Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (16/10/2026). MNC Sekuritas mencermati adanya tekanan jual yang dapat membawa indeks bergerak menuju area support terdekat.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 16 Oktober 2026, IHSG tercatat terkoreksi 1,33% ke level 5.863, disertai munculnya tekanan jual.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave v dari wave a dari wave (x) berdasarkan label hitam dalam analisis Elliott Wave.
Dengan kondisi tersebut, IHSG berisiko melanjutkan koreksi menuju rentang 5.744–5.794. Namun, dalam skenario terbaik, indeks masih berpeluang mengalami penguatan terlebih dahulu menuju area 5.864–5.883.
Adapun level support IHSG berada pada 5.744 dan 5.643, sedangkan resistance terdekat berada pada 6.009 dan 6.216.
Di tengah potensi volatilitas pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dapat dicermati investor, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Timah Tbk (TINS), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
1. BBCA – Trading Buy
Saham BBCA terkoreksi 0,82% ke level Rp6.075, meskipun perdagangannya masih didominasi volume pembelian. Namun, pergerakan harga saham bank swasta tersebut belum mampu menembus indikator moving average 20 hari (MA20).
MNC Sekuritas memperkirakan BBCA saat ini berada pada bagian awal wave (b) dari wave [y], sehingga masih memiliki peluang untuk mengalami penguatan.
Investor dapat mempertimbangkan strategi trading buy pada rentang Rp5.950–Rp6.025, dengan target harga di Rp6.225 dan Rp6.350. Sementara itu, batas penghentian kerugian atau stop loss ditetapkan apabila harga turun di bawah Rp5.850.
2. ICBP – Buy on Weakness
Saham ICBP melemah 0,71% ke posisi Rp6.950. Pergerakan saham produsen makanan konsumen tersebut masih didominasi tekanan jual, meskipun volume perdagangan mengalami penurunan.
Berdasarkan analisis Elliott Wave, MNC Sekuritas memperkirakan ICBP sedang berada pada bagian wave (ii) dari wave [c].
Dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati peluang buy on weakness pada kisaran Rp6.825–Rp6.900.
Target harga ICBP diproyeksikan berada pada Rp7.125 dan Rp7.275, dengan batas stop loss apabila harga melemah ke bawah Rp6.750.
3. TINS – Buy on Weakness
Saham TINS mengalami koreksi sebesar 3,25% ke level Rp4.170. Pelemahan tersebut disertai peningkatan tekanan jual, yang menunjukkan masih kuatnya aksi penjualan pada saham emiten pertambangan timah tersebut.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan TINS sedang berada pada bagian wave [c] dari wave 4.
Meskipun masih menghadapi tekanan jual, saham TINS dinilai dapat dicermati melalui strategi buy on weakness pada rentang Rp3.900–Rp4.110.
Target penguatan saham TINS berada pada Rp4.320 dan Rp4.580. Adapun batas stop loss ditetapkan jika harga turun di bawah Rp3.860.
4. VKTR – Buy on Weakness
Saham VKTR mencatat pelemahan paling dalam di antara empat saham rekomendasi MNC Sekuritas, yakni sebesar 12% ke level Rp440.
Koreksi tajam tersebut masih disertai peningkatan tekanan jual, sehingga investor perlu mewaspadai potensi volatilitas lanjutan.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi VKTR saat ini sedang berada pada bagian wave (3) dari wave [C] berdasarkan analisis Elliott Wave.
Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada kisaran Rp408–Rp430, dengan target harga di Rp462 dan Rp494.
Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga saham VKTR bergerak turun ke bawah Rp390.
Secara keseluruhan, MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi risiko koreksi jangka pendek. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan area support dan resistance serta menerapkan manajemen risiko dalam mengambil keputusan transaksi.
Rekomendasi saham tersebut merupakan analisis teknikal berdasarkan kondisi pasar dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 16 Oktober 2026, bukan jaminan pergerakan harga pada perdagangan berikutnya.
