Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, Banten sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan. Tepatnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) itu dilahirkan pada 1923 silam atau 22 tahun sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bernama Water Leideng Bedryf.
Perjalanan panjang Perumdam TKR ini telah membuat kiprahnya sebagai penyedia dan pendistribusian air minum untuk masyarakat itu kini telah membuktikan diri menjadi yang terbaik. Bahkan, tak aneh, jika kemudian Perumdam satu ini menjadi rujukan studi PDAM lain terkait kinerja dan pengelolaan perseroan.
Hingga kini, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Tangerang ini sudah mengaliri tiga wilayah yang dijuluki sebagai Kota Benteng itu. Selain di Kabupaten Tangerang, Perumdam TKR juga turut membasahi Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Bahkan, pasokan airnya pun sudah bisa dinikmati ke luar daerah Tangerang, seperti ke wilayah DKI Jakarta.
“Karena visi kami adalah menjadi perusahaan air minum yang unggul di Indonesia,” kalimat tersebut ditekadkan oleh Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar saat mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2021, yang dilakukan secara virtual, Senin (7/6/2021).
Dengan misi perusahaan adalah, pertama, menerapkan teknologi tepat guna dalam pelayanan berstandar nasional; kedua, meningkatkan SDM yang profesional; ketiga, mewujudkan cakupan pelayanan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Tangerang; keempat, memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah berupa dividen; dan kelima, menjalankan aktivitas usaha dengan selalu menjaga keseimbangan lingkungan.
Dilanjutkan Sofyan, untuk mewujudkan visi-misi itu, pihaknya pun mengusung beberapa strategi, yakni pertama, peningkatan cakupan pelayanan dan kapasitas produksi air minum; kedua, penurunan tingkat kehilangan air (non revenue water/NRW); ketiga, peningkatan tekanan dan kontinuitas aliran air; keempat, peningkatan keandalan sistem penyediaan air bersih; kelima, penurunan konsumsi energi; dan keenam, peningkatan pengendalian pencemaran.
Perumdam TKR sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2021 dari ribuan BUMD yang ada di Indonesia. TOP BUMD Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan institusi yang kompeten di bidangnya.
Kepada Dewan Juri, Sofyan menegaskan, hingga akir 2020 lalu, kiprah perseroan terus bertumbuh meski di tengah pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari kinerja jumlah sambungan langganan yang terus menaik dari tahun ke tahun. Per akhir Desember 2020, total sambungan langgaran (SL) Perumdam TKR mencapai 526.605 SL.
Angka terebut terdiri dari pelanggan domestik sebanyak 181.105 per akhir tahun lalu atau meningkat dari tahun sebelumnya di angka 149.011 SL. Dan pelanggan air curah, yakni pelanggan seperti pengembang kawasan perumahan, perusahaan air minum, KSM, dan lainnya mencapai 345.500 SL. Pelanggan air curah ini seperti PAM Jaya (277.500), BSD City (17.000), Lippo Karawaci (3.000), Bintaro (20.000), Alam Sutera (2.000), Bandara Soekarno Hatta (25.000), dan PDAM Kota Tengerang (1.000).
Adapun jika ditengok dari ekspansi Perumdam ini di tiga wilayah ‘Tanah Benteng’, memang sebanyak 54% atau setara 100.046 SL berada di Kab. Tangerang. Sisanya, di Kota Tangerang (39% atau 69.135 SL) dan Kota Tangsel (7% atau 11.924%).
“Tentu saja potensi pemasaran kami masih sangat luas. Untuk Kab. Tangerang saja, cakupannya baru 37,74% di 2020 dengan jumlah penduduk sebanyak 3.692.693 jiwa, jumah penduduk terlayani 1.393.608 jiwa, dan jumlah pelanggan Perumdam TKR dan mitra swasta hanya 207.436 jiwa. Sementara tingkat NRW kami sebesar 16,69%,” terang Sofyan.
Kinerja Apik 2020
Perumdam TKR selama tahun lalu justru masih mencatatkan kinerja postif di saat pandemi melanda. Tercatat, untuk pencapaian selama 2020 lalu bertumbuh 33,33% dibanding tahun 2019 lalu dengan adanya penambahan SL sebanyak 10.052. Growth tersebut bahkan lebih baik dari capaian 2019 yang bertumbuh 31%.
Sementara untuk tahun ini, pihaknya menargetkan bisa menggaet jumlah SL sebanyak hingga 50% ketimbang 2020. Dengan beberapa area yang disasar antara lain, Tigaraksa, Solear, Cosika, Kelapa Dua, Legok, Curug, dan area lainnya.
Pertumbuhan SL tersebut juga sejalan dengan kinerja keuangan Perumdam yang kian positif. Pada 2019 lalu, perusahaan mengantongi laba sebesar Rp84,392 miliar, sehingga berhasil menyetorkan PAD dalam bentuk dividen sebanyak Rp23,207 miliar. Angka itu telah disetor pada 7 Juli 2020.
Dan tahun lalu terus meningkat dengan laba yang dikantongi sebesar Rp87,328 miliar (unaudited) dengan rencana dividen sebesar Rp24,020 miliar (unauditied).
Kinerja positif terus dicanangkan sesuai dengan business plan perseroan dalam RPJMD 2020-2024. Dengan beberapa tahapan antara lain, di tahun ini ditargetkan cakupan di Kab. Tangerang mencapai 45% dengan target Perumdam TKR sebesar Rp19,67%. Dengan target penambahan SL 41.217 unit dan pembangunana Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru total 1.700 l/d serta pengalihan IPA Cikokol sebesar 650 l/d.
Dan untuk tahun depan ditargetkan cakupan di kabupaten sebanyak 53,02% dengan cakupan Perumdam di angka 25,31%. Dengan target penambahan SL 43.681 unit dan pembangunan IPA baru total 500 l/d. Lalu target di 2023, cakupan di kabupaten mencapai 60% dan cakupan Perumdam sebesar 31,29%. Plus target penambahan SL sebanyak 45.690 unit.
“Dan di tahun 2024 nanti, kita targetkan cakupan di kabupaten sebanyak 63,91% dan cakupan Perumdam capai 34,82%. Dengan target penambahan SL 36.465 unit dan pembangunan IPA kapasitas total 500 l/d. Sehingga kami siap menggelontorkan total investasi 2020-2024 mencapai Rp5,653 triliun. Dana itu untuk pembebasan lahan, pembangunan IPA, pembangunan jaringan perpipaan, pajak 10%, perizinan, dan engineering service,” beber Sofyan.
Perumusan target tersebut memang tak lepas dari masih besarnya potensi di Tangerang. Menurut dia, pesatnya angka pertumbuhan penduduk di Kab. Tangerang menyebabkan meningkatnya kebutuhan air minum atau bersih di sana, sehingga berdasarkan kondisi ini maka Pemkab Tangerang sesuai RPJMD itu menargetkan terpenuhinya kebutuhan air minum bagi masyarakat mencapai 60% di 2024 nanti.
“Dari proyeksi pasar itu, kami prediksi jumlah penduduk di 2024 nanti mencapai 4.463.216 jiwa. Dengan jumlah pelanggan 2.856.458 jiwa, dan tingkat pelayanan sudah sebesar 63,91%. Karena kebutuhan air di tahun itu sudah mencapai 12.654,17 liter per detik,” tutur dia.
Namun begitu, hal tersebut tentu saja buka sesuatu yang mudah. Menurutnya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi yakni terbatasnya ketersediaan air baru, masih rendahnya cakupan layanan di Kab. Tangerang tadi, kondisi geografs area layanan di Kab Tangerang yang sulit diintegrasikan dalam sistem jaringan perpipaan, besarnya penggunaan energi dan bahan kimia, besarnya piutang pelanggan, dan tarif air minum belum full cost recovery serta belum dilakukan penyesuaian sejak tahun 2009.
Inovasi di Masa Pandemi
Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk melakukan social distancing, maka pihaknya pun mengembangkan inovasi dalam bentuk aplikasi bernama aplikasi Simpel TKR. Aplikasi ini untuk para pelanggan selama masa pandemi ini. Sehingga semua hal yang terkait dengan layanan keperlangganan itu dilakukan secara online.
Aplikasi ini bisa digunakan untuk melakukan cek pemakaian, cek tagihan, pemasangan baru, membaca meter sendiri, dan pengaduan pelanggan.
“Aplikasi Simpel TKR (Sistem Layanan Pelanggan TKR) ini dapat diunduh dari Google Play dan AppsStore sebagai fasilitas layanan bagi pelanggan secara online, yang semuanya itu dilakukan cukup dalam dari gadget kita secaar realtime dan up to date. Aplikasi ini telah diterapkan sejak pertengahan tahun 2020 lalu,” katanya.
Selain itu, aplikasi ini juga bisa untuk membayar tagihan melalui virtual account (VA) dan payment point online bank (PPOB). Beberapa mitra kerja sama payment itu adalah Bank Mandiri, BTN, BCA, Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Tokopedia, Pos Indonesia, dan lainnya.
“Selain inovasi itu, juga ada inovasi lain seperti pemanfaatan tekonologi informasi lain. Antara lain, billing system (sistem pengelolaan rekening air), payroll (sistem penggajian), SIMPEG (sistem informasi kepegawaian), presensiku (sistem kehadiaran pegawai), GIS (sistem informasi jaringan perpipaan), dan lain sebagainya,” pungkas Sofyan.
FOTO: Istimewa
