TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tak Banyak Sentimen, Rupiah Bisa Berlanjut di Zona Merah

Busthomi
24 October 2018 | 09:16
rubrik: Capital Market
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan sepanjang hari ini diproyeksi masih akan berada di teritori negatif. Rupiah memang dibuka menguat, tapi kemudian kembali terpuruk.

Di sesi perdagangan pagi, mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di level 15.187. Angka tersebut menguat 4 poin dari penutupan kemarin yang di posisi 15.191. Tapi kemudian dan 30 menit pertama terpuruk hingga 15.194 dalam 15 menit pertama atau melemah 0,02 persen alias 2,5 poin.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, belum adanya sentimen positif membuat laju Rupiah kembali dalam zona merahnya.
“Sehingga dengan pergerakan rupiah yang kembali berbalik melemah itu membuka peluang pelemahan lanjutan, terutama jika tidak didukung oleh sentimen yang ada,” tandas Reza dalam daily report-nya, Rabu (24/10/2018).
Dia menyebut, sentimen ditetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia yakni 7 Day Repo Rate di 5,75 persen ternyata tidak cukup kuat mengangkat Rupiah.
Dengan begitu dia berharap sentimen global dapat lebih positif terhadap rupiah. Terutama dengan penguatan EUR dan sentimen adanya pembicaraan positif antara Komisi Uni Eropa dan Italia untuk membahas defisit anggaranya.
“Serta laju GBP diharapkan terapresiasi seiring kesepakatan Brexit, sehingga dapat mengurangi potensi kenaikan USD,” jelas dia.
Sebelumnya, beberapa sentimen positif dalam negeri ternyata cukup mengangkat rupiah. Selain terkait suku bunga BI, sejumlah sentimen positif dari dalam negeri lainnya tampaknya juga tidak cukup membantu bertahannya Rupiah di zona hijau.
Sentimen positif tersebut adalah rilis sejumlah laporan masa Pemerintahan Jokowi-JK yang marak diberitakan di berbagai media, penilaian BI yang melihat volatilitas Rupiah terjaga.
“Serta langkah BI bersama 11 bank pelaku pasar utama di pasar valas tengah mempersiapkan pelaksanaan transaksi DNDF untuk membantu stabilkan Rupiah. Tapi tak direspon pasar,” terang dia.
Dengan kondisi itu, dia memperkirakan laju Rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaranĀ 15.191-15.178.
“Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
BACA JUGA:   Dibuka Melemah, Tren Rupiah Belum ke Teritori Negatif
Tags: rupiah
Previous Post

IPO Passpod Oversubscribed 10,27 Kali

Next Post

Kadin: Kenaikan UMP Harus Diimbangi Produktivitas Pekerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR