TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat GRC, Kinerja Asuransi Sinar Mas Tetap Prima di Masa Pandemi

Nurdian Akhmad
18 June 2020 | 11:31
rubrik: GCG
Berkat GRC, Kinerja Asuransi Sinar Mas Tetap Prima di Masa Pandemi

Jakarta, TopBusiness – Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia saat ini sangat memukul perekonomian Indonesia dan para pelaku bisnis. Namun, implementasi governance, risk management dan compliance (GRC) seperti yang dilakukan manajemen PT Asuransi Sinar Mas mampu meminimalkan dampak pandemi Covid terhadap kinerja bisnis perusahaan.

Operasional bisnis Asuransi Sinar Mas tetap berjalan normal meski ada pembatasan sosial. Bahkan, perusahaan asuransi Group Sinar Mas ini meluncurkan dua produk baru pada masa Covid-19 ini.

“Pandemi Covid memang berdampak pada bisnis kami, terutama untuk asuransi kendaraan bermotor yang paling terpengaruh. Tapi secara umum operasional bisnis kami tetap berjalan baik, bahkan selama pandemi Covid ini, kami meluncurkan dua produk baru,” ujar Direktur PT Asuransi Sinar Mas Dumasi Samosir dalam penjurian TOP GRC Awards 2020 yang dilakukan melalui video conference, Rabu (17/6/2020).

Dumasi menjelaskan bentuk implementasi GRC yang dilakukan Asuransi  Sinar Mas di masa Covid-19 ini adalah dengan menerapkan Protokol Keberlanjutan Usaha dan ProtokolKkeselamatan dan Kesehatan Karyawan. Untuk Protokol Keberlanjutan Usaha, upaya yang dilakukan perusahaan antara lain melakukan split operations, work from home (WFH) full, WFH pola shifting. “Kami juga ada work from office (WFO) khusus unit kerja 24 hour Customer Care, Apoteker, Surveyor, dan sebagainya,” kata dia.

Terkait keberlanjuta usaha ini, manajemen juga aktif melakukan zoom meeting, penggunaan ID Card, briefing dan progress report untuk monitoring karyawan melalui video call dan share location secara acak, pemanfaatan sarana digital untuk pelayanan nasabah (aplikasi ASM Online), serta inovasi produk baru untuk relaksasi kepada nasabah di masa pandemi ini.

Sedangkan Protokol Keselamatan dan Kesehatan Karyawan yang diterapkan Asuransi Sinar Mas antara lain dengan pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker di luar dan dalam gedung, cuci tangan dengan sabun, penyediaan hand sanitizer di setiap akses ruangan kerja. Perusahaan juga melakukan penyemprotan desinfektan, pengoperasian lift terbatas dengan maksimal 9 orang, tempat duduk berjarak (tamu dan kantin). Kartu karyawan berdasarkan gedung.

BACA JUGA:   Berkat GRC Bisnis PAN Brothers Tetap Menggeliat

“Selain itu, business travel ditunda dan melarang karyawan bepergian pribadi ke luar negeri. Meniadakan absensi finger, himbauan berjemur, memperbanyak minum, dan mengkonsumsi vitamin C,” tutur dia.

Menurut Dumasi, pengumuman dan himbauan tersebut dikoordinasikan dan disampaikan ke karyawan melalui email, HCD, WA group, ERP maupun paging system.

Tak hanya menerapkan protokol kesehatan karyawan dan protokol keberlanjutan usaha, Asuransi Sinar Mas juga membuat e-book tentang panduan bagi karyawan dan keluarga di masa pandemi Covid ini. Ada tiga e-book panduan yang dibuat perusahaan, yakni Panduan karyawan dan keluarga dalam pemeriksaan diagnostik Covid-19, Panduan bagi karyawan dan keluarga dalam menghadap Pandemi Covid-19, dan Panduan bagi Karyawan dan Keluarga untuk menghadapi kondisi normal baru (new normal). Semua e-book panduan itu bisa diakses secara online.  

“Kami juga ada Covid-19 Monitoring. Ini untuk pemantauan karyawan Sinar Mas Financial Services (SMFS) yang terindikasi Covid-19 secara aktif dilakukan oleh Tim Covid-19 Asuransi Sinar Mas yang terdiri atas tim medis, HCD, BM/GA, dan Risk Management,” tutur Dumasi.

Dalam penjurian tersebut, Dumasi menjelaskan soal implementasi GRC yang selama ini dijalankan perusahaan mulai dari Internal Control, Risk Management dan Corporate Governance. Untuk mengawasi tingkat kepatuhan atau compliance di perusahaan, Asuransi Sinar Mas juga sudah memiliki direktur kepatuhan.

Proses pengawasan organisasi ini untuk memastikan perilaku organisasi telah mengikuti batasan yang ditetapkan baik bersifat mandatory (wajib) maupun bersifat self-regulating (mandiri). Mandatory meliputi ketentuan regulator dan perundangan di perasuransian. Self-regulating meliputi Sinar Mas shared values, Peraturan Perusahaan, Pernyataan Integritas, Kebijakan dan Prosedur, dan sebagainya.

Asuransi Sinar Mas juga sudah menerapkan manajemen risiko yang merujuk ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan  ISO 31000.

BACA JUGA:   3 No’s Principal ala Bank Victoria

Secara bisnis, total aset Asuransi Sinar Mas pada 2019 mencapai Rp 9,557 triliun dan total investasi Rp 6,764 triliun.  Total pendapatan tahun lalu Rp 6,948 triliun, laba Rp 747 miliar dengan tingkat RBC 431,63 persen dan tingkat likuiditas 167,97 persen.

Kinerja produksi premi bruto (GPW) tiga tahun terakhir cukup bagus dengan penymbang terbesar pada 2019 adalah dari asuransi kebakaran Rp 2,772 triliun, disusul asuransi kendaraan bermotor Rp 1,232 triliun, asuransi kesehatan Rp 553,859 miliar, asuransi kargo laut Rp 497,193 miliar, asuransi sepeda motor Rp 474,460 miliar, dan lainnya.

Tags: Asruansi Sinar MasTOP GRC Awards 2020
Previous Post

Konimex Salurkan Bantuan Atasi Covid-19

Next Post

Di BTN, Indeks GRC Pengaruhi Penilaian SDM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR