Jakarta, TopBusiness – Terlepas dari tantangan yang dihadapinya, seperti dari kondisi geografis, ketersediaan air baku, serta dari sebaran masyarakan/konsumennya, PDAM Tirta Lawu Karanganyar memiliki sejumlah catatan positif pada bisnis yang dijalankannya. Hal itu terungkap pada sesi Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang digelar secara online.
Secara umum, seperti diungkap Prihanto, selaku Direktur Utama, tingkat kesehatan perusahaan dinilai sangat baik, di mana mengalami kenaikan signifikan.
Dibanding dengan kinerja perusahaan di tahun 2018, baik dari sisi pendapatan dan laba (bersih) yang diperoleh perusahaan juga mengalami peningkatan. “(Dari) hasil kinerja kami di tahun 2019 yang perbandingkan dengan tahun 2018. Laba bersih kami setelah pajak sebesar Rp 5.055.370.363. Ada kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2018,” ungkap Prihanto.
Peningkatan juga terlihat dari pendapatan perusahaan, di mana pada tahun 2019 PDAM Tirta Lawu berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp53.632.723.970, meningkat dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp47.198.453.077.
Mengacu pada target dan realisasi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), secara umum pada tahun 2019 PDAM Tirta Lawu berhasil memenuhi, bahkan melampaui target yang dicanangkan.
Untuk pendapatan, misalnya, PDAM Tirta Lawu berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp53.632.723.970, dari target Rp49.319.576.365 di tahun 2019. Sementara untuk laba (kotor), perusahaan berhasil mengamankan keuntungan sebesar Rp7.034.994.863 dari target Rp5.962.111.249 di tahun yang sama. Dari sisi biaya yang dicanangkan sebesar Rp43.357.465.116, realisasinya mencapai Rp46.597.729.107.
Sebagai dampak positif dari peningkatan pendapatan yang diperoleh, kontribusi perusahaan untuk pemerintah daerah juga mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. “Kontribusi kami terhadap pemerintah daerah yang berupa setor Kas Daerah, dari tahun 2017 sampai 2019 mengalami kenaikan. Di tahun 2017 kami setorRp1.622.084.152, tahun 2018 kami setor Rp1.737.492.967, untuk 2019 Rp2.780.453.699,” ungkap Prihanto.
Selain dari sisi pendapatan dan laba, PDAM Tirta Lawu juga berhasil menekan tingkat kebocoran air, baik yang terjadi pada proses distribusi maupun produksi.
“Tingkat kebocoran (NRW/non revenue water) kita di tahun 2018 untuk distribusi 29,79% , tahun 2019 mengalami penurunan (menjadi) 25,76%. Untuk NRW produksi dari angka 1,35% (2018), turun menjadi 1,16%,” kata Prihanto.
Berkontribusi Menanggulangi Covid-19
Tidak hanya dalam bentuk setoran kas daerah, PDAM Tirta Lawu Karanganyar juga berkontribusi dalam penanggulangan Covid-19. Adapun bentuk kontribusi yang diberikan PDAM Tirta Lawu berupa diskon untuk para pelanggannya.
“Terkait Covid-19 ini, kontribusi kami adalah memberikan diskon 50% kepada pelanggan, baik sosial sampai dengan R3 (Rumah Tangga). Kontribusi kami kepada pemerintah daerah untuk menanggulangi Covid-19 ini senilai Rp3,6 miliar. Ini adalah bagian kontribusi kami kepada pemerintah daerah untuk bersama-sama menanggulangi Covid-19 atau virus corona,” tandas Prihanto.
Pengembangan Human Capital
PDAM Tirta Lawu mengusung slogan cukup menarik, yakni “The Man Behind The Gun’. Hal ini. menyiratkan pentingnya unsur human capital dalam perusahaan tersebut.
Berkaitan dengan pengembangan human capital, ada paparan menarik diucap oleh Prihanto mengutip pepatah dari Napoleon.
“Ada satu pepatah dari Napoleon bahwa seribu harimau bila dipimpin oleh satu kambing tidak akan pernah berbahaya, tetapi bila seribu kambing dipimpin oleh seekor harimau, maka kambing ini akan berubah menjadi harimau (sangat berbahaya),” tandas Prihanto.
Dengan tegas, Prihanto mengatakan bahwa prinsip itulah yang diterapkan pada semua pejabat di perusahaan.
“Artinya mereka itu (dinilai) berdasarkan kompetensi pekerjaan sehari-hari yang dinilai dari atasannya langsung, baik itu staf dinilai oleh kepala bagian (dan sebagainya),” ungkap Prihanto.
Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, perusahaan juga memberikan pendidikan kepada para karyawannya ke sekolah/akademi yang bergerak di bidang air bersih.
“Termasuk kami juga bekerja sama dengan BPKP dalam pembuatan kebijaksanaan akutansi maupun manajeman asset kami selalu bekerja sama dengan pihak yang memang berkompeten dengan perusahaan umum daerah air minum,” ucapnya.
Tidak ketinggalan sebagai perusahaan penyedia air bersih dan air minum bagi warga Karanganyar, PDAM Tira Lawu juga sudah melakukan sejumlah terobosan dan inovasi di antaranya:
- Optimalisasi air baku yang berasal dari Gunung Lawu.
- Membuat pelayanan satu atap (One Room Service).
- Pembayaran online melalui: BNI, Bank Jateng, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, Fortuna, dan Shopee.
- Meningkatkan cakupan pelayanan melalui: MBR, promo dan diskon.
Penulis: Fauzi

Stop kran dekat meteran air netes mohon utk tindak lanjuti.tks.
Perum JPI
Jln.Aster 16, Jaten, Karangaunyar