TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Audy Dental Perkuat Human Capital Seiring Ekspansi, Kepuasan Pasien Capai 98%

Nurdian Akhmad
26 September 2026 | 10:51
rubrik: Business Info, Event, HC
Audy Dental Perkuat Human Capital Seiring Ekspansi, Kepuasan Pasien Capai 98%

Jakarta, TopBusiness – PT Audy Mandiri Indonesia atau Audy Dental terus memperkuat strategi pengembangan human capital (HC) seiring ekspansi bisnis yang ditandai dengan bertambahnya jumlah klinik, pasien, karyawan, dan dokter.

Penguatan sumber daya manusia tersebut diarahkan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan pengalaman pasien dan kualitas layanan.

CEO Audy Dental drg. Yulita Bong mengatakan, karakter bisnis Audy Dental sebagai perusahaan jasa membuat kualitas manusia menjadi faktor penting dalam memberikan layanan kepada pasien.

“Next level service itu karena kita menjual jasa. Tentu pertama dibutuhkan teknologi, tetapi semuanya kembali kepada people. Kalau dokter dan timnya tidak baik dan tidak happy, service-nya tidak bisa keluar,” ujar Yulita dalam penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang dilakukan secara daring, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan, tetapi keberhasilan penerapannya tetap bergantung pada kesiapan orang yang menjalankan proses tersebut.

“Teknologi memang dibutuhkan untuk memberikan next level service, tetapi pada akhirnya yang memberikan servis itu adalah people. Jadi bagaimana kita membuat dokter dan tim kita menjadi orang-orang yang baik dan happy, itu menjadi sangat penting,” katanya.

Sebab itu, Audy Dental membawa culture SMILE yang merupakan akronim dari Smart, Motivated, Integrity, Learn Continuously, dan Excellence Service. Budaya tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program pengembangan dan aktivitas kerja, sehingga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari di seluruh organisasi.

Strategi tersebut juga berjalan bersamaan dengan ekspansi jaringan Audy Dental. Jumlah klinik Audy Dental pada 2025 meningkat dari 41 klinik pada 2024 menjadi 62 klinik atau tumbuh 51%. Pada periode yang sama, kunjungan pasien per bulan naik dari 35.466 menjadi 47.028 atau tumbuh 33%.

Jumlah karyawan juga bertambah dari 845 orang pada 2024 menjadi 1.232 orang pada 2025 atau meningkat 46%, sedangkan jumlah dokter naik dari 585 menjadi 792 orang atau tumbuh 35%. Saat ini, Audy Dental telah memiliki lebih dari 65 cabang dengan lebih dari 800 dokter dan lebih dari 1.200 karyawan.

BACA JUGA:   ASLC Transformasi Human Capital, HCMS Jadi Motor Penggerak Produktivitas Bisnis

VP Human Capital Audy Dental drg. Shinta Anissa Noviana mengatakan, pertumbuhan tersebut membuat fungsi HC tidak hanya berperan secara administratif, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis.

“Di Audy Dental kita all about service, all about people. Kita yakin orang-orang yang bergabung di Audy Dental yang bisa memberikan high quality dental care kepada pasien harus dari high-skilled dentist dan high-quality team,” ujar Shinta.

Ia menjelaskan, pengelolaan HC dilakukan melalui Strategic Human Capital Leadership yang terintegrasi dengan strategi perusahaan. People development memiliki bobot 20% dalam strategi perusahaan dan menjadi bagian dari corporate key performance indicator (KPI).

“HC objective kita adalah improve people quality and organizational performance. Jadi bagaimana kita memastikan people kita berkembang, kemudian organisasi kita juga perform,” kata Shinta.

HC juga menggunakan KPI yang diturunkan dari target korporasi hingga tingkat individu. Indikatornya mencakup people development, productivity, retention, serta manpower cost. Pemantauan dilakukan melalui HC dashboard bersama fungsi Operations dan Power BI sehingga perkembangan kinerja dapat dipantau secara berkala oleh pimpinan.

Menurut Shinta, penguatan kemampuan karyawan menjadi salah satu fokus utama. Pada 2025, jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan mencapai 655 orang, naik 98,5% dari 330 orang pada 2024 dan anggaran pelatihan juga meningkat 57,6%.

Shinta mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pengembangan, mulai dari pelatihan operasional internal, pengembangan dokter melalui expert forum, hingga pengembangan kepemimpinan.

“Training cost kita gunakan untuk operational training, kemudian doctor development melalui expert forum, dan juga strategic leader training,” ujarnya.

Menurut Shinta, pengembangan tersebut penting karena kebutuhan kompetensi ikut berubah seiring pertumbuhan bisnis. Karena itu, Audy Dental tidak hanya mengandalkan pelatihan teknis, tetapi juga mendorong kemampuan digital, analitik data, kepemimpinan, customer experience, serta operational excellence.

Pengembangan talenta juga dilakukan melalui talent mapping yang menggabungkan kinerja dan potensi. “Talent management kita mulai dari critical role identification, kemudian kita lihat performance dan potential-nya. Setelah itu kita lakukan talent mapping dan kita tentukan development agenda-nya,” kata Shinta.

BACA JUGA:   AsetKu Perkuat Transformasi Human Capital, Fokus pada Talenta, Digitalisasi, dan Employee Experience

Ia menambahkan, Audy Dental membangun budaya belajar melalui pelatihan internal dan eksternal, individual development plan, on-the-job training, knowledge sharing, serta Dentist Xpert Forum.

“Learning itu tidak hanya training. Kita punya individual development, OJT, knowledge sharing, expert forum, dan continuous learning. Jadi learning journey-nya terus berjalan,” ujarnya.

Pengembangan HC Berdampak pada Kepuasan Pasien

Pendekatan tersebut diarahkan agar pengembangan HC memberikan dampak langsung terhadap layanan. Shinta mengatakan, Audy Dental menggunakan data HC untuk melihat hubungan antara kemampuan orang, pengalaman pasien, dan efisiensi operasional.

“Yang kita harapkan better experience, fewer service complaints, dan fewer operational complaints,” kata Shinta.

Dari sisi hasil bisnis dan layanan, Audy Dental mencatat lebih dari 70% klinik telah beroperasi pada tingkat produktivitas tim yang optimal. Audy Dental juga memiliki lebih dari 150 buddy trainer, sementara produktivitas layanan mencapai sekitar sembilan pasien per shift, dengan utilisasi jadwal sebesar 80%.

Tingkat kepuasan pasien tercatat mencapai 98%. Indikator tersebut menjadi salah satu ukuran dampak dari pengelolaan HC terhadap patient journey dan kualitas layanan.

“Jadi bagaimana kita memastikan bahwa walaupun kita ekspansi dan scale up, kita tidak mengorbankan kepuasan dari mitra ataupun karyawan,” ujar Shinta.

Shinta mengatakan, pengukuran engagement menjadi bagian dari mekanisme untuk mendengar suara karyawan dan dokter. Audy Dental menyediakan sejumlah kanal, termasuk engagement survey, dentist survey, forum group discussion, dan platform “Talk to Us”.

“Talk to Us ini kita gunakan untuk memastikan employee voice kita dengar. Jadi kalau ada fraud, bullying, harassment, corruption, extortion, theft, semua bisa disampaikan,” katanya.

Menurut dia, mekanisme tersebut juga penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif, terutama karena komposisi tenaga kerja Audy Dental didominasi perempuan, yang mencakup 81% dari total karyawan dan 87,7% dokter aktif.

BACA JUGA:   Gandeng BKPM, Emiten Bisa Dipermudah untuk Ekspansi

Dari sisi efektivitas HC, Audy Dental juga memantau proses rekrutmen hingga masa probation. Tingkat penyelesaian pelatihan tercatat 93% untuk Clinic Supervisor, 91% untuk Dental Assistant, dan 80% untuk Receptionist. Sementara tingkat kelulusan probation mencapai 90% untuk Clinic Supervisor, 85% untuk Dental Assistant, 91% untuk Receptionist, dan 100% untuk Management.

Shinta mengatakan, penguatan HC juga dilakukan melalui digitalisasi proses. Sistem HRIS, employee self-service, manager self-service, digital workflow, hingga digital performance appraisal digunakan untuk mempercepat proses sekaligus meningkatkan kualitas data.

“Digital HR ini membantu kita supaya proses HR lebih cepat, lebih efisien, dan datanya juga bisa kita gunakan untuk decision making,” ujarnya.

Digitalisasi juga diterapkan pada patient journey, mulai dari appointment, insurance, integrasi data pasien, digital consent, hingga transaksi dan pembayaran. Langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan proses yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Yulita menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis Audy Dental harus berjalan bersama dengan pengembangan orang-orang di dalam organisasi.

Karena itu, penguatan HC akan terus diarahkan pada pengembangan talenta, peningkatan kompetensi, penguatan budaya, serta pengelolaan kinerja yang terhubung dengan sasaran bisnis.

Berbagai inovasi dalam pengembangan human capital dan dampaknya terhadap kinerja organisasi mengantarkan Audy Dental menjadi kandidat peraih TOP Human Capital Awards 2026.

Tags: Audy DentalPT Audy Mandiri IndonesiaTOP Human Capital Awards 2026
Previous Post

Bank Kalbar dan MSI Institute Gelar In-House Training Persiapan Sertifikasi GRC Berstandar BNSP

Next Post

UNIQLO Indonesia Jadikan Strategi Human Capital Penggerak Ekspansi Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR