Jakarta, TopBusiness – Kontribusi PD BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG) dalam pembangunan daerah di Kabupaten Gunungkidul tak bisa dipandang sebelah mata. Daerah yang dulu identik dengan kemiskinan, tandus dan terbelakang, kini mulai berubah maju seiring dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya. Usaha pariwisata yang berkembang pesat di Kabupaten Gunungkidul menjadi pengungkit tumbuhnya perekonomian di daerah tersebut.
Kondisi itu tak lepas dari peran BPR BDG dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sesuai visi dan misi perusahaan. Dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan secara teleconference, Rabu (9/4/2020), Direktur Bisnis BPR BDG Suci Sulistyawati SH menjelaskan sejumlah kontribusi BPR BDG dalam mendukung pembangunan Kabupaten Gunungkidul.
Pertama adalah, BPR BDG secara rutin memberikan setoran pendapatan asli daerah (PAD) ke pemerintah kabupaten Gunungkidul setiap tahun besarnya mencapai 50% dari laba bersih BDG. “Kami juga melakukan pendampingan dengan instansi terkait untuk pembekalan untuk UMKM dengan tujuan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Suci kepada dewan juri.
Selain itu, menurut Suci, BDG menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk pengembangan perekonomian rakyat baik melalui pengembangan fasilitas wisata yang saat ini sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar masyarakat Gunungkidul, maupun melalui bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga mengurangi anggaran biaya daerah.
BPR BDG juga giat memerangi praktik rentenir yang saat ini banyak menjerat pedagang UMKM di Gunungkidul. Ada beberapa upaya yang dilakukan BPR BDG untuk memberantas rentenir ini antara lain memberikan sosialisasi di wilayah dan pasar di mana banyak terjadi praktik rentenir. Pihaknya memberitahukan adanya lembaga keuangan BPR yang memfasilitasi pinjaman dengan proses mudah, cepat, serta murah.
“Kami bahkan mengikuti pola kerja rentenir yang hadir kapanpun di tengah pasar, dengan menempatkan petugas khusus di pasar yang bekerja mulai pasar buka yaitu pukul 05.00 WIB, sehingga kebutuhan permodalan langsung bisa ditangkap oleh bank,” kata Suci.
Di samping itu, kata dia, BDG menggandeng mantri pasar dan kepala desa setempat untuk mengimbau kepada masyarakatnya agar tidak bekerja sama dengan rentenir.
Kinerja Bisnis
Kontribusi yang besar terhadap daerah itu bisa dilakukan BPR BDG tentu karena kinerja bisnisnya yang cukup baik. Berdasarkan laporan kinerja keuangan BPR BDG dalam dua tahun terakhir tumbuh rata-rata di angka dua digit. Total aset naik
Dana masyarakat dari tabungan pada 2019 mencapai Rp 173,06 miliar atau tumbuh 21,79% dari realisasi tahun 2018. Demikian juga deposito naik 34% menjadi Rp 110,79 miliar pada 2019. Sedangkan kredit yang diberikan pada 2019 mencapai Rp 311,75 miliar atau naik 9,92% dari tahun sebelumnya. Pendapatan BPR BDG tahun 2019 mencapai Rp 50,88 miliar atasu tumbuh 2,89%. Sedangkan laba setelah pajak tahun 2019 naik 11,95% menjadi Rp 8,89 miliar. Total aset BDG tahun 2019 juga tumbuh 23,75% menjadi Rp 440,39 miliar.
Kinerja keuangan BDG yang cukup baik tersebut tak terlepas dari strategi bisnis yang dilakukan BUMD ini. Suci menjelaskan, strategi itu antara lain mempromosikan variasi produk kredit termasuk promo bunga yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta pengembangan pemasaran ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau lembaga keuangan.
“Kami juga memperluas wilayah penyaluran kredit dengan menambah tenaga marketing harus difokuskan pada perekrutan staf yang berkualitas serta upaya terus melatih SDM yang ada,” tuturnya.
Selain itu, kata Suci, BDG melakukan pemasaran produk BPR kepada masyarakat dengan pendekatan komunitas-komunitas usaha yang mana terdapat prasyarat yakni adanya proses internal business yang mendukung terciptanya kemitraan yang berkualitas. “Kami juga meningkatkan promosi dengan memaksimalkan efektivitas operasional, dan menciptakan produk yang berkualitas tentunya,” kata dia.
Mempermudah Layanan
Hal lain yang juga mendapat perhatian dari manajemen BDG adalah perbaikan layanan kepada nasabah. Setidaknya BDG saat ini sudah menggunakan EDC (Electronic Data Capture), mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaanya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu Debit maupun kartu kredit ke dalam suatu bank maupun antar bank, serta dilengkapi fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime.
“Seiring dengan majunya teknologi perbankan, Bank Daerah Gunungkidul sebagai salah satu BPR yang terus berkembang mengaplikasikan EDC untuk melayani masyarakat dengan beragam fasilitas yang ada pada EDC,” tuturnya.
Layanan BPR BDG juga sudah menggunakan PPOB (Payment Point Online Bank). PPOB adalah suatu jasa/layanan secara online system dimana perbankan ditunjuk sebagai fasilitator oleh sebuah provider sebagai tempat pembayaran tagihan bagi pelanggannya. “Dengan adanya fasilitas PPOB maka Bank Daerah Gunungkidul bisa membantu masyarakat dalam melakukan pembayaran tagihan PLN, TELKOM, Pulsa HP, Kartu Kredit,dll yang terkoneksi secara online dan realtime,” kata Rini.
Tak hanya itu, BPR BDG sudah mengaplikasikan layanan SMS Banking. Ini merupakan layanan perbankan elektronik dari bank yang memungkinkan nasabah untuk mengakses informasi rekening mereka dan melakukan transaksi melalui telepon seluler (handphone).
Manajemen BPR BDG juga melakukan sejumlah langkah terobosan untuk meningkatkan layanan dan kinerja perusahaan. Pertama adalah melakukan literasi dan inklusi keuangan. Selain itu aktif melakukan sosialisasi dan promosi. Kemudian layanan beragam fitur transaksi pembayaran, seperti PPOB dan transfer antarbank.
BDG juga melakukan pelayanan dengan Mobil Kas keliling untuk beberapa wilayah yang belum terjangkau kantor kas, seperti sekolah, pasar, dan objek wisata. Terobosan lainnya adalah pelayanan jemput bola tabungan dan angsuran pada pedagang kuliner di taman kuliner, KPN Sehat. “Kami juga melakukan penyaluran dana sertifikasi guru, Tambahan Penghasilan ASN, dana GTT dan PTT ,” ujar Suci.
Meningkatkan Kinerja HC
Secara internal perusahaan, BPR BDG selalu berupaya meningkatkan kinerja pegawai atau human capital (HC). Upaya yang dilakukan manajemen antara lain berupaya mendapatkan HC sesuai spesifikasi yang ditetapkan dengan rekrutmen dan seleksi yang tepat serta jumlah HC yang dibutuhkan sesuai rencana bisnis perusahaan. Terhadap setiap HC yang direkrut dengan tepat maka diberikan target kinerja masing-masing sesuai tugas dan tanggung jawab.
“Kami juga melakukan penempatan HC sesuai dengan kemampuan dan bidangnya, misalnya melalui seleksi kemampuan dan keahlian,” ujar dia.
Upaya lainnya adalah sistem remunerasi komprehensif yang fair dan transparan berbasis pada sembilan compensable factors berupa penghasilan tetap dan variabel dalam bentuk bonus, insentif serta bertujuan 3 hal; mendorong produktifitas, menarik calon-calon karyawan dan mempertahankan karyawan berkualitas.
“Kami juga melakukan evaluasi kinerja secara periodik, menghantar setiap HC pada peningkatan target kinerja apabila melampaui dan perbaikan kinerja melalui pelatihan-pelatihan secara continue,” kata Suci.
Tak hanya itu, BPR BDG melakukan penilaian kinerja (hasil kerja yang obyektif dengan indikator-indikator masing-masing jabatan secara terukur dan transparan. Hasil penilaian kinerja diganjar dengan remunerasi tepat yang sesuai sehingga menciptakan rasa aman, nyaman bagi karyawan dan kompetitif di pasar tenaga kerja.
“Jenjang karir dan promosi jabatan kepada setiap HC yang layak sebagai dampak perkembangan organisasi dan kompensasi kinerja direncanakan secara sistematis,” ungkap Suci.
BPR BDG melakukan penilaian kinerja pegawai dengan sistem Key Performance Indikator (KPI) sebagai kontrol atas kenerja pegawai, demi tercapainya target perusahaan.
Berkat kinerja perusahaan yang baik, BPR BDG dan manajemen pada tahun lalu mendapat belasan penghargaan di tingkat nasional, antara lain:
1. Peringkat 4 Gold Penghargaan Indonesia Sales & Marketing Award III Tahun 2019 Kategori Bank BPR dengan Aset Rp.250M -< Rp.500M.
2. TOP 100 BPR 2019, PD BPR Bank Daerah Gunungkidul masuk dalam 100 BPR TOP Nasional dengan Predikat Bintang 5 dari majalah The Finance, untuk pengukuran kinerja yang tumbuh pesat selama 3 tahun terakhir ( 2016-2018).
3. TOP Pembina BUMD Award Tahun 2019 ( Bupati Gunungkidul : BADINGAH, S.Sos, atas peran dan kontribusi serta dukungannya kepada BUMD di Gunungkidul ).
4. TOP CEO BUMD Award Tahun 2019 ( Direktur Utama PD BPR BDG : Dra. Rini Widiyanti ).
5. TOP BPRKU III 2019 (Kabupaten) BUMD Award Tahun 2019.
6. BUMD TERBAIK KE-2 BPR Kategori Bank BPR dengan Aset Rp.250M -< Rp.500M dari ASIAN POST.
7. TERBAIK KE-3 KATEGORI BUMD SE-DIY, KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2019 DARI KOMISI INFORMASI DAERAH DIY.
8. THE BEST – 3rd , Rural Banks Company 2019, Local Government – BPR Company Aset 250M s/d 500M.
9. THE BIG – 4, Information Technology 2019, dari Economic Review.
10. THE BIG – 4, Operational Excellencr 2019, dari Economic Review.
11. INFOBANK AWARD 2019 ,atas predikat ‘Sangat Bagus’ Kinerja Keuangan tahun 2018 dan GOLDEN AWARD, atas predikat 5 tahun berturut-turut 2014-2018 meraih penghargaan Infobank dengan predikat “Sangat Bagus”
