TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dinilai Strategis bagi Astra, FIF Diganjar Peringkat Tertinggi untuk Surat Utangnya

Busthomi
4 June 2021 | 14:28
rubrik: Capital Market
Genjot Penjualan Motor, FIF Rilis Obligasi Rp 1,3 T

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Putri Amanda dan Adrian Noer menegaskan terkait peringkat “idAAA” yang diberikan kepada kepada PT Federal International Finance (FIF) yang merupakan anak usaha dari PT Astra International Tbk (ASII).

Selain itu, Pefindo juga mengganjar peringkat yang sama untuk Obligasi Berkelanjutan II/2015, Obligasi Berkelanjutan III/2017, dan Obligasi Berkelanjutan IV/2019 yang masih beredar. Dan pada saat yang sama, Pefindo kembali memberikan peringkat “idAAA” untuk rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan V dengan nilai maksimum penerbitan Rp10 triliun. Prospek dari peringkat perusahaan adalah “stabil”.

Obligor berperingkat idAAA, disebutkan Pefindo, merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior.

“Peringkat tersebut mencerminkan fungsi perusahaan yang strategis bagi PT Astra International Tbk (ASII) atau Grup Astra, dengan peringkat ‘BBB+/negatif’ oleh Standard & Poor’s. Dengan posisi usaha yang sangat kuat di industri pembiayaan sepeda motor dan tingkat profitabilitas yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh ketatnya persaingan di industri pembiayaan,” tutur mereka, di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Namun, peringkat dapat diturunkan jika Pefindo memandang tingkat dukungan dari induk perusahaan mengalami penurunan yang signifikan, yang dapat tercermin dari penurunan tingkat pengawasan dari ASII, atau jika kontribusi FIF kepada ASII menurun signifikan.

“Pefindo melihat pandemi COVID-19 telah secara signifikan memengaruhi industri pembiayaan dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas, terutama dari sektor-sektor ekonomi yang secara langsung terdampak, seperti perhotelan, pariwisata, restoran, dan transportasi,” katanya.

Sektor manufaktur dan perdagangan komoditas, lanjut Pefinfo, juga terdampak dalam skala yang lebih rendah, karena akses orang untuk menuju lokasi tambang terbatas. “Sehingga, debitur dari sektor-sektor ini mayoritas terdampak, menyebabkan pelemahan dalam kapasitas mereka untuk membayar kewajiban keuangan mereka, berujung kepada pemburukan profil keuangan dari perusahaan pembiayaan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pefindo Ganjar Peringkat PPA dari Stabil Menjadi Positif

Walaupun POJK 58/POJK.05/2020 membolehkan perusahaan pembiayaan untuk merestrukturisasi akun-akun yang terdampak pandemi untuk menjaga rasio kualitas aset perusahaan pembiayaan, namun implememtasinya mengandung risiko moral hazard karena debitur yang tidak terdampak dapat juga berusaha mencoba untuk berhenti membayar kewajiban keuangan mereka.

“Kami menilai pandemi ini memiliki dampak yang terkendali terhadap profil kredit FIF, mempertimbangkan status perusahaan sebagai ‘financing arm’ dari produk sepeda motor Honda yang juga berada di bawah naungan Grup Astra, dan merupakan pemimpin pasar di industri sepeda motor.”

Lebih jauh disebutkan, FIF juga dapat menjaga posisi likuiditas yang kuat dalam memenuhi kewajiban keuangannya, didukung oleh penerimaan cicilan piutang pembiayaan, fasilitas kredit dari perbankan dan akses ke pasar surat utang dengan rekam jejak yang baik.

“Hal ini dapat memitigasi kekhawatiran akan potensi pelemahan bisnis pembiayaan di tengah tren pertumbuhan yang menurun dari penjualan sepeda motor di Indonesia,” katanya.

Pefindo pun akan terus memonitor dampak dari pandemi terhadap performa dan profil kredit FIF secara keseluruhan.

FIF adalah perusahaan pembiayaan Grup Astra yang fokus pada produk sepeda motor Honda. Perusahaan juga menyediakan pembiayaan white goods melalui merek SPEKTRA. ASII memiliki lebih dari 99,99% saham Perusahaan. Per 31 Desember 2020, FIF memiliki 242 cabang dan 385 point of sales yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua.

FOTO: Istimewa

Tags: astra internationalFIF Grouppefindoperingkat utang
Previous Post

Performa Perumda Air Minum Tirta Sakti Meningkat Tiap Tahun

Next Post

Laba PDAM Wai Tipalayo Naik 400%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR