Jakarta, TopBusiness – PT Pindad (Persero) adalah perusahaan pelat merah dengan core business memproduksi berbagai produk pertahanan militer maupun kepolisian seperti persenjatan, amunisi atau peluru, serta berbagai kendaraan.
Berbagai produk alat utama sistem pertahanan (alutsita) yang dihasilkan oleh Pindad ini sudah berstandar internasional dan diakui kualitasnya oleh Amerika Serikat dan negara lain.
Sebagai perusahaan milik negara ini, Pindad juga memproduksi berbagai kebutuhan di luar pertahanan seperti produk industri alat berat dan produk infrastruktur perhubungan seperti rel kerata api. Ada pula aneka produk dan jasa ini telah memberikan kontribusi besar pada berbagai industri di negeri ini. Bahkan berbagai produknya juga sudah menembus pasar global pula.
Kebijakan pemeritah melalui kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menjadikan klaster perusahaan pertahanan ini tergabung dengan beberapa perusahaan yang hampir mirip bisnisnya seperti PT Dahana, PT Pindad, dan PT LEN Industri. Tentunya dalam pengabungan klaster industri pertahan ini ada beberapa seleksi yang diterapkan BPKP agar perusahaan tersebut harus memiliki skor Good Corporate Governance (GCG) harus bisa mencapai 87,75 untuk tahun buku 2020 ditargetkan kepada PT Pindad ini.
PT Pindad dalam mengimplementasikan Corporat Social Responsibility (CSR) serta juga Pola Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) telah selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Program CSR Pindad juga sudah mengadopsi ISO 26000 SR dan mengimplementasikan konsep Creating Shared Value (CSV) atau berbagi manfaat bersama.
“Dalam tumbuh dan berkembang bisnisnya pun, perusahaan BUMN ini terus juga melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) pada bidang perbengkelan dan meningkatkan kemampuan para perbengkelen tersebut dalam memproduksi berbagai peralatan dan perkakas pertania. Serta pula meningkatkan kemampuan para perbengkelen ini menghasilkan berbagai spart part yang berkualiatas dan sesuai dengan stndar mutu yang diwajibkan,” kata Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Pindad (persero) Krisna Cahyadianus dalam penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, kemarin.
BUMN ini juga memberikan bantuan dalam pengurusan badan hukum berbagai badan usaha yang legal kepada mitra binaan UMKM. Tentunya persyaratan legalitas usaha ini sudah menjadi kewajiban yang mesti diikuti oleh para mitra binaan perbengkelan yang tersebar di wilayah Ciwidey , Bandung , Jawa Barat.
“Pada masa pandemi ini kami turut memproduksi ventilator, dimana hasil produksinya juga tersebar di Rumah Sakit Gorontalo, Sulawesi diberikan secara cuma -cuma sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata dia.
Di masa pandemi ini, Pindad juga memiliki Program Urban Farming. Program ini dilakukan untuk membangun ketahanan pangan serta mempertahankan perekonomian masayarakat masa pendemi saat ini. Kegiatan ini juga dilakukan agar keterpurukan perekonomian masyarakat tidak menjadikan gejolak sosial yang semakin mendalam.
Ada beberapa kegiatan dalam Program Urban Farming ini antara lain budidaya lele dan penanaman berbagai aneka produk sayur mayur di wilayah Jawa Barat.
“Keberadan Pindad ini harus memberikan kebermanfaat besar bagi masyarakat lokal di lingkar opresional kami. Apalagi program CSR dan PKBL yang kami luncurkan pun harus selaras dengan core bisnis kami serta pula berbagai program yang kami luncurkan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, agar programnya tidak percuma dan juga masyarakat bisa terus berkembang dengan keberdaan perusahaan milik anak bangsa ini bisa terus mengembangkan masyarakat mencipatakan masyarakat yang madani berkelanjutan,” ujar Krisna kepada dewan juri.
