Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wai Tipalayo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat terus berupaya mewujudkan pelayanan yang prima, profesional dan berkualitas sesuai visi perusahaan.
Tak hanya itu, badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Polewali Mandar ini juga serius melaksanakan misi perusahaan antara lain memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas, kontinyu, dan kontinuitas bagi pelanggan. Mengendalikan ketersediaan air baku dan memperluas cakupan pelayanan.
PDAM Wai Tipalayo juga memiliki misi untuk memajukan kemampuan pengelolaan perusahaan, mobilisasi sumberdaya, pembinaan berbasis kinerja dan berkompeten. Selain itu melakukan efisiensi di berbagai aspek untuk meningkatkan pendapatan perusahaan sehingga mampu memberikan PAD kepada daerah dan kesejahteraan karyawan.
“Misi kami juga untuk membangun komunikasi dan kerjasama dengan stakeholder secara berkesinambungan,” ujar Direktur PDAM Wai Tipalayo Fadhly Anwar dalam Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang digelar secara online oleh Majalah TopBusiness, Senin (21/4/2020).
Dengan konsisten menjalankan visi dan misi perusahaan, kinerja PDAM Wai Tipalayo pun berjalan cukup baik dan memuaskan pelanggan. Meski saat ini masyarakat dan dunia usaha sedang menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19, kinerja pelayanan sambungan rumah (SR) PDAM ini justru meningkat.
“Dalam dua bulan terakhir ini, pelanggan kami justru naik cukup signifikan berkisar 5-7 persen dari bulan-bulan biasa. Adanya virus Corona ini sepertinya membuat masyarakat semakin sadar untuk menggunakan air bersih,” kata Fadhly.
Sebab itu, menurut dia, PDAM Wai Tipayalo masih optimistis dengan kinerja perusahaan tahun ini, meskipun ada wabah Covid-19. Dari sisi pelayanan, manajemen menargetkan penambahan coverage area 4-5% sampai akhir tahun ini. Saat ini, tingkat coverage area layanan air PDAM Wai Tipayalo secara teknis mencapai 49 persen dari total jumlah rumah tangga di Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 98.600 kepala keluarga.
Tahun lalu, kinerja pemasaran dan pelayanan pelanggan PDAM ini cukup baik. Jumlah pelanggan bertambah dari 19.567 SR pada 2018 menjadi 20.321 SR pada 2019. Namun dari sisi nilai penjualan atau pendapatan ada sedikit penurunan dari Rp 12,7 miliar menjadi Rp 11,1 miliar.
“Adanya penurunan nilai penjualan atau pendapatan air dan nonair pada tahun 2019 jika dibandingkan pendapatan tahun 2018 disebabakan semata-mata karena faktor kurangnnya pemakaian air oleh pelanggan diakibatkan terjadinya kemarau panjang tahun 2019 dari Juli sampai November yang berdampak pada hampir semua wilayah pelayanan atau sekitar 75% dari cakupan area,” kata Fadhly.
Berdasarkan hasil audit keuangan perusahaan, penurunan pendapatan ini juga membuat laba perusahaan turun cukup tajam dari Rp 889,93 juta menjadi Rp 241,7 juta. Meski demikian,d ari sisi aset lancar ada kenaikan dari Rp 20,68 miliar pada 2018 menjadi Rp 21,87 miliar.
Sedangkan berdasarkan tingkat kesehatan PDAM mengacu pada Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM), PDAM Wai Tipayalo masuk kategori PDAM Sehat dengan nilai 3,77. Angka ini sedikit membaik dibandingkan tahun 2018 yang mendapat nilai 3,50.
Tantangan dan Upaya Peningkatan
Fadhly mengakui, layanan air di PDAM Polewali Mandar ini kerap menghadapi masalah air baku yang tersendat, tingkat kekeruhan saat musim hujan yang cukup tinggi, serta defisit air baku saat musim kemarau. Kondisi itu terjadi antara lain karena pipa intake mengalami penyumbatan akibat material sedimentasi seperti pasir atau lumpur.
“Pada musim hujan air membawa material lumpur dari hulu sungai, sedangkan pada musim kemarau debit air baku mengalami penurunan,” kata dia.
Guna mengatasi masalah tersebut, menurut Fadhly, ada beberapa rencana yang akan dilakukan antara lain pembuatan pintu air dan saluran air buangan lumpur. Perlu adanya bangunan prasedimentasi di setiap instalasi pengolahan air (IPA). “Perlu penghijauan di area sumber air. Dan bekerjasama dengan SDA untuk melindungi DAS menghindari pencemaran,” kata dia.
Selai masalah tersebut, PDAM Wai Tipalayo juga menghadapi kualitas, kuantitas dan kontinuitas belum memenuhi harapan pelanggan. Hal itu terjadi antara lain karena masih rendahnya SDM untuk tenaga Laboratorium dan olah bahan kimia. Tak hanya itu, peralatan yang ada di instalasi terutama pompa sering rusak akibat faktor usia. Selain itu, belum optimalnya IPA karena ganguan sumber listrik dari PLN.
“Untuk kami berencana mencari SDM untuk di laboratorium, selain juga perbaikan dan penggantian pompa dan peralatan lainnya secara berkala serta pptimalisasi IPA dan SPC,” kata Fadhly.
Kendala lainnya di PDAM Wai Tipalayo adalah pendistribusian air masih kurang lancar, serta kebocoran pipa distribusi dan tekanan air distribusi yang masih kurang. Kebocoran pipa ini membuat pendistribusian air kurang lancar dan mengakibatkan terkontaminasinya air yang didistribusi. Penyebab lainnya adalah karena kurangnya air valve dan gate valve.
“Mengatasi masalah ini, rencana tindak kami adalah penggantian pipa dan accesoris pipa yang telah dimakan usia secara berkala. Selain itu, perlu ada pembagian zona yang dilengkapi meter induk dan mano meter,” ujar dia.
PDAM Wai Tipalayo juga masih menghadapi masalah pendapatan penjualan air masih rendah, kinerja SDM belum maksimal karena belum sesuai dengan keahlian dan kompetensi, serta periode penagihan piutang yang belum efektif dan rasionya masih tinggi. Menurut Fadhly, pendapatan yang rendah itu terjadi karena struktur tarif belum menutupi harga biaya operasi (FCR). Kualitas pelayanan PDAM juga belum maksimal, sehingga masyarakat enggan membayar kewajiban tepat waktu.
Mengatasi masalah tersebut, manajemen PDAM melakukan reklasifikasi dan restrukturisasi pelanggan. Pihaknya juga melakukan job analisis serta pelatihan SDM sesuai keahlian dan kebutuhan. “Kami melakukan peningkatan kualitas pelayanan, pemberian reward atau insentif ke pegawai berprestasi dalam melakukan efektivitas penagihan,” tutur Fadhly.
Kinerja Human Capital
Terkait keselerasan Human Capital Management System dengan strategi bisnis, PDAM Wai Tipalayo memiliki sistem pengembangan Human Capital yang dapat dikatakan selaras dengan strategi bisnisnya tercermin dalam Perbup Polewali Mandar No. 38 Tahun 2013.
PDAM juga telah menerbitkan sejumlah peraturan perusahaan dan peraturan/keputusan Direktur terkait kepegawaian (kode etik pegawai, dan lainnya) yang diharapkan mendukung Tata Kelola Perusahaan yang baik untuk menjawab tantangan, persaingan dan perubahan dalam dunia bisnis. PDAM telah melakukan pembenahan internal secara serius dan konsisten.
Terkait dengan pencapaian aspek profesionalisme karyawan, maka pengembangan Human Capital yang dilakukan selama ini dibuat untuk meningkatkan kelancaran tugas pelayanan secara berdaya guna dan berhasil guna yang menjamin terselenggaranya manajemen perusahaan daerah yang berbasis kompetensi, diperlukan adanya Pegawai yang profesional, berkualitas dan bertanggung jawab dengan menerapkan prinsip- prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik dan terpercaya (Good Corporate Governance).
Sementara itu, Prof Dr R Siti Zuhro salah satu juri dari Institut Otonomi Daerah (i-Otda) dalam penjurian TOP BUMD Awards 2020 menyarankan kepada manajemen PDAM Wai Tipalayo pasca Covid-19 ini untuk melakukan pembenahan ke dalam dan keluar baik yang terkait SDM, penerapan IT dan juga memperkuat jejaring dengan instansi atau institusi lain.
