TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pencapaian BPD Regional Champion Perlu Niat Tinggi

Nurdian Akhmad
10 September 2014 | 14:41
rubrik: Ekonomi
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, perlu peningkatan kesadaran dan komitmen yang kuat dari para stakeholder Bank Pembangunan Daerah dalam mencapai BPD Regional Champion. Itu terutama para pemegang saham (Pemerintah Daerah), DPRD, pengurus (direksi dan komisaris), dan semua sumber daya manusia (SM), untuk mentransformasikan diri menjadi regional champion yang sesungguhnya.

Menurut dia di Jakarta hari ini (10/9/2014), Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, dengan meningkatkan berbagai hal seperti permodalan, pelayanan, kualitas, dan kompetensi SDM, inovasi pengembangan produk, dan jaringan layanan kantor.

“Peningkatan akses keuangan untuk sektor UMKM dan pengembangan BPD menjadi hal penting dalam upaya mendorong kemajuan perekonomian di daerah.”

Pembangunan ekonomi daerah, tidak dapat dilepaskan dari upaya pengembangan potensi-potensi ekonomi di daerah dan upaya untuk mendorong pertumbuhannya. Dengan adanya otonomi daerah, setiap daerah memiliki kewenangan untuk menggali potensi-potensi daerah yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah, baik itu potensi SDM, sumber daya alam, maupun kelembagaan.

Upaya Pemerintah Daerah mengembangkan sektor usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) tentunya akan berpengaruh langsung pada peningkatan taraf hidup dan distribusi pendapatan masyarakat miskin di daerah, yang pada akhirnya akan mengangkat pertumbuhan perekonomian daerah itu sendiri.

Sehingga, menjadi hal penting adalah upaya peningkatan akses UMKM terhadap sumber-sumber permodalan, khususnya dari sektor perbankan.

”OJK bersama dengan Bank Indonesia dan pemerintah telah meluncurkan strategi nasional inklusi keuangan untuk meningkatkan akses masyarakat miskin dan UMKM di Indonesia pada layanan perbankan,” katanya.

Saat ini inklusi keuangan sudah melangkah menuju paradigma baru, di mana sistem keuangan inklusif tidak melulu hanya berbicara mengenai penyediaan akses kredit bagi masyarakat miskin dan usaha mikro kecil.

BACA JUGA:   Ekonomi Kerakyatan Tak Tepis Ekonomi Pasar

“Namun, mencakup juga tujuan yang lebih holistik yaitu mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan distribusi pendapatan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan sinambung,” dia berkata lagi. (Abdul Aziz)

Editor: Achmad Adhito

Previous Post

Perusahaan Pembiayaan Diharapkan Masuk Sektor UKM

Next Post

BPK: Sulit Menyamai BUMN Negeri Tetangga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR