Jakarta, TopBusiness – PT Adaro Energy Tbk dengan kode perdagangan saham ADRO mencatat Ebitda operasional sebesar USD 976 juta dan mempertahankan marjin yang tinggi sebesar 37 persen pada 30 September 2019.
Dalam laman adaro.com, di Jakarta, terlihat kinerja perusahaan yang solid baik secara operasional maupun finansial mencerminkan kekuatan bisnis inti serta resiliensi model bisnisnya.
“Kami mencapai kinerja finansial yang solid berkat dukungan peningkatan volume tahunan yang baik. Masih ada permintaan yang tinggi untuk batu bara, namun tantangan ekonomi makro dan industri masih memberi tekanan terhadap harga global. Di tengah kondisi yang sulit, kami terus berfokus pada keunggulan operasional dan efisiensi. Kami juga tetap optimistis dengan fundamental pasar batu bara di jangka panjang dan terus mengeksekusi strategi perusahaan yang dirancang untuk bisnis yang berkelanjutan. Obligasi yang kami terbitkan baru-baru ini akan semakin memperkuat posisi finansial dan struktur permodalan perusahaan dalam menghadapi volatilitas pasar jangka pendek,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADRO Garibaldi Thohir.
Laba inti solid pada USD 513 juta, yang menunjukkan kualitas kinerja bisnis inti dan keunggulan operasional yang tinggi. Kemudian, likuiditas dijaga dengan baik pada USD 1.267 juta, dengan saldo kas USD 1.008 juta.
Penulis: Agus
