TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Realisasi Anggaran PEN Capai Rp579,8 Triliun

Albarsyah
6 January 2021 | 16:51
rubrik: Business Info
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Kerja optimal berhasil dilaksanakan Pemerintah melalui Komite  Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam mengemban tanggung jawab guna mendorong realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional hingga akhir tahun  2020, demi mengurangi dampak COVID-19 bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan maupun  ekonomi.

Hingga akhir tahun 2020, dari seluruh alokasi anggaran PCPEN sebesar Rp 695,2 Triliun, realisasi (sementara) mencapai Rp579,8 Triliun, atau 83,4%. 

Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) bagian dari  KPCPEN yang berfokus untuk mendorong realisasi pada empat klaster ekonomi, mampu  mencapai realisasi hampir sebesar 100% pada klaster UMKM dan Pembiayaan Korporasi,  sementara untuk klaster Perlindungan Sosial dan Sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda  realisasinya mencapai sekitar 93%.

“Kami bersyukur atas usaha akselerasi yang dikoordinasikan oleh Satgas PEN di periode akhir  Kuartal IV/2020 sehingga mampu mendorong realisasi maksimal penyerapan anggaran PEN.  Jika dihitung sejak dibentuk pada Juli 2020, hingga kini Satgas PEN telah mencairkan Rp346,8  Triliun, atau 97,7% dari alokasi anggaran yang ditujukan untuk empat klaster ekonomi. Realisasi  tersebut kami harapkan dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan nasional menutup 2020  sekaligus menjaga momentum pemulihan nasional memasuki 2021,” jelas Kunta Wibawa Dasa  Nugraha, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara yang juga merupakan  Anggota Tim Indonesia Kerja Satgas PEN, Rabu (6/1) di Jakarta.

Program untuk sektor UMKM yang bertujuan meringankan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus  mempertahankan geliat UMKM di tengah pandemi COVID-19 sukses menyerap anggaran  Rp112,44 Triliun atau 96,7% dari pagu. Sedangkan sektor Pembiayaan Korporasi yang ditujukan  membantu perusahaan-perusahaan nasional terdampak pandemi COVID-19 untuk mengatasi  problem manajemen arus kas, restrukturisasi, konsolidasi hutang, serta menyediakan modal  kerja, berhasil merealisasikan 100% seluruh pagu anggaran sebesar Rp60,73 Triliun.

BACA JUGA:   Mandiri Tunas Finance Tawarkan Kupon Obligasi 9,40-9,75%

Sementara Sektor Perlindungan Sosial dan Dukungan Sektoral K/L/D juga mencatat realisasi yang sangat positif. Sektor Perlindungan Sosial mencatat realisasi sebesar Rp220,39 Triliun, dan dukungan Sektoral K/L/D merealisasikan anggaran sebesar Rp66,59 Triliun.

Realisasi anggaran yang positif dari klaster ekonomi tersebut memberikan kontribusi besar  secara kumulatif bagi realisasi seluruh klaster Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan  Ekonomi Nasional (PCPEN) yang juga meliputi sektor kesehatan dan intensif usaha.

Hingga akhir 2020, bidang kesehatan merealisasikan anggaran Rp63,51 Triliun, sedangkan  bidang intensif usaha yang memberikan potongan pajak dan insentif usaha lainnya  merealisasikan anggaran Rp56,12 Triliun, yakni 46,51% dari alokasi yang disediakan sebesar Rp  120,61 Triliun.

Jika dirinci, sektor UMKM sukses menjalankan enam programnya dengan baik. Program Subsidi  Bunga mampu terealisir Rp12,83 Triliun; Program Penempatan Dana mampur menyerap  Rp66,75 Triliun; Program Penjaminan Kredit UMKM dapat merealisasikan Rp 2,50 Triliun; dan  Program PPh Final UMKM merealisasikan Rp670 Miliar. 

Sementara itu, Program Pembiayaan Investasi kepada Koperasi terealisasi Rp1,29 Triliun, begitu  pula Program Banpres Pelaku Usaha Mikro mencapai Rp28,80 Triliun.

Sedangkan, sektor pembiayaan korporasi berhasil menjalankan empat programnya dengan  maksimal. Seluruh program, yakni Penyertaan Modal Negara yang mendapat alokasi Rp24,07  Triliun; Pemberian Pinjaman Investasi kepada BUMN sebesar Rp19,65 Triliun; Penjaminan Kredit  Korporasi sebanyak Rp2,01 Triliun, dan Pembiayaan Sovereign Wealth Fund sebesar Rp15  Triliun, mampu terealisasi 100 persen.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian dan Lembaga Pemerintahan terkait dalam  berkoordinasi dan bersinergi untuk bersama-sama menuntaskan misi pemulihan ekonomi  nasional. Harapan kami, beberapa program akan dilanjutkan pada tahun 2021, terutama untuk  mempercepat peningkatan ekonomi agar pertumbuhan ekonomi nasional kembali positif,”  pungkas Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2026: BPRS Way Kanan Dorong Ekonomi Daerah Lewat Inovasi Keuangan Syariah

Tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) – Komite  Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan  penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

Prioritas  KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan  reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan  penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi  nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan  Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Sah, Garuda dapat Restrukturisasi Utang dari Tiga BUMN Ini

Next Post

BEI Suspensi JAST

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR