Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat Sumatera Selatan atau Bank BPR Sumsel mempunyai cara agar kinerja bisnis, dan layanan hingga keuangan bisa berjalan sesuai harapan di masa kenormalan baru.
Pada gilirannya, manajemen Bank BPR Sumsel meningkatkan kompetensi dan keahlian bahkan integritas para pegawainya dengan melalui pelatihan-pelatihan yang sudah barang tentu didasari dengan regulasi yang ada.
Saat menjawab pertanyaan salah satu Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Selasa (22/02/2022). Direktur Utama Bank BPR Sumsel, Marzuki, menyatakan bahwa pihaknya terus-menerus melakukan training sebagaimana yang telah ditetapkan dalam aturan.
“Yang paling utama disesuaikan dengan regulasi. Jadi, misalnya SDM HC itu sekarang harus ada sertifikasi untuk human capital. Kita berangkatkan untuk certified human capital. Kemudian, untuk di level manager harus ada sertifikasi manajemen risiko (SRM),kita berangkatkan. Kami sudah berangkatkan manager-manager kami yang kepala bagian untuk mengikuti SMR level 1,” katanya, pada sesi pendalaman.
Selanjutnya, mengikuti arahan yang dianjurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. “Kemudian yang mau diwajibkan oleh OJK. Itu adalah sertifikasi pejabat eksekutif. Jadi walaupun ini belum wajib sekarang, tapi akan diwajibkan nanti karenanya kami juga sudah kirim sebanyak 4 orang untuk sertifikasi pejabat eksekutif. Itu yang wajib-wajib yang kita anggap itu akan mendukung pekerjaannya,” papar dia.
Lantas Marzuki, juga memaparkan soal pelatihan-pelatihan yang akan memperkaya keahlian masing-masing bidang. “Di sisi lain, pelatihan-pelatihan yang membantu, misalnya untuk pengembangan IT. Kemarin, kita berangkatkan IT kita untuk belajar membangun web developer kemudian bagaimana digital marketing dan lain-lain. Jadi disesuaikan dengan kebutuhannya BPR Sumsel, dan disesuaikan dengan vision serta peran dari masing-masing SDM yang ada di sini, sampai level direksi dan komisaris,” ungkap dia.
Bahkan lebih dari itu, manajemen sangat mendorong agar pegawai-pegawai memiliki keahlian yang juga dimiliki oleh perusahaan lain. “Jadi kalau bisa skill-skill yang diwajibkan di bank umum pun kita arahkan dan dipelajari juga di BPR Sumsel ini. Kurang lebih Rp 400 juta yang kita gunakan untuk pelatihan,” ujarnya.
Dikatakan Marzuki, untuk menjamin tercapainya kinerja pegawai, perseroan melakukan setting parameter melalui kinerja SDM melalui KPI yang dilakukan penilaian dua kali setahun yaitu di bulan Januari dan Juli.
Ditegaskan kembali Marzuki, untuk meningkatkan SDM, direksi, komisaris dan pengawas, maka pihaknya melakukan program training atau pelatihan, kemudian juga ada studi banding ke beberapa BPR-BPR yang bagus di Pulau Jawa. “Kita lakukan proses studi tiru atau studi banding, supaya bisa kita terapkan di BPR Sumsel. Nah untuk penilaian kepuasan karyawan belum ada, tapi itu memang sudah kami rencanakan di bulan Maret 2022 ini, untuk kita lakukan. Kemarin, kita baru melakukan proses training yang dikemas dalam bentuk outbound. Ini untuk menyamakan semangat, motivasi dan tentunya setelah itu kita harapkan kinerja bisa meningkat, sembari kita melakukan penilaian kepuasan karyawan atau survey engagement team di BPR Sumsel. Kita rencanakan itu di Bulan Maret 2022,” pungkasnya.
