Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina EP Bunyu Field (PEP Bunyu Field) adalah anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan cucu perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam usaha eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.
PEP Bunyu memiliki lapangan produksi migas di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Saat ini, PEP Bunyu Field memiliki 55 sumur yang masih aktif berproduksi.
PEP Bunyu Field memiliki visi menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia. Sedangkan misinya adalah melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek komersial dan operasi yang baik serta tumbuh dan berkembang bersama lingkungan hidup.
Hal itu disampaikan Agung Setyawan (Pjs. Senior Manager Bunyu Field) dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2022 yang dilakukan secara virtual pada Kamis (17/2/2022). Agus dalam penjurian tersebut didampingi Miko Asih (Offficer Communication, Relations & CID Zona 10), Karina Austrina Putri dan Ratna Fitriana Dewi (Comunity Development Officer).
Dalam presentasinya, tim dari PEP Bunyu Field membawakan materi berjudul “Bu Tani, Bunyu Ketahanan Pangan Mandiri”.
Sesuai dengan visi dan misi tersebut, PEP Bunyu Field berupaya menerapkan prinsip-prinsip GCG (good corporate governance) dengan baik, terutama yang terkait transparancey, accountability, responsibility, indepedency, dan fairness. Itulah yang mendukung pencapaian skor GCG Pertamina Hulu pada 2020 mencapai 88,04 atau kategori “Sangat Baik”. Untuk tahun 2021, penilaian GCG masih dalam tahap assesment oleh BPKP.
Tak hanya dari segi tata kelola perusahaan, PT Pertamina EP Bunyu Field juga memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi perusahaan, lingkungan sekitar, dan pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut memperhatikan aspek-aspek utama bidang pembangunan (Triple Bottom Line/3P) yaitu keberlanjutan usaha operasional perusahaan sebagai institusi bisnis (Profit), keberlanjutan lingkungan hidup (Planet), dan kesejahteraan sosial dan ekonomi (People).
Dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR), PEP Bunyu Field memiliki komitmen untuk mendukung keberhasilan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) karena sesuai dengan Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, dan Pilar Pembangungan Lingkungan.
Program CSR Unggulan
Beberapa program CSR unggulan PEP Bunyu Field adalah Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah Manise dan Program Kentungan Pak Abo. Selain itu, Program Peningkatan Kapasitas melalui Program Kerabat Bunyu, Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengembangan Usaha Binaan. serta Program Insfrastruktur Berbasis Kesehatan Masyarakat melalui Program Gentong Mas Santun.
Program Kentungan Pak Abo atau Kantong Keuntungan Peternakan Ayam Broiler. Ini merupakan salah satu perogram pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan untuk menjawab permasalahan sosial di Pulau Bunyu dan menjadi isu yang sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goal’s (SDGs).
Program ini menjadi inisiator di Kecamatan Bunyu, karena menjalankan pengembangan usaha peternakan ayam broiler pertama yang dikelola secara berkelompok dengan menerapkan Sitem Kentungan (Kantong Keuntungan).
Uniknya, kata Agung, program ini lahir atas masalah sosial yang timbul antara masyarakat dan perusahaan yaitu munculnya klaim debu akibat dampak dari kegiatan operasi perusahaan.
Dengan upaya bersama antara perusahaan dan stakeholder terkait, klaim tersebut dapat diselesaikan melalui sebuah program pemberdayaan masyarakat yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat penerima manfaat, khususnya Kelompok Tani Harapan Baru.
Ada banyak manfaat bagi para stakeholder dari Program Kentungan Pak Abo. Bagi perusahaan, program ini menjadi solusi dalam penanganan masalah sosial. Selain juga menghasilkan daging ayam berkualitas dan sehat untuk catering perusahaan.
Bagi Kelompok Tani Harapan Baru, mereka memperoleh tambahan penghasilan. Program tersebut juga meningkatkan pengetahuan para anggota mengenai perawatan ayam broiler sesuai standar
“Bagi konsumen, mereka bisa memperoleh daging ayam yang sehat dan memiliki kualitas yang bagus. Dan, bagi penjual ayam, memperoleh stok daging ayam dengan mudah tanpa harus mendatangkan dari luar wilayah Pulau Bunyu,” tutur Agung.
Keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam Program Kentungan Pak Abo ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Bunyu Timur dan Pemerintah Kecamatan Bunyu.
Sebab itu, PEP Bunyu Field jugamemasukkan Kentungan Pak Abo sebagai salah satu program CSR unggulan yang sudah mengadopsi ISO 26000 SR.
Program CSR unggulan lain besutan PEP Bunyu Field adalah Program Bank Sampah Manise (Bank Sampah Mandiri Sejahtera). Ini merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan sampah organik.
Program Bank Sampah Manise memiliki Program Tabungan Sembako. Bank Sampah Manise ini juga memiliki Program SERGAP yaitu pemanfaatan serbuk gergaji kayu menjadi media penanganan sumur loss.
“Manfaat untuk stakeholder adalah, bagi perusahaan, program tersebut memudahkan untuk mendapatkan serbuk gergaji kayu yang akan digunakan sebagai media penanganan sumur loss,” kata Agung.
Bagi Bank Sampah Manise, ada kenaikan pendapatan melalui penjualan pupuk organik dan serbuk gergaji kayu. Sedangkan bago kelompok tani dapat dengan mudah mendapatkan pupuk organik.
“Sedangkan bagi nasabah Bank Sampah mendapatkan keuntungan poin tabungan sembako dari tabungan sampah. Nasabah Bank Sampah juga lebih mudah dalam mengelola sampah organik, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat,” ujarnya.
Berbagai manfaat tersebut yang membuat Program Bank Sampah Manise dikategorikan sebagai program CSR yang sudah mengadopsi konsep creating share value (CSV) atau berbagi manfaat bersama.
Program CSR Terkait Pandemi dan Kenormalan Baru
PEP Bunyu Field juga memiliki program CSR unggulan yang mendukung bisnis di masa pandemi covid-19 dan kenormalan baru. Pertama adalah Program Kampung Herbal Keluarga Harapan. Seperti diketahui, di masa pandemi, banyak masyarakat yang terdampak Covid-19, salah satunya adalah hilangnya mata pencaharian masyarakat. Hal tersebut berdampak pada tingkat ekonomi mereka.
“PEP Bunyu dan Pemerintah Kecamatan Bunyu bersinergi untuk menciptakan program yang dapat membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui Program Kampung Herbal,” tutur Agung.
Menurut dia, semua anggota Kampung Herbal ini merupakan masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Program Kampung Herbal ini mengolah produk tanaman herbal menjadi produk minuman dan produk kecantikan.
Ada beberapa keunggulan dan manfaat Program Kampung Herbal Keluarga Harapan ini yang mencakup aspek Nature, Economy, Social, dan Well Being atau dikenal sebagai Sustainability Compass. Dari sisi Nature adalah pelestarian tanaman herbal di Bunyu yang sudah mulai langka seperti nilam dan sereh merah. Selain itu pengembangan tanaman herbal di perkarangan anggota kelompok.
Secara ekonomi, ada peningkatan pendapatan anggota kelompok rata-rata Rp 200 ribu per bulan dari penjualan tanaman obat keluarga (TOGA). Selain juga peningkatan kapasitas anggota kelompok Kampung Herbal melalui pelatihan kewirausahaan.
“Untuk aspek well being-nya adalah meningkatnya kesadaran dari anggota kelompok Kampung Herbal terkait produk olahan dan tanaman herbal,” ujar Agung .
Dari sisi sosialnya adalah meningkatnya komunikasi antaranggota kelompok yang juga merupakan penerima Program Keluarga Harapan. Selain itu, hubungan baik antara PT Pertamina EP Bunyu Field dan Pemerintah Kecamatan Bunyu meningkat.
Program kedua terkait pandemi covid-19 adalah Program Future Leader Kreativitas Bersama Masyarakat Bunyu atau “Kerabat Bunyu”. Program ini hadir karena di masa pandemi, mahasiswa dan siswa-siswi SMA/SMK di Kecamatan Bunyu harus belajar dari rumah.
“Melihat kondisi ini, PEP Bunyu Field mencanangkan sebuah program kepemimpinan untuk mengaktivasi kembali kegiatan-kegiatan kepemudaan di Kecamatan Bunyu,” ucap Agung.
Melalui Program Kerabat Bunyu, pemuda-pemudi Kecamatan Bunyu diberikan kesempatan untuk berekspresi dan meningkatkan kapasitas mereka. Tentu saja, program tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan pencegahan Covid-9.
Program Kerabat Bunyu ini bisa meningkatkan solidaritas dan keterampilan para anggota. Selain itu menciptakan satu karya berupa media cetak dan online. Selain itu ada pelaksanaan project challenge yang berdampak pada kegiatan berbasis lingkungan, sosial, dan kewirausahaan sosial.
Menurut Agung, sistem pengelolaan CSR di PEP Bunyu Field secara umum sudah melibatkan para stakeholder dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan, sistem pelaksanaan, sistem monitoring, sistem pelaporan,d an sistem evaluasi.
“Untuk sistem monitoring dilaksanakan tiap tiga bulan dengan melibatkan peran serta stakeholder yang terlibat. Harapannya ini mampu memberikan masukan dan arahan untuk peningkatan program dan anggota kelompok,” ujar Agung.
