TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Semen Tonasa Perkuat Program TJSL Berbasis ISO 26000 dan ESG untuk Bisnis Berkelanjutan

Ahmad Churi
19 May 2026 | 16:58
rubrik: Event
PT Semen Tonasa Perkuat Program TJSL Berbasis ISO 26000 dan ESG untuk Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – PT Semen Tonasa, produsen semen terbesar di kawasan Indonesia Timur,  terus memperkuat implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengadopsi standar ISO 26000 Social Responsibility (SR) sebagai landasan dalam menjalankan program CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.

Melalui pendekatan ESG (Environmental, Social, Governance), perusahaan BUMN ini  tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga terus berupaya menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang terukur bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. Sebagai  perusahaan ‘pelat merah’, PT Semen Tonasa terus menunjukkan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan melalui berbagai program CSR atau TJSL yang inovatif dan kolaboratif.

Direktur Operasi Moch Alfin Zaini menegaskan bahwa implementasi TJSL di PT Semen Tonasa telah menjadi bagian dari strategi korporasi dalam mendukung keberlanjutan industri semen nasional.  Struktur tata kelola PT Semen Tonasa juga mencerminkan adanya keterlibatan aktif Direksi dan Dewan Komisaris dalam pengelolaan TJSL / ESG (tone from the top), yang tidak hanya bersifat delegatif tetapi terintegrasi dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Perusahaan juga memiliki struktur dan kelengkapan yang sangat mendukung dengan keberadaan berbagai komite penujangnya. Seperti Komite Audit, Pemantau Risiko, Nominasi, Remunerasi dan GCG, Strategi, MR dan Investasi, serta fungsi Sekretaris Dekom dan Audit Internal, yang kian memastikan adanya struktur yang kuat dan alur pelaporan yang jelas kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

“Sebagai Perseroan yang beroperasi dan berkembang di tengah masyarakat, Semen Tonasa terus meningkatkan komitmen dan bertanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mendorong pembangunan bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan sekitar yang selaras dengan visi ujtama persahaan -Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia yang efisien dan berwawasan lingkungan-,” ungkap Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Moch Alfin Zaini dalam sesi presentasi dan wawancara Penjurian “TOP CSR Awards 2026” yang dihelat Majalah TopBusiness pada Selasa (19/05/2026) secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

BACA JUGA:   HomLiv Piawai Membangun Bisnis Berkelanjutan melalui Produksi Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Desa

Selalu hadirkan inovasi dan dinamika baru dalam program CSR atau TJSL, PT Semen Tonasa tahun  ini kembali masuk nominasi mengikuti ajang penilaian untuk penghargaan  TOP CSR Awards 2026”. Turut hadir dalam sesi presentasi dan wawancara dari Semen Tonasa di antaranya Muh Syahreza Rifti (TJSL & Comdev Jr. Officer), ⁠Abbas (Senior Manajer  of TJSL), ⁠Jasmiati ST (SM of Prod. Eval. & Enviro), ⁠Stevanus Bodro (SM of AFR & Energi),  Andi Mayundari, serta Nur Azizah (TJSL & Comdev Officer).

Sedang  tim juri penilai terdiri Dr. Mas Achmad Daniri sebagai Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Ermon Idrus (Kotua Komite CSR LKN Asta Cita), Benyamin De Haan (Senior Advisory MSI Group), Wardatul Hasanah (Putera Sampoerna Foundation), serta Sentot Baskoro (AGRKI) -Asosiasi GRK Indonesia) sekaligus  sebagai moderator.

Sesuai tema penilaan TOP CSR Awards 2026 “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, tahun ini, Tim dari Semen Tonasa membawakan materi presentasi berjudul “SEKAMPUNG ENERGITA’ (Dari Sekam Menjadi Energi berbasis Pemberdayaan Masyarakat). Program “Sekampung Energita” menjadi program unggulan TJSL Berbasis ESG yang mengintegrasikan aspek pemberdayaan masyarakat, ekonomi sirkular, serta transisi energi hijau berbasis standar ISO 26000 Social Responsibility (SR).

Program tersebut mengusung konsep pemanfaatan sekam padi sebagai bahan bakar alternatif (alternative fuel/AFR) untuk mendukung operasional industri semen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap batu bara. “Program unggulan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan TJSL dan ESG ke dalam pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Program Sekampung Energita menjadi solusi pengurangan emisi CO2 sekaligus mendukung transisi energi perusahaan,” ungkap Alfin.

Menurutnya, penggunaan bahan bakar alternatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, bauran penggunaan alternative fuel di operasional kiln perusahaan mencapai 11,78 persen sebagai bagian dari roadmap dekarbonisasi industri semen.

BACA JUGA:   Tren Pengunjung Naik, Inilah Strategi Taman Satwa Taru Jurug Surakarta

Senior Manager TJSL Abbas menjelaskan, Program Sekampung Energita sendiri tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, namun juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penguatan rantai pasok sekam padi dan pemberdayaan kelompok masyarakat. Implementasi program dilakukan dengan pendekatan berbasis dampak dan kolaborasi multipihak sesuai prinsip ISO 26000.

“Seluruh program TJSL Semen Tonasa disusun melalui social mapping, stakeholder engagement, hingga pengukuran dampak menggunakan SROI dan SDGs. Program Sekampung Energita menjadi contoh bagaimana TJSL dapat terhubung langsung dengan core business perusahaan sekaligus memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat,” jelas Abbas.

Ia menambahkan, program tersebut juga mendukung pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pertanian yang sebelumnya belum bernilai ekonomis.

Dalam implementasinya, PT Semen Tonasa secara bertahap meningkatkan kapasitas penggunaan sekam sebagai AFR. Pasokan sekam yang semula hanya sekitar 43 ton per hari pada 2020 meningkat menjadi sekitar 470 ton per hari pada 2024.

Selain Sekampung Energita, perusahaan juga menjalankan sejumlah program CSR dan TJSL lain yang juga jadi unggulan. Seperti rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, program aplikasi semen bagi UMKM, penyediaan air bersih masyarakat pesisir, hingga program pendidikan dan pengembangan SDM masyarakat lingkar perusahaan.

Program rehabilitasi mangrove yang dijalankan di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Pangkep tercatat telah menanam sekitar 500 ribu bibit mangrove dengan estimasi reduksi emisi mencapai 100 ribu ton CO2eq per tahun.

Sementara program pengelolaan sampah di Kelurahan Sapanang mampu mengelola sekitar 1.140 ton sampah per tahun dan menciptakan pengurangan emisi karbon sebesar 45 ton CO2eq per tahun.

Tak hanya itu, program aplikasi semen berbasis Creating Shared Value (CSV) juga berhasil memberdayakan masyarakat melalui produksi paving block, gorong-gorong, dan produk berbahan semen lainnya yang melibatkan kelompok masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pangkep.  

BACA JUGA:   Ini Tiga Unggulan HCMS dan HC Initiatives dari Bukit Asam

PT Semen Tonasa juga mencatat capaian positif dalam pengelolaan keberlanjutan dengan meraih PROPER Hijau lima tahun berturut-turut sejak 2021 hingga 2025, serta penghargaan Top CSR Award dan Top 100 Indonesian ESG Rating.

Melalui penguatan implementasi ISO 26000 SR dan ESG, PT Semen Tonasa menargetkan terciptanya nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan guna mendukung pembangunan berkelanjutan nasional.

Tags: semen tonasa
Previous Post

IHSG Ambruk Akibat Tekanan Saham Big Caps

Next Post

ASLC Andalkan AI dan Digitalisasi untuk Dongkrak Bisnis Mobil Bekas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR