Jakarta, TopBusiness – PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengoperasikan kilang refinery di Kota Dumai dan Sei Pakning.
Beroperasi sejak 1970, kapasitas produksi KIlang Pertamina Dumai mencapai 120 ribu barel/hari. Produk yang dihasilkan ini di antaranya premium, solar, LPG yang dipasok untuk provinsi di Sumatera bagian utara (Sumbagut) yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri. Perusahaan ini juga memasok kebutuhan Avtur untuk Bandara Soekarno Hatta di Provinsi Banten.
“Visi kami adalah sebagai perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia,” kata Kenny Bastian Rewos, Community Development Officer PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2022 yang dilakukan secara daring, Senin (21/2/2022).
Tim dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai yang mengikuti sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2022 antara lain Bambang Imawan (Junior Officer CSR), Lukas Raditya dan Fathkullah dari Comdev Officer. Mereka membawakan materi presentasi berjudul “Kawasan Minapolitan Berbasis Budididaya dan Laksamana Bersinar”.
Kenny menjelaskan, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai dalam melakukan usaha di bidang pengolahan minyak bumi dan petrokimia dikelola secara profesional dan kompetitif berdasarkan Tata Nilai 6 C ( Clean, Competitive, Confident, Costumer Focus, Commercial dan Capable). Hal itu dilakukan untuk memberikan nilai lebih bagi pemegang saham, pelanggan, pekerja, dan lingkungan.
Sebab itu, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai dalam kegiatan operasionalnya selalu memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas usahanya tersebut. Beberapa program corporate social responsibility (CSR) unggulan dijalankan perusahaan ini.
Program unggulan pertama adalah Kampung Minapolitan. Program ini mentransformasikan masyarakat nelayan ngokang dan konvensional menjadi masyarakat nelayan modern dan budidaya yang mampu memanfaatkan sumber daya baik di darat maupun laut untuk menunjang produktivitas perikanan.
Sesuai roadmap, menurut Kenny, Program Kampung Minapolitan sudah dirintis pada 2019 melalui penguatan modal nelayan. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan, misalnya perbaikan sarana prasarana pendukung pekerjaan nelayan, pembuatan demplot budidaya ikan lele sistem kolam terpal. Selain itu penguatan kelembagaan dan identitas program.
Kemudian pada 2020 masuk tahap Inovasi Kampung Nelayan. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangan budidaya ikan lele, pelatihan dan pembuatan pakan mandiri (pelet), pelatihan dan pembuatan budidaya maggot, serta pembuatan aquaponic dengan energi solar panel.
Selanjutnya pada 2021, Program Kampung Minapolitan berkembang lebih maju lagi dengan Pengembangan Produk Olahan. “Di sini kami melakukan pengembangan dan diversifikasi produk budidaya, pengolahan aneka produk turunan ikan yang dilakukan kelompok ibu-ibu. Selain itu penataan lanjutan kampung minapolitan,” ujar Kenny.
Tahun 2022 ini, menurut Kenny, Program Kampung Minapolitan lebih fokus memperluas jaringan pemasaran. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangan pemasaran melalui platform online. Sertifikasi izin edar produk (P-IRT, halal, dan kandungan gizi), pendampingan dan pengarahan tata kelola koperasi serta pembuatan badan hukum
“Pada 2023, program ini masuk tahap Edukasi Kampung Minapolitan. Di sini akan ada inisiasi Kampung Wisata dan pembelajaran budidaya ikan. Kami juga berencana melakukan replikasi program ke lokasi lain dan exit strategy ,” ujar Kenny.
Dia menjelaskan, Program Kampung Minapolitan berdasarkan sustainability compass sudah memenuhi empat aspek, yakni Nature, Well Being, Social, dan Ekonomi. Untuk Nature karena ada pemanfaatan energi terbarukan (solar panel). Di samping itu, ada 50 meter persegi lahan perkarangan di RT 002 termanfaatkan untuk budidaya ikan.
Dari segi sosial, ada peningkatan kapasitas 14 anggota kelompok nelayan dan munculnya satu kelompok baru yang akan mereplikasi dan turut mengembangkan program.
Secara ekonomi, Program Kampung Minapolitan berhasil mengurangi biaya operasional melaut dari nelayan. Selain itu, ada peningkatan hasil tangkapan ikan karena fish finder. Nelayan juga mengalami kenaikan pendapatan hingga mencapai Rp 16 juta.
Program CSR unggulan lainnya dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai adalah Kampung Laksamana Bersinar (Bersih dari Narkoba. Program ini dilakukan guna mewujudkan lingkungan yang sehat untuk anak-anak.
“Program ini berupaya mengatasi penyalahgunaan narkoba melalui sektor ekonomi,” ujar Kenny.
Perusahaan ini juga sudah memiliki roadmap program Kampung Laksamana Bersih dari Narkoba yang juga sudah dinisiasi sejak 2019. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada 2019 antara lain renovasi ruang terbuka (lapangan RT 3) dengan Eco Pablo. Selain itu, optimalisasi taman baca masyarakat (pengadaan lemari dan koleksi buku), serta diversifikasi produk ekonomi kreatif.
Pada 2020 masuk tahan Pemantapan dengan aktivasi kegiatan taman baca (English Day) serta Diskusi Grup Terarah (FGD) dengan stakeholder terkait konsep kampung edu-ekowisata .
Tahun 2021 masuk tahap Pengembangan. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangan sentra ekonomi, pengembangan produk unggulan mangrove, serta pengembangan produk sablon untuk kelompok pemuda.
Sedangkan tahun 2022 ini masuk tahap Kemandirian. Di sini, perusahaan melakukan aktivasi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) serta penambahan atraksi wisata budaya (budaya dan bahasa Melayu).
Konsistensi PT Kilang Pertamina Internasional dalam melakukan kegiatan CSR ini pun diganjar banyak penghargaan, salah satunya 5 PROPER Hijau dalam 5 tahun berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
