Jakarta, TopBusiness – PT Multi Terminal Indonesia (MTI) adalah anak perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik yang merupakan salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada klaster bisnis Logistik & Hinterland Development yang berdiri sejak 29 September 2021. PT MTI didirikan pada tanggal 15 Februari 2002 dengan komposisi kepemilikan saham adalah 99% oleh PT Pelindo Solusi Logistik dan 1% Koperasi Pegawai Maritim (Kopegmar)
Sejak berdirinya perusahaan, PT MTI memiliki 3 unit bisnis yaitu Terminal Multipurpose, Terminal Petikemas, dan Logistik. Pada tahun 2015, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan restrukturisasi bisnis di lingkungan anak perusahaan dan PT MTI difokuskan untuk bisnis logistik.
Bergelut dibidang logistic PT MTI menyadari betul tantangan ekonomi dalam dua tahun terakhir akibat pandemi covid-19 yang mewabah di Indonesia yang secara langsung mempengaruhi proses bisnis dan capaian kinerja Perusahaan.
“Pandemi yang berlangsung sejak 2020 setidaknya mempengaruhi proses bisnis PT MTI terutama dalam dua hal. Pertama, terjadinya penurunan Volume Kegiatan layanan Freight Forwading PT MTI serta penerapan sistem kerja dari rumah (work from home) dan pengaturan jam kerja.,” kata Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT Multi Terminal Indonesia Elis Suhana dalam wawancara Penjurian TOP GRC Award 2022 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual, Jumat (1/7/2022).
Strategi Bisnis di Masa Pandemi
Meski terdampak pandemi, Elis mengatakan saat ini PT MTI tengah berupaya untuk melakukan banyak terobosan, inovasi dan saat ini perusahaan sedang berbenah diri mengarah perusahaan logistik terintegrasi yang bisa menghandle end to end service.
“Dengan mengelola berbagai aset dan fasilitas seperti lapangan, pergudangan dan trucking, kami ingin menjadikan perusahaan logistic end to end service. Hal ini juga yang mesti terus kami benahi khususnya di lingkup SDM internal. Sebab masih ada yang berfikir bahwa kami (MTI) masih mengelola fasilitas terminal di pelabuhan, padahal sudah tidak lagi” ujarnya.
Elis mengungkapkan berbagai upaya untuk meraih market share logistik nasional maupun internasional telah dilakukan dengan menggandeng mitra strategis, serta berperan aktif di berbagai ajang pameran maupun seminar.
Sebagai Logistic Services Provider layanan yang disediakan MTI antara lain jasa Freight Forwading (Domestik & Internasional), Customs Clearance, Lapangan Penumpukan, Cargo Transportation, Pergudangan & Distribusi, Bongkar Muat Via Kereta Api di Stasiun Pasoso, dan Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) CDC Banda dan Halal Logistic & Cold Storage.
Elis mengatakan, perseroan saat ini juga menyediakan jasa distribusi dan konsolidasi barang secara regular untuk, impor, dan domestik di pelabuhan Tanjung Priok.
“Bahkan kami juga berencana akan menyiapkan konsolidasi untuk barang ekspor, di Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkapnya
Implementasi GRC
Untuk mendukung target kinerja dan mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan PT MTI juga memiliki komitmen untuk menerapkan parktik Governance Risk and Compliance (GRC) dalam operasional bisnisnya.
“Saat ini PT MTI telah memiliki dukungan sistem dan infrastruktur yang memadai baik secara internal maupun ekseternal dalam pengimplementasian GRC. Di Internal perusahaan misalnya PT MTI telah memiliki komite Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit hingga Komite Manajemen Risiko. Sementara secara eksternal kami memiliki pedoman berupa regulasi perundang-undangan hingga peraturan daerah yang mendukung pelaksanaan GRC di perusahaan,” kata Elis.
Elis menambahkan dalam praktik penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai unusr dari GRC, PT MTI memiliki lima sistem/kebijakan yang telah diimplementasikan. Ini seperti pertama, Board Manual sebagai Pedoman Kerja Dewan Komisaris & Direksi (Hak, Tugas & Tanggung Jawab), kedua; Code of Conduct sebagai Pedoman Perilaku Insan MTI. Ketiga; Sistem pengendalian Gratifikasi yang tertuang dalam SK Direksi: HK.48/28/1/MTI-2018.
“Sistem pengendalian gratifikasi ini sebagai bentuk penanganan Gratifikasi antara insan MTI dengan pihak-pihak terkait dengan kegiatan usaha perusahaan yang tujuannya untuk menghindarkan terjadinya tindak pidana yang mengarah KKN. Adapun Pelaporan Gratifikasi dikelola oleh Tim Unit pengelolaan gratifikasi (UPG) dengan mengisi Formulir yang disediakan dan disampaikan melalui Email cs@multiterminal.co.id,” papar Elis.
Keempat, PT MTI juga telah menerapkan Whistleblowing system yang tertuang dalam kebijakan SK Direksi: HK.48/20/1/MTI-2018 tentang Pelaporan mengenai tindakan pelanggaran yang dindikasi terjadi di perusahaan yang tujuannya adalah untuk encegah terjadi penyimpangan dan Korupsi
“Penyusunan kebijakan Whistleblowing System (WBS) ini memiliki tujuan untuk memberikan kepastian dan keyakinan bahwa laporan yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Direksi sekaligus memberikan keamanan pelaporan pelanggaran dan penerima laporan melalui jaminan kerahasiaan pelapor,” kata Elis.
PT MTI juga telah memiliki Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa diatur dalam Surat Keputusan Direksi PT Multi Terminal Indonesia No. HK.48/20/1/1/MTI-2021 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa di PT Multi Terminal Indonesia.
“Adapun metode pengadaan barang dan jasa di lingkungan PT MTI dimulai dengan proses Pelelangan/Seleksi Umum, Pelelangan terbatas/Seleksi terbatas, Pemilihan Langsung/Seleksi Langsung, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Pembelian Langsung dan Swakelola,” jelas Elis.
Elis menjelaskan perusahaan juga secara berkala melakukan audit internal dalam implementasi GCG pada setiap semester antara lain audit internal yang dilakukan divisi internal audit, ISO 9001:2015 mutu oleh divisi operasi, dan ISO 9001:2016 SMAP oleh tim FKAP. Perushaan juga melakukan Assessment GCG setiap tahunnya dimana ditahun 2021 PT MTI mendapat skor GCG 90,90 / sangat baik dari PT KIM.
Penulis: Aby Abduljabar Siddiq

Selamat siang…..
Salam kenal, saya Saleh dari Bawean Gresik.
Mau tanya bagaimana prosedurnya untuk menjadi mitra/agen pengiriman paket MTI door to door ke rumah customer di Pulau Bawean Gresik? Saat ini kami menjadi mitra dari Pandu Logistik, DHS Express & Lion Parcel. Terimakasih