Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan kembali terpilih menjadi salah satu finalis dalam ajang TOP BUMD Awards 2021 yang digelar Majalah Top Business. Saat ini, ajang penghargaan paling bergengsi untuk para pelaku BUMD di Indonesia ini sudah masuk tahap presentasi dan wawancara para finalis oleh dewan juri yang dilakukan secara daring.
Dalam sesi presentasi dan wawancara yang dilakukan pada Jumat (2/7/2021), Perumda Tirta Kanjuruhan yang diwakili langsung oleh Syamsul Hadi, S.Sos. MM selaku direktur utama, menyampaikan soal kinerja perusahaan, kontribusi terhadap pemerintah, inovasi unggulan, dan berbagai prestasi yang diraih BUMD selama ini. Syamsul dalam penjurian ini didampingi Tutik Wadjawati, SE selaku direktur umum dan Ir M Haris Fadillah sebagai direktur teknik Perumda Tirta Kanjuruhan.
Menurut Syamsul, pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan perusahaan di seluruh dunia, tidak terkecuali PDAM atau Perumda sebagai BUMD penyelenggara pelayanan air minum. Berdasarkan Hasil Audit BPKP Tahun Buku 2020, 13 dari 38 PDAM atau Perumda se-Jawa Timur tidak mampu mencapai FCR atau full cost recovery.
“Alhamdulillah Perumda Tirta Kanjuruhan tidak hanya berhasil mencapai FCR sebesar 126,69 persen tapi juga telah mencapai prestasi sebagai PDAM atau Perumda dengan Kinerja Terbaik di Jawa Timur dan Peringkat 3 Terbaik di Indonesia untuk Kelompok Pelanggan di atas 100.000 SR,” kata Syamsul.
Berdasarkan Buku Kinerja BUMD Air Minum 2020 yang diterbitkan oleh Direktorat Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, nilai kinerja Perumda Tirta Kanjuruhan berada di angka 4,10. Buku tersebut merupakan hasil penilaian kinerja terhadap 387 BUMD Air Minum di seluruh Indonesia, kerja sama dengan BPPSPAM dan BPKP.
Hal itulah yang membuat Perumda Tirta Kanjuruhan sangat layak menjadi benchmark atau tolok ukur BUMD air minum di Indonesia.
Selain dari sisi kinerja, menurut Syamsul, Perumda Tirta Kanjuruhan juga bisa menjadi best practice dalam pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan. Program ini merupakan salah satu alternatif sumber pembiayaan pengembangan SPAM yang sangat menguntungkan.
Program Hibah Air Minum Perkotaan merupakan hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dengan Pendekatan Kinerja Terukur, di mana Pemerintah Daerah diwajibkan untuk melakukan peningkatan akses air minum yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perkotaan. Program ini dibiayai terlebih dahulu melalui penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada Perumda/PDAM, yang akan dilanjutkan dengan pencairan dana hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah setelah dilakukan verifikasi oleh kementrian teknis.
Saat ini, menurut Syamsul, banyak kabupaten atau kota di Indonesia yang tidak dapat mencapai target Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH). Sejak tahun 2015 sampai saat ini, Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai Pelaksana Program Hibah Air Minum Perkotaan selalu berhasil mencapai target 100 persen SPPH dan SR terpasang.
“Keberhasilan tersebut ditetapkan oleh CPMU Kementrian PUPR sebagai Best Practice Program Hibah Air Minum Perkotaan dan rujukan bagi PDAM atau Perumda se-Indonesia,” ujar Syamsul.
Kunci sukses pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan adalah pertama, adanya tim yang solid dan kompeten. Untuk melaksanakan program ini, Perumda Tirta Kanjuruhan memberdayakan pegawai, membentuk tim setiap tahun, dan penerapan insentif berbasis kinerja. Kedua, adalah menjalin komunikasi dengan seluruh stakeholder seperti bupati selaku KPM, Dewan Pengawas, DPRD, PIU Program Hibah Air Minum. “Outputnya Perda PMP, Perbup PBJ, Perda Penambahan PMP, Pencairan PMP tepat waktu,” ucap dia.
Kunci ketiga adalah Kebijakan Biaya. Perumda Tirta Kanjuruhan menetapkan biaya pasang Program Hibah hanya 45 persen dari biaya pasang reguler. Pihaknya juga menyediakan fasilitas biaya pasang angsuran, keringanan biaya, dan bahkan gratis biaya pasang. “Kami juga ada fasilitas subsidi pemakaian sebanyak 10 m³ bagi MBR,” ucap Syamsul.
Keberhasilan pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan didukung pula oleh adanya Aplikasi SIM-BAH atau Sistem Informasi Manajemen Hibah. “Dengan aplikasi SIM-BAH, pengendalian pelaksanaan Program Hibah Air Minum dapat kami lakukan dengan cepat, mudah dan murah,” kata Syamsul.
Perumda Tirta Kanjuruhan juga sudah memiliki rencana untuk peningkatan kapasitas untuk Program Hibah Air Minum Perkotaan periode 2022 hingga 2025. Untuk peningkatan kapasitas produksi, Perumda Tirta Kanjuruhan berencana membangun SPAM di Malang Selatan dengan kapasitas 500 lt/detik. BUMD ini juga akan mengelola SPAM Sumber Wendit, Pakis dengan kapasitas 240 lt/detik.
Untuk meningkatkan kapasitas produksi air, Perumda Tirta Kanjuruhan sampai tahun 2021 telah memperoleh PMP Daerah sebesar Rp. 155,5 miliar. Sesuai Perda, penambahan PMP Daerah kepada Perumda Tirta Kanjuruhan bisa mencapai Rp 900 miliar. BUMD ini sudah memiliki target program hibah ini sampai 2025 dengan rincian pada 2022 sebanyak 5.000 SR (sambungan rumah), kemudian tahun 2023 sebanyak 5.000 SR, 2024 sebanyak 20 ribu SR dan 2025 sebanyak 20 ribu SR.
Kinerja Bisnis
Meskipun bisnis secara umum bisnis terkena dampak pandemic covid-19, kinerja bisnis Perumda Tirta Kanjuruhan mengalami kenaikan signifikan baik dari sisi pendapatan maupun jumlah pelanggan. Pendapatan BUMD ini pada 2020 mencapai Rp 106,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 98,6 miliar. “Tahun ini kami menargetkan pendapatan Rp 106,5 miliar,” ucap Syamsul.
Sementara itu, jumlah pelanggan pada 2020 meningkat dari 125.656 SR pada 2019 menjadi 131.656 SR. Pencapaianan lain dari Perumda Tirta Kanjuruhan adalah angka kehilangan air atau NRW yang sudah sesuai standar nasional yakni 20,33 persen pada 2020. Tahun ini, manajemen Perumda Tirta kanjuruhan menargetkan tingkat NRW bisa di angka 19,83 persen. “Hasil audit kantor akuntan publik terhadap laporan keuangan kami selalu mendapat opini WTP,” ujar dia.
Kontribusi terhadap Daerah
Perumda Tirta Kanjuruhan juga aktif memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian daerah, khususnya Kabupaten Malang. BUMD air minum ini melakukan pemenuhan layanan dasar terkait akses air minum pada enam kecamatan di Malang selatan. Di enam kecamatan itu terdapat kurang lebih 50.000 kepala keluarga (KK) belum memiliki akses air minum. Seluruh sumber air menurun, kering bahkan mati. Sebelumnya, mereka membeli air kepada penjual Rp 50 ribu per meter kubik. “Pemerintah dan Perumda mensupplay air tanki,” ucap Syamsul.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan berencana membangun SPAM dengan biaya dari APBN, APBD dan Perumda. Pihaknya akan memanfaatkan mata air Kaligoro dengan kapasitas 150 lt/dt untuk melayani sekitar 15.000 KK, di Kecamatan Gedangan dan Sumawe dengan anggaran sebesar Rp 103 miliar.
“Kami juga berencana memanfaatkan Kali Lesti dengan kapasitas 350 lt/detik untuk melayani kurang lebih 35.000 KK di Kecamatan Bantur, Donomulyo, Pagak, Kalipare dengan anggaran Rp 277 miliar,” ujar Syamsul. Perumda Tirta Kanjuruhan juga berencana memanfaatkan embung di Peniwen untuk Kecamatan Kromengan dan Sumberpucung.
Kontribusi lainnya dari Perumda Tirta Kanjuruhan adalah membuka lapangangan kerja bagi sekitar 2.500 tenaga kerja, terdiri atas pegawai/tenaga outsourcing (540 orang), penyedia pengadaan barang /jasa/konsultan (50 orang), agen/loket payment point online bank (1.000 outlet), tenaga pelaksana proyek dari masyarakat setempat (350 orang), distributor/agen AMDK Tirta Kanjuruhan (100 orang), umkm daerah/perbankan (400 orang), serta tenaga media cetak, elektronik/online (60 orang).
“Kami juga memberikan kontribusi dari unit usaha AMDK Tirta Kanjuruhan yang dibangun dengan investasi Rp 1,453 miliar. Sekarang kapasitas AMDK Tirta Kanjuruhan sudah mencapai 470 ribnu dos per tahun,” ujar Syamsul.
Tak hanya di sektor air minum, Perumda Tirta Kanjuruhan mendapat penugasan dari Pemkan Malang untuk mengelola Area Konservasi Sumber Wendit, Kecamatan Pakis. Selain untuk SPAM, kawasan tersebut akan dijadikan wisata edukasi untuk pelajar, wisata budaya dan pengembangan area konservasi.
Perumda Tirta Kanjuruhan juga mendapat penugasan untuk mengelola Kantor Pemda Kabupaten Malang sebagai hotel dan convention centre, Pusdiklat bagi PDAM/Perumda, serta PMP Daerah Bentuk Barang. “Kami akan membentuk anak usaha yang bertugas mengelola usaha ini,” ucap Syamsul.
Perumda Tirta Kanjuruan juga memberikan kontribusi kepada pemerintah baik pusat maupun daerah berupa setoran pajak. Sejak 2018 hingga 2020, total pajak yang disetorkan untuk pemerintah pusat baik dari PPN dan PPh mencapai Rp 15,316 miliar. Sedangkan untuk pemerintah daerah dalam bentuk PBB serta PAP dan PAT pada periode 2018-2020 total mencapai Rp 2,649 miliar. “Total pajak yang kami setorkan ke pemerintah selama tiga tahun terakhir mencapai Rp 17,966 miliar,” kata dia.
Tak hanya pajak, Perumda Tirta Kanjuruhan juga menyetorkan dana PAD ke Pemkab Malang selaku pemegang saham dengan jumlah yang selalu meningkat setiap tahun. Pada 2018, BUMD ini menyetorkan dana untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang Rp 6 miliar, kemudian naik menjadi Rp 7 miliar pada 2019 dan Rp 8 miliar pada 2020. Tahun ini, sesuai Rencana Kerja dan Anggarakan atau RKA 2021, pihaknya menargetkan setoran PAD sebesar Rp 8,8 miliar.
Meningkatnya kontribusi Perumda Tirta Kanjuruan ini seiring pertumbuhan laba perusahaan yang juga membaik setiap tahun. Pada 2018, realisasi laba BUMD ini sebesar Rp 14,6 miliar, kemudian naik menjadi Rp 16,8 miliar pada 2019 dan Rp 18,5 miliar pada 2020. Sesuaqi RKA 2021, manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan mematok laba Rp 19,9 miliar.
Kontribusi lainnya yang diberikan Perumda Tirta Kanjuruan adalah dalam bentuk program corporate social responsibility (CSR) dan konservasi lingkungan. Program CSR yang dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan antara lain bedah rumah, pembangunan fasilitas umum, santunan dan sembako gratis, subsidi pasang baru dan pemakaian air, serta bantuan air tanki.
Sedangkan untuk Program Konservasi Lingkungan antara lain berupa penghijauan. Dalam program penghijauan ini, pihaknya melakukan pemilihan jenis tanaman baru yakni bambu petung kaena ruas batangnya mampu menyimpan air lebih banyak. Selain itu, pohon sukun karena bentuk ranting dan daun yang rindang serta produktif.
Selain penghijauan, Perumda Tirta Kanjuruan melakukan program konservasi satwa dengan mempertahankan kondisi habitat alami di lokasi Sumber Mata Air Wendit. Selain itu, pelestarian penyu di Pantai Malang Selatan.
“Kami juga memberikan bantuan kepada Komunitas Peduli Lingkungan untuk penghijauan di hulu DAS Brantas. Bantuan diberikan antara lain untuk KPH Malang, Universitas Brawijaya, Gimbal Alas dan Pemerintah Kota Batu,” tutur Syamsul.
Upaya konservasi lingkungan juga dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain. Misalnya, melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfatan Sumber Air dari Dalam Kawasan Hutan Perum Perhutani KPH Malang. Ada beberapa poin dalam PKS ini antara lain menyediakan lahan kawasan sumber air, memberikan kewenangan kepada Perumda untuk melaksanakan pembangunan SPAM, menjamin kelangsungan sumber air, serta tidak memberikan izin pemanfaatan obyek kerja sama kepada pihak lain.
Mendorong Inovasi
Perumda Tirta Kanjuruhan mendorong Inovasi dari semua bidang guna menciptakan proses yang cepat mudah dan murah. Ada lima inovasi unggulan dari BUMD ini, pertama adalah pembangunan Zona Integritas, yang di dalamnya terdapat Pakta Integritas dan Kontrak Kerja.
Inovasi kedua adalah Kebijakan Sistem Selama Pandemi. Perumda Tirta Kanjuruhan membentuk Tim Pengendali Covid, menegakkan Protokol Kesehatan, melakukan PCR Test dan work form home (WFH). Dalam masa pandemi ini, Perumda Tirta Kanjuruhan menerapkan inovasi pembacaan meter mandiri serta subsidi pemakaian air.
Untuk pemakaian air di tempat ibadah, Perumda Tirta Kanjuruhan bahkan memberikan subsidi 100 persen melalui sistem refund. Untuk distribusi subsidinya bekerja sama dengan Bank jatim.
Inovasi unggulan yang keempat dari Perumda Tirta Kanjuruhan adalah Aplikasi My Pika. Aplikasi ini dapat didownload di Playstore. Aplikasi ini berisi layanan pembayaran tagihan, informasi tagihan dan pengaduan.
Inovasi unggulan yang kelima adalah Pelayanan Mobil Keliling. “Mobil keliling ini memberikan layanan konvensional untuk daerah terpencil, melayani pembayaran tagihan, pasang baru dan pengaduan,” kata Syamsul.
