TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

QMB Kembangkan Talenta Lokal Unggul untuk Dukung Industri Energi Baru Berkelanjutan

Nurdian Akhmad
21 October 2026 | 14:46
rubrik: Business Info, Event, HC
QMB Kembangkan Talenta Lokal Unggul untuk Dukung Industri Energi Baru Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – PT QMB New Energy Materials (QMB) memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penerapan Human Capital Management System (HCMS) yang terintegrasi dengan kebutuhan bisnis, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta lokalisasi talenta Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung daya saing perusahaan di industri pengolahan nikel dan material baterai kendaraan listrik yang menuntut kompetensi teknis tinggi serta standar keselamatan dan keberlanjutan.

Strategi tersebut dipaparkan Senior Staff ESG QMB, Luluk Isaroyati, dalam sesi presentasi penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang dilakukan secara daring, Rabu (21/10/2026).

Dalam presentasinya, Luluk menjelaskan bahwa pengelolaan human capital di QMB tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja operasional, tetapi juga membangun kapabilitas organisasi yang mampu menopang pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

“Investasi pada talenta berarti berinvestasi pada masa depan. Karena itu, prinsip kami adalah investasi talenta didahulukan sebelum investasi kapasitas produksi,” ujar Luluk dalam pemaparannya.

QMB merupakan perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel serta material baterai kendaraan listrik yang beroperasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan merupakan bagian dari GEM Co., Ltd. asal Tiongkok dan menjalankan rantai industri terintegrasi, mulai dari pengolahan bijih nikel hingga produksi material baterai.

Dalam konteks tersebut, perusahaan menempatkan pengembangan kompetensi, kepatuhan, kestabilan operasional, peningkatan kualitas, dan efisiensi sebagai bagian dari strategi bisnisnya.

QMB menggunakan Human Capital Business Index untuk melihat hubungan antara kinerja bisnis dan pengelolaan SDM. Berdasarkan data perusahaan, pendapatan QMB meningkat dari Rp 15,07 triliun pada 2024 menjadi Rp 31,80 triliun pada 2025. Sementara itu, laba bersih naik dari Rp 4,61 triliun menjadi Rp 7,09 triliun pada periode yang sama.

Penggunaan indikator bisnis dan human capital tersebut membantu perusahaan melihat kebutuhan pengembangan SDM dalam perspektif yang lebih strategis. Dengan demikian, perencanaan tenaga kerja, pelatihan, pengembangan kompetensi, dan penyiapan calon pemimpin dapat diselaraskan dengan arah pertumbuhan perusahaan.

BACA JUGA:   Lintasarta Jadikan GRC sebagai Strategic Enabler untuk Kawal Bisnis Digital

Dari sisi tata kelola, QMB telah menerapkan lima sistem manajemen HRGA dan 17 prosedur operasional standar (SOP). Sistem tersebut mencakup berbagai proses, mulai dari rekrutmen, induksi karyawan, penggajian, hubungan industrial, pengembangan talenta, penilaian kinerja, promosi, mutasi, hingga demosi.

Seluruh sistem manajemen disahkan secara berjenjang dan ditinjau kembali setiap tahun. Sementara itu, Departemen HRGA memiliki 24 jabatan dengan 26 personel terisi per 30 September 2026. Perusahaan merencanakan penambahan personel menjadi 32 orang sesuai kebutuhan organisasi.

Siapkan 1.000 Karyawan Terampil

Salah satu inisiatif utama QMB adalah pengembangan talenta lokal melalui program Talenta Unggulan, Talenta Muda Inti, Talenta Inti Warga Negara Indonesia (WNI), serta seleksi 1.000 Karyawan Terampil.

Pada 2026, perusahaan menetapkan 73 talenta grup yang terdiri atas 27 Talenta Unggulan dan 46 Talenta Muda Inti. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun jalur pengembangan karier dan menyiapkan tenaga kerja potensial untuk mengisi posisi strategis.

Dalam sesi pendalaman bersama dewan juri, Wakil Supervisor HR OD QMB, Athar, menjelaskan bahwa perusahaan juga mengembangkan talenta melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan program beasiswa.

“Untuk kerja sama dengan perguruan tinggi lokal, kami sudah bekerja sama dengan beberapa institusi, termasuk politeknik industri yang berada di bawah naungan kawasan, yaitu Politeknik Industri Logam Morowali,” ujar Athar.

Selain itu, QMB bersama perusahaan induknya menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan lain, termasuk Institut Teknologi Bandung dan Universitas Hasanuddin, serta menjembatani kolaborasi antara institusi pendidikan Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat kompetensi di bidang pengolahan mineral dan industri baterai.

Perusahaan juga menjalankan program beasiswa akademik, termasuk untuk jenjang magister dan doktoral, sesuai kebutuhan kompetensi perusahaan. Pengembangan internal dilakukan melalui program talenta terampil dan talenta muda potensial agar karyawan Indonesia dapat meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperoleh kesempatan berkembang ke jenjang manajerial.

BACA JUGA:   SCG Investasikan Rp 324 Miliar di CSAP

Menurut Athar, pengembangan talenta lokal juga didukung kesempatan mobilitas internal. Karyawan potensial dapat memperoleh penugasan khusus atau promosi untuk menempati posisi strategis, termasuk di kantor pusat maupun unit lain dalam grup perusahaan.

QMB turut mengembangkan program 1.000 Karyawan Terampil melalui enam tahap seleksi, mulai dari pengajuan, verifikasi, penilaian prestasi, uji praktik, evaluasi, hingga penetapan. Karyawan yang terpilih diwajibkan membina karyawan baru sehingga transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Perusahaan menyediakan tunjangan tahunan berdasarkan tingkat keterampilan. Untuk kategori pekerja terampil, tunjangan ditetapkan sebesar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per tahun, sedangkan teknisi ahli memperoleh Rp 18 juta hingga Rp 22 juta per tahun, sesuai kategori dan level kompetensi.

Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi

Penguatan kompetensi juga dilakukan melalui program pembelajaran yang dirancang berdasarkan kebutuhan bisnis dan analisis kebutuhan pelatihan atau Training Need Analysis (TNA).

Pada 2026, QMB merencanakan 865 program pelatihan dengan total 1.381,5 jam pelatihan. Hingga September 2026, perusahaan mencatat 34.882 peserta pelatihan dalam satuan orang-kali dan merealisasikan 1.850 sesi, atau sekitar 101% dari target 1.827 sesi.

Pelatihan mencakup kompetensi teknis maupun nonteknis, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengoperasian alat, pengelasan, pemeliharaan peralatan, kompetensi lingkungan, serta keterampilan digital untuk mendukung analisis data.

Berdasarkan data sertifikasi hingga Oktober 2026, QMB mencatat 841 sertifikat kompetensi yang dimiliki 677 karyawan, mencakup 54 jenis sertifikasi. Kompetensi tersebut meliputi sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan, BNSP, operator, tanggap darurat, dan keahlian teknis lainnya.

Perusahaan juga memperkuat kompetensi di bidang lingkungan melalui 25 sertifikat pengendalian lingkungan yang berkaitan dengan pengendalian pencemaran udara dan air serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

BACA JUGA:   MKTR Integrasikan Human Capital dengan Strategi Bisnis untuk Dorong Produktivitas Berkelanjutan

Selain pelatihan teknis, sejak 1 Juni 2026 QMB mewajibkan karyawan baru, baik tenaga kerja asing maupun Indonesia, menyelesaikan pelatihan budaya perusahaan maksimal tiga hari kerja. Materi pembelajaran antara lain mencakup ekonomi sirkular, ESG, proses industri, dan integrasi budaya kerja Tiongkok–Indonesia.

Komitmen QMB dalam mengembangkan kompetensi karyawan juga tercermin dari alokasi biaya pelatihan yang terus meningkat. Berdasarkan data perusahaan, biaya pelatihan pada 2025 mencapai Rp812,80 juta, naik dari Rp758,47 juta pada 2024.

Digitalisasi dan Lingkungan Kerja yang Inklusif

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM, QMB mengembangkan ekosistem digital human capital yang mendukung pengelolaan data karyawan, absensi biometrik, lembur, penggajian, persetujuan mutasi, pengelolaan kontrak, serta proses seleksi promosi jabatan.

Digitalisasi tersebut membantu mengintegrasikan administrasi dan pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat tata kelola dokumen serta kerahasiaan data penilaian kinerja.

QMB juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan karyawan. Pemeriksaan kesehatan berkala pada Juni 2026 mencakup 100 karyawan. Hasilnya menunjukkan 18 orang dalam kondisi sehat, sedangkan 82 orang mengalami penyakit umum yang ditindaklanjuti secara medis. Tidak ditemukan penyakit akibat kerja dalam kelompok pemeriksaan tersebut.

Dalam aspek keberagaman dan inklusi, perusahaan menerapkan standar seleksi dan penilaian yang sama bagi karyawan Indonesia dan Tiongkok. QMB juga menyelenggarakan pelatihan hak asasi manusia, antidiskriminasi, dan kesetaraan yang diikuti 279 peserta pada Februari 2026. Perusahaan juga menerbitkan SOP pengaduan dan pemeriksaan dugaan pelecehan seksual pada 1 Juli 2026.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, QMB berupaya memastikan bahwa pengembangan SDM tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga menghasilkan transfer pengetahuan, kesiapan suksesi, dan penguatan organisasi.

Tags: PT QMB New Energy MaterialsTOP Human Capital Awards 2026
Previous Post

JRP Integrated Talent Engine: Ini Strategi Jasaraharja Putera Selaraskan HC dengan Pertumbuhan Bisnis

Next Post

Pasokan Air Bersih Diperkuat, 127.650 Liter Air Disalurkan dari Kalbar hingga Maluku Utara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR