Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,43% ke level 6.121 pada perdagangan terakhir. Meski mengalami pelemahan, IHSG menunjukkan kemunculan volume beli dan telah mencapai area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan.
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga masih terdapat peluang penguatan dalam jangka pendek untuk menguji level 6.152–6.196. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan yang dapat membawa IHSG menuju rentang 5.850–5.946.
Adapun level support IHSG berada di 6.041 dan 5.984, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.419.
Di tengah pergerakan pasar tersebut, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati investor, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
1. BBCA – Trading Buy
Saham BBCA terkoreksi 1,20% ke level Rp6.150, tetapi pergerakannya masih didominasi volume pembelian. Secara teknikal, BBCA diperkirakan berada pada bagian akhir wave (a) dari wave [y].
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy pada rentang harga Rp6.100–Rp6.150. Target harga terdekat berada di Rp6.275, dengan target berikutnya Rp6.400. Sementara itu, batas stop loss ditetapkan di bawah Rp6.050.
2. ICBP – Buy on Weakness
Saham ICBP menguat 0,38% ke level Rp6.675, meskipun disertai tekanan jual. Berdasarkan analisis gelombang Elliott, posisi ICBP diperkirakan berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B).
Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada rentang Rp6.375–Rp6.550. Target harga yang ditetapkan berada di Rp7.000 dan Rp7.175, dengan batas stop loss di bawah Rp6.275.
3. MBMA – Buy on Weakness
Saham MBMA naik 0,81% ke level Rp500 dan disertai kemunculan volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan saham ini berada pada akhir wave C dari wave (B).
Strategi buy on weakness direkomendasikan pada rentang Rp474–Rp490. Adapun target harga berada di Rp520 dan Rp550, sedangkan batas stop loss ditetapkan di bawah Rp462.
4. UNTR – Buy on Weakness
Saham UNTR menguat 3,28% ke level Rp25.175, didukung peningkatan volume pembelian. Penguatan tersebut juga membawa saham UNTR menembus garis moving average 60 hari (MA60).
Secara teknikal, UNTR diperkirakan berada pada awal wave [v] dari wave 1. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada rentang Rp24.600–Rp24.900, dengan target harga Rp25.650 dan Rp26.550. Batas stop loss ditetapkan di bawah Rp24.300.
Ringkasan Level Harga Saham
| Saham | Rekomendasi | Area Beli | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
| BBCA | Trading Buy | Rp6.100–Rp6.150 | Rp6.275 / Rp6.400 | Di bawah Rp6.050 |
| ICBP | Buy on Weakness | Rp6.375–Rp6.550 | Rp7.000 / Rp7.175 | Di bawah Rp6.275 |
| MBMA | Buy on Weakness | Rp474–Rp490 | Rp520 / Rp550 | Di bawah Rp462 |
| UNTR | Buy on Weakness | Rp24.600–Rp24.900 | Rp25.650 / Rp26.550 | Di bawah Rp24.300 |
Secara keseluruhan, prospek teknikal IHSG masih membuka peluang penguatan jangka pendek, meskipun risiko koreksi lanjutan tetap perlu diperhatikan. Investor dapat mencermati level beli, target harga, dan batas risiko masing-masing saham dengan mempertimbangkan profil risiko serta kondisi pasar.
