
Jakarta — Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia (Core Indonesia), Hendri Saparini, Ph. D., mengimbau agar Pemerintah Indonesia segera mengoreksi kebijakan industri nasional. Sebab, pertumbuhan sejumlah industri prioritas justru melambat. “Kalau dilanjutkan tanpa suatu review, industri prioritas itu akan semakin menurun,” kata dia dalam diskusi media di Jakarta hari ini.
Ia menambahkan, bila memang sejumlah sektor disebut sebagai industri prioritas, apakah memang sudah ada perangkat hukum yang mendukung? Dan apakah industri tersebut pada kenyataannya memang sudah menjadi back bone perekonomian nasional? “Faktanya, industri prioritas tidak didukung dalam banyak hal, bukan?”
Sebenarnya, kalau sejumlah sektor ditetapkan sebagai industri prioritas, ya harus sungguh-sungguh diperhatikan. “Misalnya, sektor pertanian harus benar-benar didukung seperti yang dilakukan sejumlah negara,” kata dia.
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Senior Economist Core Indonesia Prof. Dr. Ina Primiana mengatakan, rata-rata pertumbuhan industri prioritas nasional menurun sejak dicanangkan di tahun 2010. “Rata-rata pertumbuhannya masih di bawah 6%,” kata guru besar di Universitas Padjadjaran tersebut.
Ina pun mengatakan, “Beberapa jenis industri prioritas mengalami surplus perdagangan. Tetapi itu belum dapat menutup defisit dengan beberapa negara mitra utama.” (DHI/DHI)