Jakarta, TopBusiness –Kabupaten Cianjur merupakan daerah yang memiliki tingkat kesuburan yang sangat menjanjikan, oleh sebab itu pula sudah menjadi ikon penghasil beras yang terbaik di negeri ini.
Sementara potensi Sumber Daya Alam (SDA) unggulan Kabupaten Cianjur sangatlah menjanjikan bagi investor untuk masuk berinvestasi pada sektor agrobisnis, peternakan, perikanan. Serta kemolekan alamnya juga memberikan tantangan untuk para investor turut mengeksplor kemolekan untuk dijadikan destinasi wisata nan apik.
Terbetik pula dengan salah satu pelaku usaha milik pemerintahan daerah kabupaten Cianjur ini, tepatnya Perumda Tirta Mukti, dimana bagi BUMD yang mendapatkan tugas dari Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk memberikan layanan akses air bersih bagi seluruh masyarakat yang bermukim, tanpa ada pengeculian, karena air merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. Karenanya, pemerintah dengan seluruh perangkat wajib memberikan layanan air bersih dan sehat sesuai standar kesehatan yang mengacu badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).
Tentunya keindahan alam serta kawasan pegunungan serta bukit-bukit nan molek di seluruh Kabupaten Cianjur dengan luasan 200 km tersebut menjadikan sebuah kendala bagi Perumda Tirta Mukti ini dalam membangun akses perpipaan terkhusus jaringan distribusi air bersih siap konsumsi bagi seluruh masyarakat.
Akan tetapi dengan kontur alam berbukit-berbukit serta dikelilingi gunung-gunung dengan bebatuan yang cukup keras pula. Tantangan berat ini pula lah yang menjadikan keungulan manajemen Tirta Mukti mampu dalam melakukan proses bisnisnya .
Terbukti, kinerja Tirta Mukti ini sudah tidak diragukan lagi dalam memberikan pelayanan akses air bersih bagi seluruh masayarakat Kabuten Cianjur. Semenjak 5 tahun ke belakang, telah berhasil memberikan layanan akan akses air bersih siap minum bagi masyarakat kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pada tahun 2019 memberikan akses sambungan air bersih kepada MBR sebanyak 1.538 sambungan rumah (SR), tahun 2020 sebanyak 2.381 SR dan untuk tahun 2021 ini, Tirta Mukti mendapatkan tugas dari pemerintah sebanyak 4.500 SR harus bisa tersambungkan, walaupun kontur alam serta rumah-rumah masayarakat terseber sangat berjauh-jauhan, tentunya itulah tantangan yang tidak kecil pula bagi Tirta Mukti.
Kinerja apik Tirta Mukti ini tentunya mendapatkan penilaian atas kinerja tersebut dengan capaian tahun 2019 dengan nilai 65,68, dengan terus melakukan perbaikan dalam kinerja ini maka pada tahun 2020 mendapatkan nilai 66,81. Dimana dalam pemnilaina ini tentunya ada beberapa kritreria terbaik yang menjadi acuan bagi team penilai yaitu keuangan, operasional dan administrasi, serta BPKP pun memberikan penilaian sebagai perusahaaan sehat yang wajar tanpa pengeculian (WPP) dengan capain sebagai perusahaan yang sangat sehat. Saat ini Tirta Mukti telah memberikan layanan air pemipaan bagi seluruh masayarakat Kabupen Cianjur ini sebanyak 48.800 SR per tahun 2021 ini.
Inovasi Tirta Mukti ini dalam memebrikan layanan prima, tentunya dengan keunggulan Teknologi Informasi Digital yang telah diimplementasikan dalam menunjang operasional perusahaan daerah dalam bentuk : layanan biling tagihan air minum berbasiskan digital, telah memiliki peta jalan akses pemipaan, kotroling air pemipaan dengan mengunakan teknlogi Geografik Information Sistem (GIS), dengan keunggulan teknologi GIS yang ditanamkan untuk membangun layanan prima end to end secara keseluruhan mulai dari layanan pelanggan, operasional, managerial, serta controling jaringan air perpipaan dari hulu hingga ke kran pelanggan dapat terpantau dengan jelas dengan dibangun pula dashboard di kantor pusat yang bisa mengetahui secara detail ke seluruh pelanggan termonitor dengan seksama.
Lantas inovasi lainya perusahaan daearah ini pun telah memiliki anak perusahaan atau unit usaha turunan yang bisa memberikan kontribusi laba bagi perusahaan, inovasi perusahaan adalah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), tentunya AMDK ini akan menjadi produk kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Cianjur.
Dan juga pula dalam rangka ketersedian pasokan bahan baku air untuk masyarakat Cianjur dan sekitarnya, maka Tirta Mukti ini telah melakukan kajian Feasibility Study (FS) untuk membangun “embung, sumber air baku” dengan pencadangan kawasan seluas 60 hektar, tentunya ini rencana ketersediaan air baku untuk cadangan selama 25 tahun.
Ditegaskan Direktur Utama Perumda Tirta Mukti H. Budi Karyawan. SH.MH, tantangan alam ini serta sebaran penduduk yang sangat berjauhan ini merupakan sebuah tantangan bagi manajemen agar terus bisa memberikan pelayan primanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur ini. “Apalagi keberadaaan kami 50% memberikan pelayanan sosial dan 50% lagi barulah bisnis dengan target memberikan keuntungan agar karyawan sejahtera serta juga memberikan setoran laba kepada pemegang saham kami yaitu Pemerintahan Kabupaten Cianjur”, tegas Dirut Tirta Mukti.
Ilustrasi: cianjurkab.go.id
