, pembinaan UMKM makanan ringan, hingga pengembangan petani sawah di lahan perusahaan.

Atas berbagai inisiatif keberlanjutan tersebut, perusahaan telah meraih sejumlah penghargaan, di antaranya BISRA Award Gold Champion, Jambi Investment Award 2024, Proper Biru KLHK, hingga Prima Wana Karya Lestari dari Kementerian Kehutanan RI.

Tags: PT Lontar Papyrus Pulp & Paper IndustryTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Transformasikan CSR Jadi Strategi Bisnis, Aice Group Dorong Pola Konsumsi Sehat Masyarakat Lewat Kaluli

Next Post

300 Broker Properti Raih Sertifikasi di Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR