Jakarta — Indonesia yang kini masuk ke dalam negara berpendapatan menengah perlu melakukan sebuah langkah strategis. Itu berarti harus keluar dari ekonomi agrikultur ke manufaktur. Selain itu, dalam kerangka manajemen strategis, Indonesia perlu perpindah dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis brand. Demikian dikatakan oleh pakar manajemen, Rhenald Khasali, di Jakarta hari ini.
Dalam ekonomi berbasis brand, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Yakni reputasi, research and development, serta corporate and governance. “Kelanjutan dari ekonomi berbasis brand adalah service and experience economy,” kata Rhenald.
Saat ini ada perusahaan BUMN (badan usaha milik negara) yang telah melakukan perpindahan ke ekonomi berbasis brand. Itu adalah PT Pertamina. “Semula, saya memerkirakan bahwa yang lebih dulu masuk peringkat Fortune Global 500 adalah Telkom. Ternyata Pertamina,” kata dia.
Lebih lanjut dia berkata, “Itu menandakan bahwa corporate and governance di tubuh Pertamina telah berjalan.”
