Jakarta, TopBusiness – Tahun kini, di usianya yang ke-34 tahun, Perusahaan Daerah Air MInum (PDAM) Tirta Tarum Karawang, Jawa Barat sedang dalam proses transformasi status menjadi Perum (Perusahaan Umum)- Perumdam Tirta Tarum.
Perubahan status ini diharapkan bisa meningkatkan performa dan kinerja, terutama dalam kaitan layanan masyarakat dengan pengelolaan yang lebih profesional, sekaligus bisa meningkatkan bisnis agar bisa memberikan andil bagi pembangunan daerah melalui kontribusi setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sejak dilakukan restrukturisasi jajaran manajemen dan perombakan direksi di PDAM Tirta Tarum Karawang, kinerja perusahaan daerah yang sejak 2018 dinakhodai Direktur Utama Muhamad Sholeh ini, bisa terus meningkat. Salah satu parameter keberhasilannya, yakni adanya peningkatan peringkat nasional (Kategori BPPSAPAM) dari 133 tahun 2018 menjadi 74 di tahun 2019. Demikian juga untuk tingkat Jawa Barat, PDAM yang semula di peringkat 17 kini, menduduki peringkat 11.
Sejumlah peningkatan juga berhasil dicapai meski sedang terjadi pandemi Covid-19. Di antaranya perusahaan bisa meningkatkan jumlah pelanggan hingga lebih dari 30% dalam waktu 2,5 tahun dari 72.000 pelanggan menjadi 95.000 SR (Sambungan Rumah) saat ini. Perusahaan juga bisa terus meningkatan pelayanan pelanggan dengan menerapan konsep One Day Service (ODS) dan One Hour Service (OHS).
Dalam kaitan pelayanan bagi pelanggan, perusahaan mengembangkan spirit baru BEST (Berikan Service Terbaik) yang hingga kini terus ditanamkan di benak seluruh karyawan di PDAM Karawang.
Demikian diugkapkan Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Kabupaten Karawang, M.Sholeh saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2021” yang dihelat Majalah Topbusiness secara daring yang dilakukan Senin (14/06/2021).
Dalam kesempatan itu,Dirut M. Sholeh juga memaparkan banyak hal terkait pembenahan di sistem manajemen dengan program transformasi digital dengan sistem Information Technology (IT), pembenahan sumber daya manusia (SDM) melalui program diklat, peningkatan proses bisnis yang transparan, hingga strategi peningkatan layanan pelanggan serta upaya menekan tingkat Non Revenue Water (NRW) atau tingkat kebocoran air 2% per tahun dengan menggunaan dukungan sistem IT.
“Sistem dan aplikasi IT akan terus kita kembangkan. Terkait layanan pelanggan, ada SiPakar (Sistem Informasi Pelayanan Air Karawang).Dalam kaitan ini, kami juga sedang menyiapkan aplikasi SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) untuk mendukung sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses produksi, distribusi, hingga pengawasan berbasis teknologi digital dengan pusat data yang terintegrasi dari semua bagian,” terang dia.
“Aplikasi ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan GIS atau sistem informasi geografis (GIS), sehingga pertukaran data informasi dari semua lini bisa dilakukan cepat dan akurat, untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis,” sambungnya.
Terkait tingkat kesehatan perusahaan, selama 3 tahun berturut-turut PDAM Tirta Tarum juga masuk kategori sehat. Perusahaan juga berhasil membayar pelunasan pembayaran atau setoran PAD untuk 4 tahun sebelumnya dari tahun 2016–2019 kepada Pemda. Selain itu juga ada penyelesaian beberapa permasalahan asset tanah, bangunan PBB, dan lainnya, sehingga bisa meningkatkan eksistensi dan daya saing perusahaan.
Dengan makin berkembangnya Karawang yang dulu terkenal sebagai lumbung padi Jawa Barat yang kini berubah menjadi kota industrial, tantangan dalam penyediaan air bersih bagi pelanggan, baik rumahan, komersial dan industri, diakui juga makin kompleks, baik secara kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.
Diakui, dengan transformasi PDAM menjadi Perumdam, ke depan tantangan yang dihadapi juga makin kompleks. Terlebih menghadapi semakin besarnya kapasitas dan jumlah pelanggan serta kompleksnya permasalahan teknis dan non teknis.
Permasalahan teknis di antaranya selain usia perpipaan dan insfrastruktur yang sudah tua, peralatan untuk produksi, kualitas air baku dan kondisi geografis layanan, juga makin menantang. Sedangkan permasalahan non teknis saat ini yang dihadapi oleh PDAM Karawang yaitu masih rendahnya tarif, tantangan SDM (Sumber Daya Manusia), dan masalah non teknis lainnya.
M. Sholeh mencontohkan pada tahun 2021 ini PDAM Karawang tidak bisa ikut serta program Hibah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) bukan masalah teknis, akan tetapi non teknis. Meski demikian, kata M. Sholeh, hal tersebut tidak mengurangi penambahan pelanggan yang dapat dilaksanakan secara mandiri dengan beberapa penyesuaian tanpa mengurangi kualitas layanannya.
Secara umum, PDAM Tirta Tarum Karawang sebagai Perusahaan pelayanan Publik Air Bersih/Minum telah menjalankan tupoksinya dengan baik, sesuai dengan visi misi yang diemban perusahaan. Kinerja usaha dan layanan selama pandemi Covid-19 tetap berjalan optimal, antara lain berkat strategi inovasi dan layanan dengan teknologi informasi.
Misalnya untuk memudahkan pelayanan pelanggan dengan mengembangkan sistem on line, baik untuk pembayaran, informasi kepada pelanggan melalui medsos, seperti facebook, Instagram, twitter dan lainnya. Sehingga selama tahun 2020, atau di saat pandemi Covid-19, kinerja operasional perusahaan tetap bisa berjalan dengan baik dan meraih predikat Sehat dan Baik.
“Berdasarkan kriteria BPPSPAM, Nilai kami 4.41 (Sehat), dan berdasarkan Kriteria Permendagri 47/1999 Nilai 67.00, masuk kategori (Baik). Dalam hal manajemen perusahaan, kami juga sudah menerapkan tata kelola yang baik dengan sistem manajemen yang transparan dan professional. Ini salah satu keberhasilan kami yang membanggakan sejak dipercaya menjadi Direktur Utama di PDAM Karawang, di mana salah satu tugas besar saya di awal adalah menyehatkan perusahaan yang sebelumnya sakit. Kami bersyukur, berkat soliditas tim yang kami bentuk, dalam satu setengah tahun belakangan ini, sudah banyak lompatan baru terkait kinerja kami di PDAM Karawang ini,” beber M. Sholeh.
Di sisi pelanggan, dalam rangka mendorong ketaatan pelanggan dalam membayar rekening air, PDAM juga memberikan program rewards berupa hadiah sebagai daya tarik pelanggan agar bayar rekening air tepat waktu.
Selain penghargaan, PDAM Tirta Tarum juga memberikan sejumlah inovasi untuk pelanggan di antaranya bulan amnesty denda/penghapusan Denda. Kemudian ada gebyar promo SR Murah, layanan SiPakar (Sistem Informasi Pelayanan Air Karawang), dan program lainnya untuk memudahkan layanan, termasuk di saat pandemi ini.
Manajemen yang sekarang juga lebih terbuka dengan mendorong semua bagian agar lebih kreatif mengembangkan ide dan gagasan inovatif untuk kemajuan perusahaan agar bisa meraih kinerja terbaik dan memperoleh keuntungan untuk kontribusi bagi pembanguan daerah serta kesejahteraan bagi masyarakat melalui pemasukan PAD itu.
“Meski demikian bagaimana pun tentu masih ada kekurangan, termasuk masih adanya keluhan pelanggan. Ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus berupaya keras meningkatkan pelayanan agar bisa lebih baik lagi,” tandas M Sholeh bertekad.
Penulis: Ahmad Chury

Alhamdulillah ucap syukur saya selaku bawahan karyawan Perumdam Tirta tarum Karawang ,merasa bangga karena Perumdam Tirtatarum Karawang kita ini menjadi sehat dan baik,mudah mudahan kedepannya Perumdam Tirta tarum kabupaten Karawang ini akan terus mnjadi baik, sehingga masyarakat menjadi puas akan pelayanan kita.dan saya selaku karyawan juga akan terus memperdomankan dan melaksanakan berdasarkan nilai inti yang ada d perusahaan Perumdam ini.dan memberikan servis terbaik khususnya di daerah cabang saya.yakni cabang batujaya dan Telagajaya.
Transformasi Digitalisasi, penerapan Tekhnologi Transaksi Informasi sangat mendukung penyelenggaraan pelayanan publik, baik dari segi pelayanan pemasaran, dan kepuasan pelanggan.