TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sinergi Pertamina Jadi Kunci PTK Perkuat Bisnis Maritim di Usia 57 Tahun

Nurdian Akhmad
14 September 2026 | 11:50
rubrik: Business Info
Sinergi Pertamina Jadi Kunci PTK Perkuat Bisnis Maritim di Usia 57 Tahun

Jakarta, TopBusiness – Memasuki usia ke-57, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) semakin menempatkan sinergi antar-entitas dan ekosistem Pertamina sebagai fondasi utama penguatan bisnis maritim terintegrasi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, sekaligus memastikan layanan marine dan logistik mampu menopang rantai nilai bisnis hilir serta ketahanan energi nasional.

Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics (IML) PT Pertamina, PTK tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarentitas dalam ekosistem Pertamina.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) Saptiadi Nugraha, selaku pemegang saham mayoritas PTK, mengatakan sinergi yang kuat menjadi fondasi penting untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing perusahaan.

“Kami meyakini bahwa peran PTK sangat strategis dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Sinergi yang kuat antar entitas dan ekosistem Pertamina menjadi fondasi penting dalam penciptaan nilai tambah, meningkatkan daya saing perusahaan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh,” ujar Saptiadi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Menurut Saptiadi, Subholding IML berkomitmen terus mendukung keberhasilan PTK melalui penyediaan layanan marine dan logistik yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting seiring berkembangnya PTK sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai layanan maritim, baik untuk kebutuhan kapal captive maupun non-captive.

Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala mengatakan, kekuatan PTK terletak pada kemampuannya memberikan layanan maritim secara end-to-end. Layanan tersebut mencakup kebutuhan kapal sejak datang, keagenan, pandu dan tunda, kebutuhan kapal hingga ship-channel.

“PTK melayani industri maritim kepelabuhan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus Solutive atau memberikan solusi terhadap kebutuhan customer secara end-to-end,” kata Harris.

BACA JUGA:   Sambut Lebaran 2022, Garuda Indonesia Group Siapkan Lebih dari 855 Ribu Kursi Penerbangan

Untuk memperkuat sinergi tersebut, PTK menjadikan prinsip SIAP sebagai pijakan dalam menjalankan bisnis. SIAP merupakan akronim dari Solutive, Integrity, Adaptive, dan Proven.

Menurut Harris, prinsip Solutive menuntut perusahaan mampu memberikan solusi atas kebutuhan pelanggan. Sementara Integrity menjadi landasan dalam memberikan pelayanan secara profesional dan bertanggung jawab.

Adapun Adaptive mencerminkan kemampuan perusahaan menghadapi perubahan pasar dan kebutuhan operasional. Sedangkan Proven menjadi cerminan pengalaman serta rekam jejak PTK di industri maritim.

“PTK sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga eksekusi operational excellence dapat benar-benar dirasakan oleh pelanggan,” tegas Harris.

Selama 57 tahun perjalanan bisnisnya, PTK telah berkembang dari perusahaan yang didirikan pada 1969 dengan nama PT Pertamina Tongkang menjadi perusahaan jasa maritim terintegrasi.

Dalam perjalanan tersebut, PTK membangun sejumlah anak usaha untuk memperkuat layanan maritim. Pada 2011, nama PT Pertamina Tongkang resmi berubah menjadi PT Pertamina Trans Kontinental.

Ke depan, sinergi tersebut akan berjalan beriringan dengan agenda transformasi perusahaan. PTK menargetkan penguatan modernisasi, digitalisasi, serta pengembangan green supporting vessel.

“Ke depan, kita akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Harris.

Tags: PT Pertamina Trans Kontinental
Previous Post

Hingga Juli, ADHI Kantongi Kontrak Baru Sebesar Rp8,3 Triliun Melonjak 118,4%

Next Post

Adelle Jewellery Perkuat Strategi Human Capital untuk Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR