Jakarta, TopBusiness – Perumda BPR Khatulistiwa Kota Pontianak (Bank Khatulistiwa)terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2022 yang diselenggarakan majalah Top Business. Perusahaan telah mengikuti Tahapan Penjurian ajang tersebut secara daring pada Kamis (31/03/2022).
Dalam sesi presentasi TOP BUMD Awards 2022, dibawakan langsung oleh Agus Subardi, selaku Direktur Utama. Kepada dewan juri, ia memaparkan sejumlah perkembangan bank yang dipimpinnya.
Seperti untuk tingkat kesehatan bank. “Sesuai Laporan Keuangan tahun 2020 dan 2021 yang sudah diaudit, berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan/Bank Indonesia yaitu Rasio CAR, KAP, PPAP, NPL, Manajemen, ROA, BOPO, LDR, dan CR, semuanya kami meraih predikat Sehat,” ungkap Agus. “Demikian juga hingga Februari 2022 ini,” tambahnya.
Inovasi Bidang Pemasaran dan Layanan Pelanggan
Agus kemudian menjelaskan pertumbuhan bisnis Bank Khatulistiwa yaitu, “Kami membuka dua unit Kantor Kas selama tahun 2021-2022 agar pelayanan lebih maksimal.”
Kemudian, menyediakan dua unit ATM Cardless selama tahun 2019-2022 untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah.
Serta dua unit IBS Branchless selama tahun 2020-2022 untuk layanan jemput bola oleh petugas kepada nasabah di pasar tradisional yang terkoneksi dengan sistem secara real time.
Tata Kelola
Terkait tata kelola atau GCG, Agus pun mengatakan di tahun 2020, berdasarkan self-assesment, Bank Khatulistiwa meraih skor 1,78 dan 3 untuk Profil Risiko (Risiko Kredit, dan Risiko Operasional).
“Sedangkan untuk tahun 2021 kami meraih skor GCG 2,03 dan 2 untuk Profil Risiko (Risiko Kredit, Risiko Operasional, Risiko Kepatuhan, dan Risiko Likuiditas)
Pemanfaatan TI dan Inovasi
Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI), juga sebagai inovasi, tidak ketinggalan digarap bank yang berkantor pusat di Kota Pontianak ini, berupa menyediakan:
Pertama, ATM Cardless, layanan tarik tunai yang dikembangkan Perbankan atau BPR yang memadukan kecanggihan elektronik banking dengan mesin ATM. USSI ATM adalah layanan ATM tanpa kartu memadukan mesin ATM dengan kecanggihan teknologi mobile banking untuk pengiriman OTP sebagai pengganti kartunya dan bersifat on us.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah, Bank Khatulistiwa telah menyediakan layanan ATM Cardless sebanyak 2 unit yang terletak di Kantor Pusat dan Kantor Kas.
“ATM Cardless yaitu layanan ATM tanpa kartu dengan menggunakan android untuk mendapatkan OTP melalui SMS sebagai pengganti kartu. ATM Cardless ini pertama di Kalbar khususnya untuk BPR,” ungkap Agus.
Kedua, menggunakan IBS (Integrated Banking System), aplikasi utama untuk menopang operasional lembaga keuangan dan perbankan mikro yang bergerak dalam kegiatan usaha simpan pinjam (tabungan, deposito dan kredit).
Dijelaskannya, “Dari segi sistem informasi akuntansi, kami telah melakukan pergantian vendor perangkat lunak (software) yaitu Integrated Banking System (IBS) Core. IBS Core ini telah melalui dan mengadaptasi berbagai kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan yang terus-menerus berkembang.”
Ketiga, menghadirkan IBS Branchless, aplikasi mobile berbasis smartphone android yang didesain untuk petugas Bank atau lembaga keuangan menjemput transaksi ke lapangan sebagai upaya memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Saat ini, Bank Khatulistiwa sudah memiliki 2 unit IBS Branchless yang terkoneksi dengan sistem secara real time.
Agus menerangkan, “Dalam pengumpulan dana pihak ketiga, kami dapat melakukan jemput bola ke nasabah-nasabah dengan menggunakan aplikasi IBS Branchless yang telah terintegrasi dengan server database sehingga tidak perlu secara manual dan secarik kertas.”
“Tidak ketinggalan, kami juga menyediakan layanan Payment Point Online Banking yang memudahkan pelanggan dalam membayar tagihannya,” tutur Agus.
Lebih lanjut, ia mengatakan inovasi terbaru Bank Khatulistiwa adalah Kredit Usaha Rakyat Makmur (KURMA). “Produk ini hadir dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi khususnya UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 dengan proses yang cepat dan mudah,” katanya
Dengan semua inovasi yang telah dijalakannya, menurut Agus, Bank Khatuliswa pun menjadi pilihan pertama di antara BPR yang ada di Kota Pontianak.
“Yaitu dalam hal pemberian pinjaman konsumtif di lingkungan pegawai Pemerintah Kota Pontianak dan pedagang pasar tradisional serta dalam hal produk jasa lainnya yang ditawarkan,” katanya kepada dewan juri.
Strategi Bisnis di Masa Kenormalan Baru
Di masa pandemi Covid-19 ini, Bank Khatulistiwa telah menghadirkan produk baru. “Dalam rangka memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat pelaku usaha di masa pandemi Covid-19, kami mengeluarkan produk KURMA (Kredit Usaha Rakyat Makmur) yang di-launching langsung oleh Bapak Walikota Pontianak dan Kepala OJK Prov Kalbar,” kata Agus.
“Dengan slogan ‘Satukan Aksi Perangi Rentenir’, produk ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi para pelaku usaha yang terdampak Covid-19 karena mempunyai suku bunga yang murah dengan proses yang cepat dan mudah sehingga mereka lebih bersemangat dalam menjalankan usaha.”
“Dengan plafond Rp 25 juta, jangka waktu maksimal 36 bulan dan bunga 4,5% per tahun, produk ini diharapkan dapat lebih menjangkau para pelaku usaha yang memang sangat membutuhkan modal usaha.”
“Sasaran KURMA adalah pedagang, pengrajin, produsen makanan, sembako, pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya yang memerlukan tambahan modal.”
Ia pun mengungkapkan jumlah plafond yang sudah disalurkan KURMA dari tahun 2020-2021 adalah sebesar Rp. 759.000.000,-.
Menurut Agus, Produk KURMA dari Bank Khatulistiwa ini juga sebagai Prestasi yang dinilainya membanggakan.
Inovasi Bisnis lainnya dari Bank Khatulistiwa yaitu melakukan relaksasi restrukturisasi kredit sesuai dengan POJK tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.
“Ini diharapkan dapat meneruskan momentum pemulihan ekonomi serta mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perbankan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Dalam hal relaksasi restrukturisasi kredit ini kami wajib menerapkan prinsip manajemen risiko,” kata Agus
Kontribusi ke Pembangunan Daerah
Terkait kontribusi terhadap Pembangunan Daerah, Agus mengungkapkan, “Setoran PAD di tahun 2017 sebesar Rp. 1.282.372.320,- merupakan akumulasi PAD Tahun 2012-2016.”
“Kemudian, Bagian Laba untuk Daerah Tahun Buku 2021 sebesar Rp 990.701.119,- masih bersifat asumsi.”
“Sedangkan data tahun 2022 yaitu Laba Bersih Rp 2.348.964.762,- dan Bagian Laba untuk Daerah sebesar Rp 1.291.930.619,- merupakan proyeksi dalam RKA 2022,” jelasnya kepada dewan juri.
Ia pun menegaskan, Bank Khatulistiwa akan senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 dan akan mengambil kebijakan-kebijakan yang transparan dan akuntabel terutama yang berkaitan dengan keuangan sehingga dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam Penjurian TOP BUMD Awards 2022 ini, bertindak selaku Dewan Juri yaitu Dwinda Ruslan, Lim Kurniawan, Kusuma Prabandari, Melani K. Harriman, Prof. Wahyudin Zarkasyi, dan Prof. Satya Arinanto.
Penulis: Teguh IS
