TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Melemah, Perbankan dan Komoditas Tekan Indeks

Agus Haryanto
6 August 2026 | 16:35
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026). IHSG terkoreksi 7,42 poin atau 0,12 persen ke level 6.343,71 pada akhir sesi perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 265 saham menguat, 337 saham melemah, dan 192 saham stagnan. Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan volume transaksi mencapai 54,19 miliar saham dan nilai transaksi Rp17,79 triliun.

Secara sektoral, pelemahan terbesar terjadi pada sektor keuangan dan teknologi, sedangkan sektor energi dan industri dasar cenderung bergerak campuran. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung pada saham-saham perbankan setelah penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya.

Analis menilai koreksi IHSG masih bersifat teknikal dan terbatas. Pelemahan indeks terjadi di tengah sikap investor yang cenderung berhati-hati menunggu rilis data ekonomi global serta arah kebijakan suku bunga bank sentral utama.

Dari sisi domestik, likuiditas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan minat investor terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga. Nilai transaksi mendekati Rp18 triliun mengindikasikan belum terjadi arus keluar dana secara besar-besaran.

Secara teknikal, IHSG kini berada di area support 6.300–6.320. Selama bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka dengan target penguatan menuju 6.400–6.450. Namun apabila support ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran 6.250.

Untuk perdagangan Jumat (7/8/2026), pasar diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dengan rentang pergerakan 6.300–6.380. Saham-saham perbankan besar diperkirakan tetap menjadi penentu arah utama IHSG, sementara sektor energi berpeluang menjadi penopang apabila harga komoditas global stabil.

Dengan penutupan di 6.343,71, IHSG mencatat koreksi tipis namun masih mampu bertahan di atas level psikologis 6.300, sehingga tren jangka pendek dinilai belum berubah secara signifikan.

BACA JUGA:   BEI Kebut Relaksasi IPO Perusahaan Tambang
Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Halal Indo 2026 Hadirkan Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Indonesia

Next Post

GPRA Raih Fasilitas Kredit Investasi Rp130,5 Miliar dari BCA untuk Pembelian Armada Truk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR