Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali ke zona hijau seiring pelemahan dari USD.
DI sesi pagi saja, rupiah sudah dibuka menguat. Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.540 atau menguat 40 poin dari penutupan sebelumnya di posisi 14.580.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, laju Rupiah yang mampu bergerak naik dengan memanfaatkan kondisi yang ada, dapat melawan perkiraan pelemahan sebelumnya.
Sehingga, kata Reza, peluang kenaikan Rupiah pun kembali terbuka. “Apalagi dengan kembali melemahnya USD maka diharapkan Rupiah masih dapat mengambil kesempatan tersebut,” kata dia di Jakarta, Jumat (23/10/2018).
Untuk itu, lanjut Reza, diharapkan sentimen dari dalam negeri bisa kembali positif untuk menahan pelemahan Rupiah tersebut.
“Salah satunya adalah optimisme pemerintah terkait pengelolaan anggaran yang akan dijaga dan berakhir dengan kinerja yang cukup baik,” tegas dia.
Pada perdagangan sebelumnya, adanya imbas kenaikan EUR seperti yang diharapkan sebelumnya telah dimanfaatkan Rupiah untuk kembali bergerak naik. Penguatan EUR seiring adanya persetujuan antara Inggris dan Uni Eropa terkait dengan Brexit.
Meski demikian, kata Reza, ada pula sejumlah kalangan yang menilai penguatan EUR hanya sementara karena mempertimbangkan ECB’s October Meeting Minutes yang akan memberikan indikasi arah kebijakan moneter ECB.
“Tapi dii sisi lain, pelemahan USD jelang libur Thanksgiving itu turut menopang penguatan Rupiah,” jelasnya.
Dengan kondisi demikian, Reza pun memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 14585-14565. “Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
