Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan pengelola jalan tol terbesar di Tanah Air, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tak pernah alpa dalam mengusung program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau yang saat ini disebut Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sederet program CSR pun telah dilaksanakan perseroan terhadap masayarakat sekitar yang terdampak dari aktivitas operasionalnya. Namun begitu, mereka tak hanya menggelar program itu sebagai kepedulian, namun lebih dari itu diselaraskan dengan strategi bisnis JSMR.
Maka dari itu, program-program CSR yang digelar pun sudah mengadopsi Creating Shared Value (CSV) serta mengadopsi standar-standar dalam ISO 26000. Sehingga dari aktivitas usaha perseroan seperti kegiatan konstruksi jalan, usaha jalan tol, pengelolaan lalu lintas jalan tol, dan pengembangan usaha lainnya, senantiasa program CSR dalam mengatasi dampak itu selaras dengan strategi bisnis Jasa Marga.
Demikian seperti disampaikan oleh Tim dari Jasa Marga saat proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, pada Jumat (5/3/2021).
Dalam proses penujurian itu, tim dari JSMR diwakili Corporate Communications and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso yang didampingi oleh Titi Purwatiningsih selaku Department Head, Endang Mintarsih sebagai Section Head, Wuri Andayani selaku Section Head, Tatang Budiman sebagai Assistance Manager.
Jasa Marga sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru’. TOP CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan konsultan di bidang CSR yang kompeten
Heru menegaskan, dalam menggelar program CSR dan TJSL ini pihaknya mengimplementasikan dalam bentuk program-program tanggung jawab sosial perusahaan dengan menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan sosial kemasyarakatan dan perbaikan kualitas lingkungan hidup.
Termasuk inisiatif penyelesaian permasalahan sosial yang relevan melalui kompetensi inti perusahaan demi kemaslahatan bersama.
“Juga mengutamakan program yang memberikan manfaat bersama dan berkontribusi pada penciptaan CSV pemberdayaan masyarakat (community development), serta membangun kapasitas stakeholder (capacity building). Ini juga sebagai komitmen dari perusahaan untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM), sumber daya finansial, sumber daya teknologi, dan sumber daya waktu, dalam program CSR ini,” tutur Heru.

Program CSR Unggulan
Sejatinya, perseroan memiliki segudang program CSR yang begitu banyak. Baik itu program CSR yang sudah berjalan lama, maupun CSR insiatif di era kenormalan baru (new normal) ini dalam rangka ikut menangani pandemi Covid-19.
Namun demikian, jika ditilik lebih dalam ternyata ada beberapa program CSR yang menjadi unggulan. Pertama, Dukuh Binaan Klengkeng Crystal Desa Wijimulyo, Kulonprogo, DI Yogyakarta. Di sana sebagian besar masyarakatnya adalah petani. Dengan pendapatan dari berkebun sangat kecil, sehingga sebagian warga masyarakat masih dalam kondisi miskin.
Sehingga dibuatlah kelompok petani yang berjumlah 42 orang untuk mengelola kebun seluas 2 hektare. Tujuan dibuat kelompok ini untuk mengatur masa panen, menentukan harga jual, mengelola wisata dan menjalin kemitraan dengan pihak luar.
“Kenapa kita memilih buah klengkeng? Karena perawatannya relatif lebih mudah dibanding dengan pohon buah yang lain semisal durian. Secara ekonomis, dapat berbuah dalam waktu tiga tahun sejak ditanam dan menghasilkan buah yang banyak dan harga jual tinggi,” terang dia.
Makanya saat ini, merekasudah bermitra dengan peritel besar, Lotte Mart pada Desember 2020 lalu. Dari situ, pihak Lotte nantinya akan membeli buah klengkeng ini yang memiliki kualitas A.
Kedua, program Kebun Kopi Hutan Majaksingi untuk budidaya serta proses olah kopi organic. Ini berada di perbukitan Manoreh, Jawa Tengah, dengan luas 3 ha untuk 2.400 pohon. Produktivitasnya fresh cherry coffe: varietas Robusta 500 pohon dan varietas Arabica (yellow catura) 500 pohon.
“Di sini kami lakukan pelatihan budidaya organic dengan teknologi organic biotek bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan citarasa kopi. Dengan banyak fasilitas lainnya yang kami sediakan, seperti fasilitas pendukung kebun kopi, fasilitas rumah penerima fresh cherry, dan fasilitas perlengkapan serta peralatan lainnya,” kata dia.
“Di sini kami melakukan pelatihan kepada para pemuda untuk menjadi prosesor kopi dan barista. Semenatra untuk kelompok wanitanya dibentuk KWT (Kelompok Wanita Tani) yang dilatih untuk menjadi produsen aneka sida nabati seperti fungisida nabati, pestisida nabati. Hasilnya digunakan para petani kopi di Desa Majaksingi khusunya para anggota kelompok tani kopi,” cerita Heru.
Ketiga, program green toll road Indonesia. Program ini telah mengadopsi CSV. Programnya berupa penggantian lampu-lampu penerangan jalan umum (JPU) menggunakan jenis lampu LED. Hal ini jelas telah mendatangkan efisiensi dan konservasi energi.
Sehingga manfaat bagi perusahaan adalah memangkas biaya operasional dalam penggunaan sumber daya. Adapun manfaat bagi stakeholder atau lingkungan berkontribusi dalam penghematan (konservasi) sumber daya energi.
“Ini jelas sangat efisien, dapat diukur dari biaya penggunaan LED sebesar Rp81.259.174,08, sementara biaya penggunaan non LED Rp169.289.946. Jadi penggunaan listrik lampu LED akan menghemat 48% dibandingkan non LED,” jelasnya.

Program lainnya adalah penanaman jenis-jenis vegatasi penyerap polutan pada area terbuka pada ruang milik jalan tol (rumijatol), pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati melalui penanaman dan koleksi pohon langka pada lokasi rest area Km 88B, Purbaleunyi, Bandung, Jawa Barat.
Sementara program untuk usaha kecil dan menengah (UKM) adalah menggelar virtual sale mitra binaan Jasa Marga (UKM) dan festival diskon nasional, pelatihan digital marketing untuk UKM, marketplace untuk UKM, dan lainnya.
Tak lupa, dijelaskan Heru, Jasa Marga juga menggelar program CSR di saat pandemi ini. Antara lain, bantuan alat kesehatan untuk klinik perusahaan dan pemberian handsanitizer untuk anak perusahaan, donor darah plasma konvalesan (program Kementerian BUMN), pemberian vitamin, masker, kepada masyarakat dan sumbangan APD untuk Satgas Covid-19 di Jabar dan DKI, serta banyak program lainnya.
Tata Kelola CSR
Dalam menyusun tata keloal CSR ini, pihak Jasa Marga membaginya ke dalam masing-masing empat aktivitas perusahaan tadi. Dari empat aktivitas perusahaan itu, ada tiga isu besar yang sebagai dampak dari aktifitas perusahaan yang akan diidentifikasinyai.
Pertama, identifikasi dampak aktivitas/keputusan perusahaan terhadap ekonomi masyarakat, sosial, dan leingkungan. Kedua, identifikasi kepentingan dan harapan stakeholder terkait dampak aktivitas/keputusan perusahaan.
Dan ketiga, perumusan isu-isu penting yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan. Untuk identifikasi yang ketiga ini, dia mencontohkan, seperti bagi pengelola usaha jalan tol ada dampak berupa, antara lain, kondisi habitat lingkungan yang berubah, ada perubahan sosial dan resistensi soal, dan lainnya.
Kondisi ini dipetakan siapa stakeholdernya, yakni masyarakat di sekitar pembangunan jalan tol, pemilik tanah yang terkena pembangunan jalan tol, dan masyarakat pada umumnya.
Sehingga tanggung jawab sosial lingkungan yang dilakukan adalah, mengembangkan keanekaragaman hayati pada habitat lingkungan yang berubah akibat konstruksi jalan tol, peningkatan ekonomi lokal melalui budidaya keanekaragaman hayati yang bernilai komersial (seperti klengkeng, kopi, dan lainnya).
“Juga kemudian dilakukan kebijakan bagi vendor untuk merekrut tenaga kerja lokal dalam kegiatan konstruksi secara proporsional. Sehingg akhirnya tanggung jawab selanjutnya bisa diciptakan yakni membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di lingkungan kegiatan konstruksi jalan tol,” pungkas Heru.
FOTO: Istimewa

Saya Panitia Rehab musolah dari Tegal Jawa Tengah. Apakah program CSR utk pembangunan masjid masih ada?
selamat siang,salam sejahtera ,sebelumnya perkenalkan nama saya ragil dari relawan kebencanaan lembang,kami sangat tertarik dengan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan ini dimana pt jasa marga memberikan kontri busi untuk membantu masyarakat dalam hal sosial salah satunya kebencanaan,saat ini organisasi relawan kebencannaan kami RPBL( relawan penanggulangan kebencanaan lembang) yang bergerak secara sosial dalam kebencanaan dan mitigasi saat ini membutuhkan peralatan yang dapat memetakan dan memantau daerah yg berpotensi bencana khususnya daerah lembang sebelum relawan turun kelapangan,dalam hal ini yg diperlukan adalah sebuah drone,kiranya perusahaan jasa marga dapat membantu dalam pemberian drone untuk kegiatan tersebut.sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya salam tangguh kami relawan kebencanaan.