Jakarta,TopBusiness—Konsultan properti dari Savills Indonesia, Anton Sitorus, ada mengatakan di Jakarta (27/2/2019) bahwa tingkat net take up ruang kantor CBD (Central Business District) Jakarta, membaik untuk tahun 2018. Itu tatkala dibandingkan dengan di tahun 2017.
“Untuk tahun 2018, net take up sudah melebihi 100.000 m2. Sementara untuk tahun 2017, masih di bawah 100.000 m2. Jadi, kita bisa mengatakan sudah ada rebound,” kata dia dalam paparan hasil riset terbaru kepada sejumlah wartawan.
Walau begitu, tingkat kekosongan (vacancy) properti tersebut masih di 24%-an. Dengan kata lain, tingkat isi ada di kisaran 76%.
“Untuk perkantoran grade A di kawasan tersebut, tingkat kekosongan di 24%. Lebih tinggi daripada di tahun 2017 yang 21,5%,” papar dia.
Penyebab hal tersebut karena pasokan baru yang naik secara berarti, sementara permintaan naik tidak cepat.
Akibat dari hal tersebut, harga sewa ruang kantor grade A turun dari kisaran Rp 180.000 per m2, menjadi Rp 150.000 per m2.
“Sementara, kalau harganya sewanya ruangnya kantor grade di bawah itu, mulai naik,” Anton menjelaskan.
(Adhito)
