TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Bahteramas Konawe Selatan Terapkan GRC, Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Albarsyah
18 August 2026 | 15:15
rubrik: Event
BPR Bahteramas Konawe Selatan Terapkan GRC, Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

foto: www.bprbahteramaskonaweselatan.co.id

Jakarta, TopBusiness — PT BPR Bahteramas Konawe Selatan terus memperkuat perannya sebagai salah satu lembaga keuangan milik daerah yang diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian Kabupaten Konawe Selatan. Dengan menerapkan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) secara terintegrasi dalam pengelolaan bisnis, BPR Bahteramas Konawe Selatan berkomitmen membangun pertumbuhan usaha yang sehat, prudent, dan berkelanjutan.

Kinerja perusahaan menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2024, PT BPR Bahteramas Konawe Selatan mencatat penyaluran kredit sebesar Rp37,36 miliar, dengan kredit produktif menjadi salah satu porsi yang dominan. Penyaluran tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Di sisi penghimpunan dana, BPR Bahteramas Konawe Selatan berhasil menghimpun tabungan masyarakat sebesar Rp7,34 miliar. Salah satu perhatian utama perseroan adalah pengembangan tabungan pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini sekaligus menanamkan budaya menabung di kalangan generasi muda.

Pertumbuhan juga tercermin dari pendapatan perusahaan yang terus meningkat. Pada 2024, pendapatan BPR Bahteramas Konawe Selatan tercatat sebesar Rp9,53 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp11,19 miliar pada 2025. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa strategi bisnis yang dijalankan mulai memberikan hasil positif.

Direktur PT BPR Bahteramas Konawe Selatan, Dr. Shabarul Mukjizat, SP, MM, menegaskan bahwa penerapan GRC bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan telah menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan.

“GRC diintegrasikan ke dalam proses bisnis sejak perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, hingga monitoring dan perbaikan. Setiap tahapan mempertimbangkan aspek governance, risiko, dan kepatuhan agar keputusan bisnis tetap prudent dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Shabarul saat menyampaikan pemaparan di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2026, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA:   Nihil Dampak Negatif, PT Mutuagung Lestari Tetap Komit Jalankan Program CSR

Menurutnya, manajemen risiko harus dipandang sebagai sebuah proses berkelanjutan yang melekat pada seluruh aktivitas bisnis perbankan. Risiko harus diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dikendalikan secara konsisten agar perusahaan mampu mencapai target bisnis secara aman, sehat, dan berkelanjutan.

“Manajemen risiko merupakan proses berkelanjutan yang terintegrasi dalam setiap aktivitas bisnis untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko secara efektif agar bank dapat mencapai tujuan bisnis secara aman, sehat, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Shabarul menambahkan, kepatuhan juga tidak boleh ditempatkan hanya sebagai fungsi pemeriksaan setelah sebuah kegiatan selesai. Sebaliknya, prinsip kepatuhan harus melekat sejak awal proses bisnis.

“Kepatuhan menjadi bagian dari proses bisnis, bukan sekadar pemeriksaan setelah pekerjaan selesai. Setiap aktivitas diarahkan agar sesuai dengan ketentuan, kebijakan internal, prinsip kehati-hatian, dan nilai integritas,” katanya.

Bagi BPR Bahteramas Konawe Selatan, keberhasilan penerapan GRC tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem, kebijakan, dan prosedur. Leadership dan budaya organisasi menjadi faktor penting yang membuat GRC benar-benar hidup dalam aktivitas perusahaan.

“GRC tidak akan efektif hanya karena terdapat kebijakan dan prosedur. GRC menjadi hidup ketika kepemimpinan memberikan teladan, risiko menjadi kesadaran bersama, kompetensi terus dibangun, dan setiap individu memiliki ownership atas keputusan dan risikonya,” ujar Shabarul.

Ia menekankan bahwa GRC yang kuat pada akhirnya dibangun oleh sumber daya manusia yang memahami, menjalankan, dan merasa bertanggung jawab terhadap setiap proses serta keputusan yang diambil.

“GRC yang kuat bukan hanya dibangun oleh sistem, tetapi oleh manusia yang memahami, menjalankan, dan merasa bertanggung jawab terhadapnya. GRC yang efektif tercermin dalam bisnis yang bertumbuh, profitabilitas yang menguat, serta fondasi pendanaan yang semakin kuat,” tegasnya.

BACA JUGA:   Sejak Berdiri BPR Bulungan Fokus pada UMKM

Selain menjalankan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, PT BPR Bahteramas Konawe Selatan juga mulai memberikan perhatian terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui kegiatan lingkungan berupa penanaman mangrove di sejumlah kawasan pantai. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, khususnya dalam membantu mengurangi dampak abrasi sekaligus mendukung penyerapan karbon.

“Kami tidak hanya memberikan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga peduli terhadap ESG. Kami melakukan penanaman mangrove di beberapa kawasan pantai agar abrasi dapat ditanggulangi dan mangrove juga dapat membantu menyerap karbon,” ungkap Shabarul.

Dengan mengintegrasikan GRC dan ESG ke dalam strategi bisnis, PT BPR Bahteramas Konawe Selatan berupaya membangun fondasi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memiliki daya tahan dan keberlanjutan dalam jangka panjang.

Kinerja yang terus tumbuh, dukungan terhadap UMKM, penguatan literasi keuangan melalui tabungan pelajar, penerapan manajemen risiko, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari perjalanan BPR Bahteramas Konawe Selatan untuk mewujudkan visi sebagai lembaga perbankan daerah yang unggul, besar, dan mampu menjadi pendongkrak perekonomian Konawe Selatan.

Penerapan GRC pun diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus membawa BPR Bahteramas Konawe Selatan menuju posisi sebagai salah satu bank papan atas di daerah, dengan pertumbuhan bisnis yang sehat, tata kelola yang kuat, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Tags: BPR Bahteramas Konawe
Previous Post

Ditegur BEI, MBSS Ungkap Alasan Lima Direksi dan Komisaris Mundur Bersamaan

Next Post

Hutama Karya Raih Peringkat 1 Riau Investment Award 2026, Tegaskan Kontribusi Investasi untuk Riau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR