TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jika Tak Mau IHSG Anjlok Lagi,Jangan Berharap Bunga The Fed Naik

Nurdian Akhmad
5 November 2015 | 12:03
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews. Kinerja Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai lamban dalam menanggapi perlambatan ekonomi saat ini. Karena terlalu bergantung akan kebijakan yang di keluarkan Bank Central Amerika Serikat The Federal Reserves.

Pandangan itu disampaikan,Anggota Komisi XI DPR RI,Airlangga Hartarto di depan diskusi panel Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia.”Agak disayangkan memang kedua otoritas keuangan kita (BI & OJK)kerjanya hanya menunggui hasil FOMC atau sidang dewan gubernur the Fed saja,”ujar dia,di Jakarta,Kamis, 5 Nopember 2015.

Ia menyanyangkan sikap itu, sebab kalau hanya itu yang bisa dilakukan oleh BI dan OJK mengapa tidak kontrak manajemen dengan The Federal Reserves (The Fed).” Sehingga kita tidak usah pusing pusing mikir,” ujar dia.

Lebih buruk lagi banyak pernyataan dari pemangku kebijakan kedua otoritas keuangan itu malah menyarankan segera menaikan suku bunga acuan The Fed sebab akan memberi kepastian kepada pasar. Pandangan itu dinilai keliru sebab bisa membuat kian anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).sebab akan ada aliran modal asing yang keluar dari “Bisa bubar pasar modal kita. Makanya mereka harus belajar ilmu ekonomi lagi” ujar ketua Dewan Pembina Asosiasi Emiten Indonesia itu.

Seperti diketahui IHSG pada bulan Maret 2015 sempat menyentuh level 5400, namum setelah itu merosot hingga ke level 4600 perdagangan pagi ini .

Sementara dalam kesempatan yang sama Ekonom CORE Hendri Saparini menyatakan sebaiknya Bank Indonesia mengambil kebijakan penurunan suku bunga acuannya. Sebab sinyal postive dari sektor riil dengan keluarnya lima paket kebijakan pemerintah.”Sektor riil harus diberi insentif penurunan suku bunga sebab masyarakat membeli kendaraan maupun tempat tinggal dengan cara kredit.”ujar dia. (Az)

 

BACA JUGA:   Kurangi Risiko Banjir di Kota Padang, Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana
Previous Post

Kuartal III, Optimisme Konsumen Indonesia Turun Empat Persen

Next Post

BI Perkirakan Aliran Modal Asing Masih Cenderung Kembali Ke Negara Asalnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR