TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gubernur DKI Resmi Luncurkan Buku Digital MRT

Busthomi
10 November 2020 | 13:13
rubrik: BUMD
Gubernur DKI Resmi Luncurkan Buku Digital MRT

Jakarta, TopBusiness – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan secara resmi meluncurkan buku digital “Menuju Ratangga, Kereta Kota Kita” hari ini yang dilakukan secara virtual. Buku yang tersedia secara e-book itu menceritakan sejarah tentang transportasi di DKI Jakarta dari masa ke masa dibangunnya hingga transportasi modern Moda Raya Transportasi (MRT) ini.

Termasuk juga dibahas soal sikap dan keinginan politik (political will) dari para gubernur DKI yang menjabat saat itu. Mulai dari penggagasan ide ini hingga kemudian rencan proyek pertamanya yang mulai diajukan di era Gubernur Sutiyoso. Kemudian juga sampai mulai beroperasi di era Gubernur Anies Baswedan dan diresmikan saat itu oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Anies menyebutkan, dalam buku ini dibahas semua orang yang terlibat di dalamnya. Tidak hanya satu tokoh saja. Nama-nama besarnya pun banyak disebut. Seperti BJ Habibie, Menteri Riset dan Teknologi saat itu, dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada kurun tahun 1960-an hingga kemudian mulai mewujud pada periode Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan mendirikan PT MRT Jakarta tahun 2008 lalu.

“Karena semua pekerjaan besar adalah hasil kerja kolektif bukan satu orang saja, termasuk MRT ini. Saya analogikan ini tidak seperti pembangunan Candi Borobudur. Kita tahu candi itu dibangun lebih dari 100 tahun dan sekarang sudah berusia lebih dari 1.000 tahun. Ada banyak orang yang ikut membangun, tapi hanya ada satu nama arsiteknya yakni Gunadarma yang diingat,” terang Anies, di saat peluncuran virtual e-book itu, Selasa (10/11/2020).

Menurut Anies, sebagai alat transportasi, MRT bukan hanya lebih dari sekadar alat secara fisik saja atau sebagai pemindah badan saja. Melainkan sebagai alat transportasi umum untuk meningkatkan interaksi sosial masyarakat. Karena di dalam interkasi sosial di transportasi umum itu ditemukan kebersamaan, persatuan, dan kesetaraan. Dan menurutnya disebut sebagai ruang ketiga, setelah rumah tangga dan tempat kerja. Dan ruang ketiga ini yang akan diitervesi pemerintah agar lebih nyaman, dan sebagainya.

BACA JUGA:   GRC Jadi Penopang Kinerja PT MRT Lebih Oke

“Makanya terobosan dari para pengelola itu harus terus dikembangkan. Dari mulai dulu [fase] konstruksi (MRT), sekarang menghadirkan pengalaman [menggunakan MRT]. Yaitu pengalaman interaksi antar warga, ada interaksi sosial, ekonomi, dan lainnya, ini yang harus difasilitasi,” kata Anies.

Anies juga mengurai soal nama Ratangga yang digunakan untuk menamai kereta MRT itu. Kata dia, dengan adanya buku ini mengurai perubahan perjalanan Ratangga. Dari yang semula tergores di atas kertas menjadi tiang pancang di tanah Jakarta, dan kini menjadi kereta yang bisa digukana secara leluasa.

“Diambil dari kitab Sutasoma dan Arjuna Wiwaha anggitan Mpu Sutasoma, Ratangga bukan nama tanpa makna. Tersirat makna yang dalam di sana: kereta kuda yang kuat dan dinamis. Secara historis, penamaan ini ingin menggambarkan betapa Ratangga ini memiliki akar kuat dalam sejarah panjang negeri ini,” terang dia.

Anies juga berharap dengan adanya moda transportasi seperti MRT ini bisa mewujudkan misi utamanya, tidak hanya sekadar merealisasikan target semata. “Kita percaya MRT ini menjadi misi yang ditunaikan. Jadi tidak hanya meraih target tapi menunaikan misi. Yakni, misi membangun persatuan, kebersamaan, kesetaraan. Dan itu dimungkinkan,” jelas Anies.

Sementara itu dalam sesi diskusi penulis buku, Muhammad Husnil menyebutkan, bukui ini mengisahkan soal perjalanan transportasi di DKI Jakarta dan MRT sejak mulai digagas dan di awal rencana proyeknya yang dimulai di zaman Gubernur Sutiyoso. Penulisannya juga dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Karena membaca buku ini seperti serasa ada teman yang datang ke kita menceritakan soal MRT. Jadi sangat enak dibaca. Bukunya juga tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Hanya 155 halaman,” jelas Husnil. “Dan buku ini nantinya akan menjadi buku utama untuk menghadirkan buku-buku sejenis selanjutnya,” imbuh dia.

BACA JUGA:   Kinerja Melesat, Ini Deretan Kontribusi Bank Daerah Kota Madiun

Foto: TopBusiness

Tags: anies baswedanbuku digitalGubernur DKIPT MRTRatangga
Previous Post

Merger Bank Syariah BUMN Pacu Infrastruktur Kawasan Industri Halal

Next Post

Wujud Rasa Terima Kasih Manajemn MRT Lewat Sebuah Buku

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR