Jakarta, TopBusiness – Saat ini peran perempuan tak bisa dipandang sebelah mata karena mereka memiliki hak yang sama untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan, khususnya terhadap peningkatan kemandirian ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia membuat inovasi program Corporate Social Responsibility (CSR) terkait pemberdayaan perempuan melalui program Isuzu Enterpreneur Partner.
“Sebelumnya sudah ada program kewirausahaan untuk membantu masyarakat seperti kegiatan daur ulang sampah. Namun tantangannya adalah siapa yang mau membeli produk tersebut. Akhirnya kami berfikir ulang dan menggunakan pendekatan baru melalui program Isuzu Enterpreneur Partner,” ungkap Mohammad Arya Wicaksono selaku General Affair Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia saat mengikuti wawancara dan presentasi penjurian “TOP CSR Awards 2021” yang diadakan Majalah TopBusiness secara virtual, Jumat (5/3/2021).
Melalui program tersebut, lanjut Arya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memberikan pelatihan menjahit kepada kelompok Win D’Cipule yang beranggotakan ibu-ibu untuk bisa memproduksi kain majun. Selain pelatihan, mereka juga diberikan modal berupa mesin, peralatan penunjang dan bahan baku untuk memulai produksi hingga pendampingan agar memperolah konsumen (pembeli).
“Program ini kita bisa meningkatkan keterampilan menjahit masyarakat dan juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dengan memproduksi kain majun, masker kain, dan bendera merah putih. Dengan program Enterpreneur Partner ini tercipta pemberdayaan perempuan yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan,” tuturnya.
“Jadi kami maaping, kita kumpulkan supplier. Yang penting produk ini harus ada yang beli dulu, karena percuma kalau kita buat tapi nggak ada yang beli nanti sia-sia,” lanjutnya.
Kebermanfaatan Program (CSV)
PT Isuzu Astra Motor Indonesia meyakini bahwa program CSR dapat memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan ragam pendekatan dalam implementasi tata kelola CSR agar memiliki dampak yang signifikan. Misalnya terhadap pelaksanaaan program Enterpreneur Partner (produksi kain majun) mulai pelatihan hingga pendampingan untuk mendapatkan konsumen. “Dari costumer sekemanya seperti apa dulu, kita breakdown, para pengguna majun, supplier yang ada di ring satu perusahaan,” terangnya.
Sebab itu, sebelum program ini berjalan, PT Isuzu Astra Motor Indonesia telah melakukan social maaping untuk mengukur ketepatan program inisiatif CSR tersebut. Sehingga program yang berjalan bisa membawa dampak kebermanfaatan atau Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat dan juga stakeholder terkait. “Dengan program ini manfaat yang didapatkan adalah mereka memiliki kompetensi meningkat, sehingga kompetensi menjahitnya bisa digunakan untuk melamar kerja di pabrik. Selain peningkatan kompetensi juga mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan majun,” pungkasnya.
Sedangkan manfaat lainnya bagi para stakeholder terkait seperti mendapatkan kain majun dengan harga yang relatif lebih murah, mendukung program pemerintah, khususnya program Jabar Juara yang ada di Jawa Barat dan manfaat lainnya.
Penulis: Abdullah Suntani
