Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Boyolali merupakan sebuah Perusahaan Perseroan Daerah yang memberi Layanan Digital kepada para nasabahnya. Seperti misalnya ATM (cardless/non-cardless), e-cash, tap-cash, phone banking, internet banking dan mobile banking, laku pandai serta berkolaborasi dengan Fintech.
Menurut Direktur Utama PT BPR Bank Boyolali Dono Sri Hananto dalam penjuarian TOP BUMD 2021 yang dilakukan secara daring, Bank Boyolali terus melakukan terobosan terkait Human Capital dan Inovasi Bisnis agar kinerja perusahaan terus meningkat sehingga dapat memberi kontribusi positif bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat.
Terobosan Human Capital dan Inovasi Bisnis
Menurut Dono Sri Hananto kembali, terobosan dan inovasi terkait bidang Human Capital meliputi program pengembangan kualitas dan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pada setiap individu pegawai.
Selain itu, pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan secara intensif dan berkelanjutan baik dilakukan sendiri (inhouse training) maupun dengan pihak lain (Lembaga-lembaga pelatihan) yang meliputi kompetensi bidang yang sesuai dengan kebutuhan, serta pemberian penghargaan kepada pegawai yang berprestasi.
Sementara itu terobosan dalam Inovasi Bisnis, PT BPR Bank Boyolali telah merubah Cash Transaction (CT) menjadi Non Cash Transaction (NCT). Disamping itu juga melakukan Digital Communication melalui media sosial (seperti misalnya: FaceBook, Linkedin, Instagram) dan Web Site. Inti dari inovasi bisnis ini, PT BPR Bank Boyolali berusaha untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, meningkatkan produktivitas diri dan pegawai, inovasi dapat menampilkan kualitas yang menonjol yang dimiliki perusahaan daripada kompetitor lainnya dan dapat membantu bisnis untuk mengalahkan para pesaing.
Torehkan Kinerja Mengkilap
Dengan melakukan terobosan Human Capital dan Inovasi Bisnis, PT BPR Bank Boyolali dicatat tetap mencatatkan banyak kinerja positif di era pandemi. Seperti misalnya memenuhi pencapaian target kinerja 2020 seperti yang diberikan. Bahkan ada diantaranya yang melebihi target. Seperti misalnya adalah sebagai berikut.
Target asset tahun 2020 sebesar Rp 377.893.917.219, realisasi sebesar Rp 385.730.943.376. Target Laba Sebelum Pajak sebesar Rp 10.196.518.450, realisasi sebesar Rp 10.217.651.494. Target Deviden Rp 3.737.024.755 realisasi Rp 4.083.090.446. Target Dana Pihak Ketiga Rp 290.491.013.271, realisasi Rp 301.546.267.540. Target Tabungan Rp 178.234.343.424, realisasi Rp 186. 620.721.110. Target Deposito Rp 112.256.669.847, dan realisasi Rp 114.925.546.430.
Secara yoy, juga terjadi peningkatan kinerja di atas 100%. Seperti misalnya Aset tahun 2019 sebesar Rp 367.547.990.778 naik menjadi Rp 385.730.943.376 tahun 202. Dana Pihak Ketiga tahun 2019 sebesar Rp 284.168.920.024 naik menjadi Rp 301.546.267.540 tahun 2020. OSC tahun 2019 sebesar Rp 264.746.165.842, naik menjadi Rp 283.476.146.989 tahun 2020. Pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 55.486.133.880, naik menjadi Rp 56.463.136.881 tahun 2020. Biaya tahun 2019 sebesar Rp 45.573.402.671, naik menjadi Rp 46.478.288.013 tahun 2020. Laba sebelum PPh tahun 2019 sebesar 9.912.731.210, naik menjadi Rp 10.217.651.494 tahun 2020. Laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 6.955.247.724, naik menjadi Rp 7.770.244.850 tahun 2020.
Beri Contoh Positif
Dengan prestasi kinerja yang luar biasa serta memiliki nilai komposit GCG sebesar 1,55 dengan predikat Sangat Baik, PT BPR Bank Boyolali kiranya dapat menjadi contoh dari BUMD lain. Setidaknya ada 3 hal dari perusahaan yang sesungguhnya dapat dijadikan contoh bagi BUMD lain.
Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut. Pertama. Penerapan metode lelang jabatan secara profesional dalam setiap proses promosi pegawai untuk menghadirkan pegawai yang profesional. Kedua. Pola regenerasi organisasi yang mengakomodir kader-kader calon pemimpin dari internal perusahaan agar terisi kader internal dapat bekerja lebih maksimal.
Ketiga. Mampu berperan dalam mensukseskan/menjalankan program Pemerintah Kabupaten Boyolali khususnya dalam bidang keuangan, antara lain: pengelolaan Dana Desa, Pemberdayaan UMKM (Dana Bergulir), pembiyaan untuk pemborong proyek-proyek Pemerintah Kabupaten Boyolali, Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Menurut Dono Sri Hananto, ketiga hal tersebut mampu mendukung kinerja PT BPR Bank Boyolali positif. Dengan kinerja positif tersebut, PT BPR Bank Boyolali kini mampu memberi kontribusi BUMD secara maksimal.
Ada 4 kontribusi BUMD yang telah ditorehkan PT BPR Bank Boyolali hingga saat ini. Pertama. Mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah kabupaten di bidang ekonomi dan pembangunan daerah. Kedua. Berkontribusi dalam sumber pendaaan pemerintah daerah melalui setoran deviden dari hasil laba usaha BUMD. Ketiga. Pemberdayaan UMKM melalui kredit lunak Dana Bergulir UMKM Pemerintah Kabupaten Boyolali. Keempat. Terciptanya Good Corporate Covernance (GCG) dengan program Non Cash Transaction (NCT) dalam pengelolaan dana desa dan lainnya.
“Bila Human Capital dan Inovasi Bisnis positif, maka kontribusi BUMD akan dapat mengikuti”, pungkas Dono Sri Hananto.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
